3. Lingkungan baru

69 9 0
                                    

Tepat pukul 06.50 kita sudah sampai di SMA Kebangsaan, yaitu sekolah baru aku dan Reihan. Reihan menyimpan motornya ditempat parkir yang sudah disediakan di sekolah.

Sekolahnya luas dan bagus. Dan kata orang fasilitas di sekolah ini juga lengkap. Hanya saja tidak dilengkapi cctv, baguslah kalau begitu aku kan jadi tidak susah untuk nyontek kalo gitu. Hehe

"Sebenernya kita ke sekolah mau apa sih? Kenapa ga hari senin aja, kan orang-orang juga sekolahnya pada hari senin semua" Ucap Rei sambil menyimpan helmnya dimotor, lalu turun.

"Lo kaya yang baru masuk sekolah sekali aja, kalo kata bunda kita itu sekarang kesini mau Pra-MPLS, bahasanya sih gitu.. kalo di smp itu kaya MOPD, lo ingetkan?" Jelasku.

"Apaan? MPLS?" Tanyanya bingung

"Bunda bilang itu singkatan dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah" jawabku sambil berjalan masuk kedalam gedung sekolah untuk mencari ruangan, Reihan berlari kecil sehingga berjalan sejajar denganku.

"Alahh lingkungan doang harus banget ya dikenalin? Nihh kenalin ini lingkungan, dan lingkungan kenalin ini Reihan ganteng hahaha" Reihan tertawa dengan ulahnya sendiri.

Akupun jadi ikut tertawa, bayangin aja sama kalian dia memperkenalkan dirinya dengan lingkungan seperti orang bodoh, sambil menyisir rambutnya dengan jari saat mengatakan 'Reihan Ganteng'

"Kepedean banget lo, saking ga ada yang muji jadi lo muji diri sendiri ganteng haha" aku meledeknya

"Ehh ini bukan sekedar kepedean sahabatku, tapi memang kenyataan, mau buktinya?" Dia berjalan menuju siswi yang berjalan tidak jauh didepan kami. Aku berhenti berjalan, dan melihat aksi yang dia lakukan.

"Heyy calon kawan baru" katanya berdiri tepat didepan siswi berkacamata dengan membawa novel yang ia peluk di dadanya itu, sehingga menghalangi siswi itu untuk berjalan.

"Lo siapa?" Tanyanya tapi tak berani menatap Reihan, aku hanya memperhatikannya.

"Sinii dongg liatnya, gue cuma mau tanya doang kok ga ada niatan buat ngebaperin lo" jawab Reihan mantap, aku tertawa sebentar karena melihat sahabatku satu itu.

"Tanya apa?" Katanya sambil mengangkat kepalanya sehingga melihat ke arah Reihan.

"Gue ganteng ga?" Tanyanya menatap siswi itu dengan percaya diri sambil mengangkat turun kan alisnya dengan menyisir-nyisir rambut oleh jarinya.

Siswi itu kembali menunduk, dan terdiam 5 detik lalu dia menganggukkan kepalanya.

"Tuhh kan Kei, udah gue bilang gue emang ganteng dia aja ngakuin masa lo sahabat orok gue engga sih" teriaknya menghampiriku lalu merangkulku.

Aku bisa melihat tatapan siswi itu, seperti kecewa saat Reihan menghampiriku. Lalu ia pergi. Pasti dia udah baper karena dideketin sama Reihan. Salah Reihan juga sihh muka kok ganteng sihh. Hehe

"Udah ah, yu kita masuk ruangan" kataku sambil melepas rangkulan Reihan.

"Yaudah yu, gue ruangan 3, lo ruangan 2"

"Ko lo tau? Gue kan belum cerita"

"Mama gue yang cerita"

Aku dan Reihan masuk ke ruangan kita masing-masing, dan ruangan kami juga bersebalahan. Yaiyalah orang aku ruangan 2 dan dia ruangan 3.

**

Aku memasuki ruangan kelasku, hanya ada beberapa orang didalamnya. Sisanya mungkin sedang keluar, melihat lingkungan sekolah baru.

"Hey kok malah diem dipintu, ayoo duduk" kata siswi berambut sebahu, menepuk pundaku dari belakang, aku pun menolehnya.

"Ehhiya, bingung nih mau duduk dimana" jawabku sambil tersenyum kearahnya, dia membalas senyumanku.

Kei&ReiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang