Tangannya bergerak mengetik keyboard komputernya mencetak banyaknya belanja wanita paruh baya di depannya, berikutnya ia memberi struk pembayaran pada pembeli. Ia memanggil salah satu pekerja di toko buah ibunya untuk menggantikanya setelah beberapa menit lalu mendapat pesan dari ponsel nya.
"Ibuku mungkin langsung kerumah, jadi kak boram kau yang tutup tokonya" pesannya merapikan pakaiannya.
***
Kakinya mengayun-ayun, nampaknya ia bosan. Pandangannya kembali menatap sekeliling taman, katanya pukul 17:00 gumannya agak suntuk menatap arlojinya menunjukkan pukul 17:18, dihembuskan nya nafas panjang .
"Aku lama?"
"Sedikit suntuk"
"Maaf Jiyeon" pria itu menyesali keterlambatan nya sembari mendudukkan pantatnya. Ia membuka kresek yang ditentengnya. Meraih 1 kotak es krim.
"Jangan bilang kita hanya akan duduk disini sambil menikmati es krim yang kau pegang itu."
Ia menoleh cepat menatap Jiyeon, yah kalimat wanita itu tepat sekali.
"Kai juga melakukan ini di kencan pertama kami"
Chanyeol menatap Jiyeon lekat, diraihnya jemari wanita itu. Mengajak nya melangkah menuju halte bus.
"Kita akan kemana?"
"Kencan."
Tangannya menggenggam erat jemari Jiyeon, perasaannya berkecamuk saat mendengar Jiyeon menyebutkan nama kai. Eskrim yang ia bawa tadi telah di tenang dibawah tong sampah. Sedikit berlebihan tapi yah siapapun akan kesal jika pasangan menyebut nama mantan. Pasangan?
***
Chanyeol akhirnya memutuskan mengajak Jiyeon menonton di salah satu mall di kota kecil itu. Yah mall memang tak seindah di kota besar, tpi cukuplah untuk ukuran kota itu. Jika kota besar memiliki pemandangan-pemandangan gedung-gedung tinggi tapi kota kecil di beberapa desa memiliki berbagai tempat wisata yang sangat indah.
"Chanyeol"
Ia menatap asal suara yang menyebutkan namanya, wanita itu terlihat suntuk, ia bukan wanita yang gemar menonton. Dilihat dari cara ia mempertahankan diri untuk bisa nyaman tapi tidak ia suntuk dan ingin segera keluar.
***
Setelah menonton mereka memutuskan makan malam di pinggir jalan, seperti yang diketahui pedagang kaki Lima tak kalah nikmatnya dari restauran.
Chanyeol tak berselera menikmati makanan didepannya ia lebih tertarik memperhatikan Jiyeon yang dengan lahap nya memakan ramen. Wanita itu sungguh polos dan menggemaskan menurut Chanyeol, namun ia penasaran bagaimana bisa ia pacaran dengan kai yang terkenal bobrok.
"Jiyeon?"
Matanya bening memperhatikan Chanyeol, ia meneguk air di sampingnya. Sebelum kembali menatap Chanyeol, menunggu kalimat yang akan dilontarkan pria itu.
"Mari kita menikah."
Wanita itu tersedak liurnya. Ia sangat terkejut. Ini terasa lucu dan terlalu terburu-buru. Kembali meneguk air mineral. Matanya gusar . Dia jadi gelisah. Chanyeol terlalu terburu-buru dalam hubungan yang bisa dihitung jam lamanya.
"Aku rasa ini terlalu cepat . ."
Chanyeol menatapnya, menunduk dan gelisah.
"Bagaimana jika kau putuskan 1 Minggu ke depan.."
"1 Minggu bukan waktu yang cepat bukan?" Lanjut Chanyeol.
Jiyeon bukannya menolak hanya saja ia baru mengenal Chanyeol. Ia senang tentu saja ia sangat senang, toh umurnya juga sudah matang, dan lagi ia juga sebenarnya sudah sangat ingin menikah toh teman-temannya juga sudah menikah semua.
