Bagaimana caranya ku menghadapi dunia
Setelah kegelapan yang ku buat tidak hilang sampai saat ini
Aku berharap aku tidak hidup, dengan semua kesalahan masa lalu ku
Andai aku tidak pernah ada...
Tiga tahun kemudian
Sekarang semuanya berbeda, aku sudah duduk di bangku kelas 9 SMP.
Masih tetap sama, aku ceria dan tidak bersedih. Menahan rasa penyesalan yang sangat dalam setelah kepergian Hana.
Tapi aku tidak pernah cerita pada siapapun. Walau ribuan orang di sekitar ku tidak ada yang bisa aku jadikan untuk mendamaikan hati ku seperti layaknya Hana.
Aku sekarang menjabat sebagai Ketua OSIS. Dan itu semua sangat melelahkan. Tapi sebentar lagi juga akan pensiun.
Menyelesaikan masalah yang tidak ada habis habisnya. Mengeluarkan anak yang terbukti minum minuman keras.
Aku sangat benci anak seperti itu, maka akan ku keluarkan dari SMP ini.
Aku duduk di kelas 9B. Karena sekarang jamkos lebih baik aku keluar daripada dengan suasana kelas yang tidak menyenangkan ini.
Aku keluar dan menikmati suasana taman yang indah. Dengan suasana sekolah yang tertib. Rasanya tenang sekali.
Hanya suara air kolam yang mengalir. Dan burung berkicau di pagi hari.
Tapi kenapa aku mengingat kenangan tentang Hana. Yang seharusnya aku mulai melupakan itu. Aku menggelengkan kepalaku dan melupakan semuanya.
Kring.... bel istirahat berbunyi. Semua siswa keluar untuk bermain ataupun jajan di kantin. Dan aku tidak bisa tenang.
Aku membeli air mineral botol. Dan menonton siswa bermain bola. Aku berada di pinggir lapang.
Aku meminum air mineral ku tapi sempat disapa adik kelas. Jadi aku berhenti dan membalas sapaannya. Saat aku ingin minum lagi, aku disapa oleh laki laki yang sangat buruk rupa. Aku langsung melihat kearah lain.
Saat aku berhasil minum. Brug....! "Nissa!" Teriak temanku Ratna yang memukul pundakku. aku batuk karena tersedak.
"Kau, apa yang kau lakukan?!" Marahku. "He-he-he jangan marah nanti kau cepat tua" ujar Hana. "-_- apakah marah menjamin tua?"
Ratna adalah teman sebangku ku dia sangat ceria sekali. Aku suka dengan teman seperti ini.
"Apa urusanmu kesini?" Tanya ku. "Nissa aku mau bicara... ekhem! Tenggorokan ku, aku minum dulu" ujar Ratna sembari minum.
"-_- yang kau minum itu air mineral milikku" ujar ku yang diabaikan Ratna.
"Aku punya kabar, katanya ada anak baru di kelas sebelah," ujar Ratna. "Murid baru? Siapa? Kenapa baru pindah padahal sudah mau Ujian Nasional?" Tanya ku.
"Aku tidak tahu, tapi katanya dia pindah kesini karena sudah mengalami kegelapan masa lalu yang dalam" ujar Ratna.
"Masa lalu? Masa lalu yang seperti apa?" Tanya ku. "Entah aku hanya tahu itu semua gosip" ujar Ratna pergi. "-_- ternyata gosip, dasar payah, gosip kau percaya. Tidak baik menilai orang dengan masa lalu nya, semua orang juga punya masa lalu. Mungkin kau tidak tahu apa yang dia rasakan, mungkin saja dia berusaha berubah" ujarku. "Cukup Nissa, kata kata mu itu hampir membuatku tobat, aku adalah aku" ujar Ratna dan pergi.
"Apa sih geje, aku ngomong apa dia jawab apa" ujar Nissa dan pergi.
Saat di tikungan antara tembok aku menabrak seorang gadis. Gadis itu bergegas berdiri dan pergi.
"Si-siapa dia? Aku tidak pernah melihatnya, apa jangan jangan dia..." ujar ku.
"Hey Nak, jangan duduk di tikungan begini nanti kau tertabrak" ujar Pak guru. Aku tersenyum kuda dan berdiri. Pak guru langsung pergi.
Aku ingin tahu sebenarnya apa yang dia rasakan ketika menghadapi masa lalunya. Apakah dia menyesal sepertiku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny
PertualanganApa yang paling menyeramkan? Apa yang paling menakutkan? Apa itu kegelapan? Setiap kegelapan ada pada semua orang. Tapi kegelapan apa yang membuat orang merasa tidak pantas hidup? Ini adalah kisah tentang seorang gadis yang membuat penderitanya send...
