7

48 7 2
                                    

Pertemuan Kembali

FanFiction yang terinspirasi dari Novel 2 Moons (เดือนเกี้ยวเดือน) oleh Chiffon_Cake. Ditulis oleh Genthonk Genthink. Seandainya saya harus menuliskan Novel ini dengan daya imajinasi saya, maka inilah hasilnya. . . SELAMAT MENIKMATI, SEMOGA BERKENAN. . .

PHANA POV

Kemana keberanianku pergi? Kemana ketangguhanku ini menguap? Apakah selamanya aku akan menjadi pengecut yang hanya bisa memandangnya dari kejauhan? Menyangkal semua pembuktian yang kedua sahabatku katakan?

"Pha, jadi kamu sebenarnya suka sama Nong Yo nggak sih?" Kata Kit saat kami baru selesai berlatih Bola Basket untuk pertandingan antar SMA 2 minggu lagi.

Aku mendengar pertanyaan itu dengan amat jelas, namun aku memutuskan untuk melangkah pergi membiarkannya menganggapku tidak mendengar pertanyaan itu.

"Ai'Sat'Pha. . ." Teriak Kit yang kemudian mengejarku dan berjalan disebelahku.

"Beam dimana?" Tanyaku mengalihkan pembicaraan.

". . ."

Karena tidak mendengar jawaban dari Ai'Kit aku menoleh kearahnya, dia hanya diam dengan mulut manyun menghiasi wajahnya.

"Jangan cemberut, kaya cewek aja!" Aku merangkul pundak sahabatku yang masih memasang wajah bebeknya.

". . ."

"Masih gak mau. . ." Tiba tiba mulutku berhenti berkata kata.

Sosok yang sedang menjadi pusat perbincangan kami berdiri tak jauh dari tempat kami berada. Langkah kakiku terhenti tiba tiba sehingga Ai'Kit terpaksa harus sedikit menjerit menahan sakit dilehernya.

"ANJING!!! Kenapa sih Pha?"

Aku hanya termangu memandang bocah laki laki dengan seragam SMA yang sedang bercanda dengan beberapa orang teman sekelasnya. Kaca mata tebal dan behel di giginya membuatnya terlihat sangat lugu, namun senyum yang terkembang di wajahnya memberikan sebuah perasaan menenangkan untukku.

PLAK!!!

"Pantes. . ." Ai'Kit memukul kepalaku dengan sedikit keras.

Lamunanku seketika musnah, dan aku memandang Ai'Kit dengan marah. Tanganku yang sedari tadi melingkar dilehernya sengaja kutarik lebih erat, Ai'Kit pun sedikit berteriak kemudian menggelitik pinggangku. Kami bercanda seperti biasanya, Ai'Kit menggelitikku dan aku merusak tatanan rambutnya.

Beberapa saat setelah itu, aku mencari keberadaan N'Wayo, namun dia tidak lagi berada ditempatnya semula. Seluruh teman temannya masih berada di sana, saling bercanda satu sama lain. Tapi dia dan bocah tinggi yang selalu bersamanya telah menghilang.

'Apa yang sudah aku lewatkan? Kemana N'Wayo pergi?' Pikirku.

Aku menarik leher Ai'Kit menuju kantin, satu satunya tempat yang bisa kupikirkan saat ini. Ai'Kit sedikit meronta namun tetap mengikutiku. Sesampainya di kantin, aku memandang sekeliling mencari keberadaannya, namun tidak dapat kulihat sosoknya itu.

Setelah cukup lama aku memandang sekeliling, akupun menyerah dan melangkah kembali ke kelasku untuk berganti pakaian dan meninggalkan Ai'Kit di kantin. Beberapa butir keringat masih setia menghiasi wajahku yang lelah, namun ada sebuah perasaan tidak nyaman yang kurasakan. Perasaan marah entah untuk apa, perasaan kesal dengan sesuatu yang aku tak mampu menjelaskannya kepada diriku sendiri.

P'Jeed : N'Pha, malam ini sibuk nggak? Ikut P' minum mau?

Sebuah pesan kuterima saat aku membuka handphone yang memang kutinggalkan dikelas saat berlatih Bola Basket. Pesan dari seorang P' yang sedang menempuh kuliah Hukum di salah satu kampus yang berada di kota ini.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 01, 2020 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Aku Adalah MilikmuWhere stories live. Discover now