6

865 88 2
                                    

Mencintai bukan Memaksanya tetap di Sisi

FanFiction yang terinspirasi dari Novel 2 Moons (เดือนเกี้ยวเดือน) oleh Chiffon_Cake. Ditulis oleh Genthonk Genthink. Seandainya saya harus menuliskan Novel ini dengan daya imajinasi saya, maka inilah hasilnya. . . SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERKENAN. . .


MING POV

Aku benar benar bahagia hari ini, sekali lagi aku bisa menipu P'Kit. Dia memang sangat lugu dan terlalu mudah percaya dengan apa yang dikatakan orang lain padanya. Dengan wajah panik dia berlari keluar dari kelasku setelah aku mengatakan Ai'Yo akan berangkat ke Beijing hari ini.

"Ming. . ." Bisik Yo.

"Hmm. . ."

"Kamu kenal sama temennya P'Pha?"

"Siapa? P'Pann? Kenal." Jawabku tanpa menoleh ke arahnya.

"Bukan bego, itu loh yang selalu bareng sama P'Pha. P'Kit."

"Oh. . ." Kataku pelan. "P'Kit? Nggak. Kenapa emang?"

"Dia tadi nitip salam buat kamu. Aneh. . ."

Aku kemudian tersenyum sembari tetap mengerjakan soal Fisika yang ada di hadapanku. "Bilang apa dia?"

". . ."

Karena tidak ada jawaban dari Yo, akupun meletakkan bolpoin yang sedari tadi kugunakan kemudian melihat kearahnya. Pantas saja dia tidak menjawab pertanyaanku, sebuah headphone hitam sudah berada di telinganya dengan suara soundtrack anime one piece yang terdengar samar samar.

PLAK!!!

Pukulan sedikit keras kuarahkan ke kepalanya. . .

"Ai'Saatttttt. . ." Teriak Yo.

Hal ini membuat seisi kelas menoleh kearah kami.

"Mingkwan, Wayo. . . Kalian dari tadi berisik aja. Maju sini!!!" Teriak Guru Fisika dari depan kelas.

Wayo melotot marah kearahku, kemudian menggumamkan kata kata makian yang ditujukan padaku.

"Kami minta maaf Bu." Kataku saat berada dihadapan Guru Fisika.

"Kalian tau kan sudah kelas 3? Bentar lagi itu udah mau Ujian."

Wayo hanya tertunduk dan sesekali mengintip dari balik kacamata tebalnya. 'Sialan, dia bahkan gak bantuin ngomong.' Pikirku.

"Sekarang kalian kerjakan soal soal itu di depan kelas!"

"Baik Bu." Kemudian aku berbalik kembali ke Mejaku, menarik Wayo yang masih saja diam mematung.

Krekkk. . . Krekkkk. . .

"Mingkwan!!! Kamu ngapain?"

"Bawa bangku saya ke depan Bu, untuk mengerjakan. . ."

"SIAPA SURUH KAMU BAWA BANGKU!!! DUDUK DI LANTAI MENGHADAP KE PAPAN TULIS."

Aku melirik ke arah Wayo yang tertawa melihatku diteriaki dari depan kelas. Dia melangkahkan kakinya menuju depan kelas, sementara aku masih diam ditempatku.

"Tapi Bu. . ."

"GAK ADA TAPI TAPIAN, KAMU MAU IBU SURUH NGERJAKAN DI TOILET SEKOLAH???"

Akupun menghela napas panjang, mengambil lembaran soal dan membawanya ke depan kelas. Duduk beralaskan lantai keramik yang dingin bersebelahan dengan Wayo yang masih tertawa kecil, menertawakanku. Akupun menggunakan siku tangan kananku untuk menyenggolnya.

Aku Adalah MilikmuWhere stories live. Discover now