Malam yang dingin sering mereka habiskan dengan bersama sama, waktu kuliah yang memaksa mereka untuk pulang hingga larut hampir setiap malam.
Tidak ada kata yang habis terucapkan bila mereka sudah bersama, entah untuk mengisi perut yang kosong, atau bahkan hanya sekedar kumpul ditemani Tempe Mendoan dan Susu Jahe beserta beberapa tusuk sate yang tersedia di Angkringan tempat mereka biasa berkumpul. Ada saja gelak tawa yang memecahkan keheningan malam itu.
Seperti Suara sorakan yang di lontarkan mereka kepada salah satu dari mereka yang memecahkan tawa di suatu pojok Angkringan beralaskan Terpal.
Amar : eh gue ngga pernah nembak dia ko, serius.
Aira : Gue denger sendiri dari dia, dia udah nyeritain semuanya ke gue.
Amar : tapi gue ngga nembak. Gue cuma bilang mau nikahin dia sekitar 1.5 tahun lagi, karna kalau sekarang gue belom siap.
Ami : yeeeee itumah sama aja! (teriak Ami di telinga kanan Amar di sertai dengan telunjuk tangan kanan Amiyang mendarat dengan cepat di kepala Amar)
Rino : Ya lagian llu ngapain si bilang kaya gitu ke Prila ? Llu mikir apa waktu llu ngomong begitu ? Llu bikin kita semua jadi bermasalah deh Mar!
Ya, Gadis yang menjadi Cintanya Amar ialah Prila, salah satu sahabatnya. Karna perbuatan tidak masuk akal yang dilakukan oleh Amar, prila tiba tiba menjauhi mereka semua.
Amar : ya gue fikir kan Prila suka sama gue, abis dia selama ini baik banget sifatnya ke gue. Dan sepengetahuan gue, cewe itu haus akan kepastian. Makanya gue ngasih kepastian ke Prila, biar dia tenang. Karna gue siapnya 1 setengah tahun lagi.
Aira : llu masih sehat kan Mar ?(dengan tatapan membunuh mencurigakan)
Aliva : Mar ah gue kesel sama llu. IPK llu kan tinggi, tapi ko ngga mikir ya ? (celetuk Aliva tanpa filter didalam mulutnya)
Sementara Ami hanya mengumpat dengan tatapan yang ingin segera mecincang tubuh sahabat yang berada disebelahnya, berhuntung tidak ada benda tajam di sekitar Ami.
Al : hahaha Mar Mar, mendingan gue deh takut sama cewe, dari pada llu kegeeran banget sama cewe astaga.
Amar : ya gue kan cuma memberanikan diri, gua fikir kan dia beneran suka sama gue.
Rino : Jadi Prila akhir akhir ini jarang ikut ngumpul sama kita gara gara kelakuan llu ? Llu keterlaluan mar
Al : iya, udah sana llu aja yang keluar dari genk kita, gua ngga terima kalo gara gara llu Prila cabut
Amar : ko ngga ada yang berpihak sama gue si ?
Aira : seterah llu Mar gue no comment. Semakin llu ngomong gua semakin kepengen berkata kasar
Ami : iya mar, llu out aja deh dari genk kita. Gua takut khilaf kalo deket deket llu
Aliva : ayulah Ra kita balik aja, gue pusing mikirin Amar yang ngga ngotak.
Aliva dan Aira pun berkemas langsung memakai tas mereka dan berjalan meninggalkan tempat yang beralaskan terpal yang tadi mereka tempati, karna jam sudah berjalan mendekati pertengahan malam.
Al pun langsung menghabiskan Susu Jahe miliknya dan berniat meninggalkan Amar yang membuat mereka kesal pada malam ini. Tetapi, sebelum melangkahkan kaki meninggalkan tempat tersebut, Ami secara kasar menarik rambut yang ada dibelakang kepalaAl dan menadahkan telapak tangan di depan wajah Al .
Ami : mau kemana ? Mau pulang dengan geratis ? Sini keluarin Rp.15.000, enak aja
Al : pake duit llu dulu kek Mi,
Ami : cepetan ngga ! (bentak Ami)
akhirnya Al mengeluarkan satu lembar Rp.5000 dan satu lembar Rp.10.000 dari dalam sakunya.
Ya, mereka selalu melakukan itu, membayar apa yang mereka pesan secara sukarela, kecuali Al, Ia selalu berusaha tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Tapi hari ini dia tidak berhasil lolos dari genggaman Ami.
Ya, Ami memang mempunyai sifat yang cukup berpengaruh di kelompok tersebut, karna Ami merasa menjadi Pria yang paling tampan di kelompokkan tersebut, dan terkadang Ami merasa mendominasi dikelompok tersebut.
Sementara saat pertikaian Ami dan Alterjadi, Amar hanya memperhatikan dan tertawa melihat kelakuan kedua Sahabatnya itu,
Sementara Rino, Ia sibuk menatap dan menekan layar SmartPhone yang ada di genggaman tangannya, rupanya, Ia sedang mendapat protes dari gadisnya yang tak sengaja Ia abaikan saat membahas kelakuan Amar beberapa waktu lalu, ya, Gadisnya berbedadari kebanyakan Gadis lainnya, tetapi Rino tetap mencintainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jangan Bersedih
RomanceCerita ini menceritakan tentang Kisah Sebuah Hati. Hati yang Seharusnya kita jaga, Hati yang seharusnya tetap pada tempatnya, Hati yang seharusnya tetap utuh, Tetapi.... Seringkali di Curi oleh Seorang yang Tidak punya Hak untuk menjaga Hati kita. ...
