Subuh jiwa terbangun. Sebuah pena di tangan.
Zaman memaksaku menulis sejarah hari. Dua tiga bait tidaklah cukup.
Mereka bilang bangun. Berbisik
Mereka bilang tidur! TeriakKereta hari kembali menjemput. Pagi. Pagi sekali.
Aku harus melangkah pergi. Jauh. Jauh sekali.Jauh dalam ribut siang hari.
Kemudian pulang pada senyum senja hari.24 Mei 2017

KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Tulisan : UNSPOKEN
Poesía"hanya yang tidak terucapkan mampu dituliskan, akan tersampaikan walau bukan lewat lisan..."