______________
Suasana cafe malam di bali memang selalu menyenangkan. Banyak wisatawan yang menikmati indahnya bali. Walaupun, jika dilihat dari segi harga memang cukup tinggi tapi bagi mereka para wisatawan bali adalah pulau surga.
Saat ini gw menikmati malam bersama laki laki yang menemaniku hampir 2 tahun lebih. Jika kalian bertanya apakah aku nyaman dengannya? And i say yes. Dia bisa menjadikan dirinya peran ganda. Peran yang dilakukan sesuai porsinya. Dia melindungiku walaupun bukan hanya aku yang harus dilindungi. Aku sangat bersyukur bisa dekat dengan sosok laki-laki humoris seperti dia. Damar, laki laki yang bekerjasama selalu denganku membangun tempat kursus seni dari nol hingga saat ini. Entah bagaimana awalnya kami memutuskan untuk membangun sebuah studio di depan studio musik milikku. Memang, modal untuk membangun tempat itu masih dibantu oleh daddy tapi aku tetap mengembalikannya setiap bulan tanpa bunga, tapi tetap sajakan itu meminjam jadi harus ku kembalikan. Saat itu kami masih mengajar dilembaga pendidikan seni hingga aku yang awalnya sudah tidak bisa membagi waktu karena anak didik drama dan tari ku semakin banyak, jadi aku memutuskan untuk fokus pada studioku sendiri dengan bantuan damar hingga saat ini. Damar masih bekerja di lembaga itu namun hanya sesekali karena jadwal yang padat. Malam ini, tidak malam seperti biasanya, karena malam ini hari perayaan 1 tahun studioku berdiri. Kami menikmati persembahan yang dilakukan muridmurid kami. Kata mereka,'you are the king and queen tonight' ada saja. Jadi aku dan damar hanya diperbolehkan untuk duduk.
"Lo, bahagia gk?" Aku bingung dengan pertanyaannya.
"Kok lo nanya aneh banget sih?" Bukan menjawab tapi aku tanya balik
"Jawab aja sih susah banget" mulai ni anak
"Pertanyaan lo aneh, gw bahagia lah. Emang lo gk bahagia?" Tanyaku lagi
"Egk" jawabnya singkat sambil memandangku yang terkejut
"Kok? Ada yang kurang?"
"Hemm"
"Lo kenapa sih? Aneh banget!"
"Kalo seandainya dia kembali hari ini gimana?" Aku sedikit bingung dengan pertanyaannya namun setelahnya aku mengeeti arah pembicaraannya
"Ikuti kata hati, janjinya seperti apa dan saat dia kembali maunya seperti apa"
"Kalau akan kembali sakit?"
"Lepaskan. Itu akan lebih baik"
"Tapi jika masih saling merasakan dan membutuhkan?"
"Bawa kembali"
"Oke, bisa dicoba"
"Tak ada yang perlu dicoba, karena bisa langsung lo praktekin" ucapku tersenyum sambil melirik sekeliling
"Mustahil jika kembali" pesimis sekali dasar, baru saja tadi ku sanjung bahwa aku bahagia mengenalnya. Sekarang aku jadi ragu.
"Lemah. Sekarang lo bangun dan samperin cewek yang ada 45° kekiri dari arah lo" ucapku dengan senyum devil. Dia terkejut dengan ucapanku. Masih tetap diam dikursi tak beranjak sedikitpun
"Lo ngomong apa sih?" Begok nih anak
"Eh. Lo gecep dong ah. Lo mau akhirnya dia mengira lo hanya mainin dia?" Gertakku sambil berdiri dan menuju ke arahnya untuk membalikkan badannya.
"Lo apaan sih, dia gak akan dateng put" kesalnya. Tapi seketika dia diam saat melihat gadis cantik yang sedang memainkan handphonenya. Mungkin mencoba menghubungi seseorang,. Persekian detik handphone damar berbunyi dan langsung di lihatnya id caller. Dia masih diam melihat ke arah hp dan ke gadis itu.
"Cepetan begok. Lo lama sumpah. Nyesel gw punya sahabat macem lo" ucapku sambil mendorongnya. Dia sedikit terhuyung namun setelahnya dia berlari menuju gadis itu. Ku lihat dia langsung memeluk gadis itu. Ah, senang bisa melihat sahabatku bahagia.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINE!!!(Imagine)
FanfictionDia milikku hingga saat ini dan selamanya! -kevlin alinsa reinan Aku milikmu selamanya! -alyan putri exmander Love story (imagine)!
