Aira

89 10 1
                                        

Hari yang ku jalani seperti biasa. Aku berangkat sekolah dengan senyuman lebar di wajahku. Aku menyapa semua orang yang aku kenal. Mereka semua juga membalas sapaanku dengan ceria.

Saat diperjalanan aku bertemu dengan Aira.

"Aira!" Sapaku. Aira melihat ke arahku. Aku menghampirinya.
"Aira, ayo kita berangkat bersama" ujarku tersenyum.

Aku melihat Aira terus menatap ku, sebenarnya apa yang dia pikirkan. "Emmm Aira? Kenapa kau menatapku begitu?" Bingungku.

"Oh, tidak aku hanya... emmm,,, baiklah ayo kita berangkat bersama" seru nya tersenyum.

Baru pertama kali aku melihat Aira tersenyum. Dia cemberut saja cantik apalagi tersenyum.

Diperjalanan nampak nya agak garing. Kami hanya saling diam saja, dan aku ingin memulai obrolan.

"Emmm Aira..." ujarku. "Iya?" Bingungnya.
"Umurmu berapa?"
"15 th"
"Apa kau punya hoby?"
"Heemmm kurasa berbagai hal aku suka jadi aku tidak tahu apa hobyku, hehehe"

"Umur kita berbeda, aku 14th, dan kau mau tahu apa hobby ku? Yaitu melihat suasana malam saat malam Minggu" ujarku.
"Kau keluar malam saat malam Minggu, dasar Jones hahaha" canda Aira.
"😨, Bu-bukan begitu, aku keluar juga hanya duduk di atas balkon. Aku tidak berjalan jalan dengan yang seperti itu" cemberut ku.
"Hhihi maafkan aku, kenapa kau suka akan suasana malam?" Tanya Aira.

"Emmm karena ini menyangkut masa lalu ku" ujarku kembali cemberut.

"Ka-kau punya masa lalu?" Tanya nya. "Semua orang juga punya masa lalu, tapi ada yang baik berubah ke buruk ataupun sebaliknya. Hari kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah masa kini, hari esok adalah masa depan, lebih baik lupakan masa lalu, jalani masa kini, dan buat masa depan. Itulah yang menjadi tujuanku" ujarku optimis.

Aira melihatku dengan tatapan yang gembira.
"Kau benar, semua orang punya masa lalu, tapi kira kira apa masa lalumu?" Tanya Aira.
Kami sudah sampai di sekolah, kami melewati lorong menuju kelas.

"Maafkan aku, tapi kau masih belum tepat bagiku" ujarku.
"Baiklah tidak apa apa Nissa, kau adalah orang pertama yang sangat asyik bagiku" balasnya.

"Hemm bagaimana kalau malam Minggu nanti kau datang ke rumahku?" Tanya ku.
"Untuk?" Bingungnya.
"Untuk melihat suasana yang tidak pernah kau rasakan. Malam Minggu kali ini adalah malam bulan purnama" ujarku.
"Maksudmu menikmati suasana malam? Baiklah Insyaallah aku akan datang, berarti besok malam kan?" Tanya nya.
"Yapz, tenang saja aku akan membuat banyak sekali makanan hahaha"
Kami tertawa, sesampai di kelas kami berpisah.

Rasanya berbeda, kenapa aku begitu cepat mengerti apa yang dia rasakan. Tapi aku sendiri tidak mengerti apa itu.
Dan seolah olah dia sepeti tahu apa penderitaan ku, dan apa yang aku rasakan.

🎶🎶🎶🎶🎶🎶

Walau miliyaran orang di sekitarku

Entah kenapa aku masih kesepian

Kuinginkan 1 orang

Yang membuatku ramai

Tak terasa bel sekolah sudah berbunyi dan menandakan waktu pulang.

Aku segera keluar kelas. Aku melihat Aira dan langsung menyapanya. Dia melambaikan tangan dan tersenyum sembari berjalan ke arah ku.

Kami tertawa berencana untuk pulang bersama.

Diperjalanan hanya tawa diantara kami. Aku melihat ada penjual es krim.
Aku dan Aira membeli es krim itu, aku rasa Vanila dan Aira rasa strawberry.

DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang