(warning: failed angst; unedited words)
I'm Yours
.
Sebuah foto berbingkai kayu tergeletak tak berarti di atas nakas—sengaja diabaikan sejak empat bulan lalu oleh sang pemilik. Mengenaskan begitu melihat kaca pelindungnya yang retak dan sebagian hilang entah kemana saat pemiliknya ingin bernostalgia dengan memori di foto itu. Apa yang sudah terjadi tak bisa dia ulang kembali.
Dia tersenyum tipis ketika mengingat kilas balik bagaimana dan kapan foto itu diambil. Bahagia adalah kata yang tepat untuk menggambarkan dirinya di dalam foto, terlebih pada siapa yang bersama dengannya di sana.
Pada seorang yang dia rindukan belakangan ini.
Setelah mengumpulkan keberanian, baru hari ini Yifan mampu menginjakkan kakiknya lagi di apartemen miliknya dengan sang kekasih. Selama empat bulan terakhir dia meninggalkan apartemennya demi harus kembali ke rumah orang tuanya di Guangzhou. Dia sebenarnya tidak ingin demikian, tapi apa yang Yifan lakukan, dia punya alasan untuk itu.
Dia ingin meluruskan semua masalahnya.
Melihat foto itu lebih dekat, jemarinya berhati-hati membenarkan posisi bingkainya yang nyaris patah. Sambil menggumam keinginan agar memiliki kesempatan memperbaiki hubungannya dengan sang kekasih. Yifan selalu berharap suatu saat Kyungsoo akan kembali padanya.
.
.
Kyungsoo masih betah berada di atas tubuh Yifan—dengan kedua kaki yang mengungkung pinggang Yifan dan lengan yang melingkar di leher sang kekasih saat dia mendekat menekan bibirnya dengan bibir pria blonde itu.
Yifan tersenyum lebih lebar—membentuk senyum gummy khasnya hingga terlihat kerutan halus di ujung matanya—sebelum dia menangkup wajah mungil Kyungsoo dalam tangannya. Dengan penuh cinta, dia mengusapkan ibu jarinya di seluruh permukaan pipi tembam Kyungsoo—membawa kening mereka menyentuh bersama hingga ujung hidung keduanya yang bergesek lembut.
Suara tawa kecil Kyungsoo menggema indah di telinga Yifan. Baginya, tidak ada yang lebih menyenangkan selain membuat Kyungsoo merona di atas tubunya tanpa sehelai benang pun. Saat kedua pasang mata mereka bertemu, senyum keduanya merekah tulus saling mengagumi pesona paras masing-masing.
Yifan menyelami tatapan Kyungsoo—sepasang mata yang menatap lekat pada satu-satunya cinta dalam hidupnya dan dunianya. Senyuman Yifan melembut perlahan. Saat dia memandang Kyungsoo, saat itu juga dia sedang melihat seseorang yang dia inginkan untuk membangun cinta bersamanya hingga akhir hidupnya.
Yifan begitu bahagia saat ini.
.
.
Bulan malam ini nampak terang dengan sinar temaram yang masuk hingga ke dalam apartemen Yifan—berpadu dengan bias lampu gedung pencakar langit perkotaan. Hanya lampu tidur di atas nakas sebagai penerangan di apartemennya—berdiri tegak di samping bingkai foto yang baru dia letakkan kembali.
Kondisi apartemennya masih sama seperti saat dia meninggalkannya empat bulan lalu. Tempat tidur yang terasa dingin meskipun selimut tebal menumpuk di atasnya—karena Yifan percaya hanya Kyungsoo lah yang dapat membuatnya hangat—, dan juga tak luput pada kilauan kecil yang mengintip dari bawah nakasnya—setitik material pecahan kaca dari bingkai foto hasil pertengkarannya dengan Kyungsoo hari itu.
Yah, sebuah pertengkaran yang biasa dialami sepasang kekasih. Pasang-surut sebuah hubungan dengan pertanyaan apakah mereka bisa melaluinya agar kembali normal atau tidak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Krisoo
Fanfictionone shot all about my lovely OTP Kris x Kyungsoo (Giant x Squishy) x'D in bahasa. Nb: selama belum ada tulisan (complete) berarti masih lanjut. Udah gitu aja 😂
