Bingung

577 75 0
                                        

Bhin's pov

Aku mengedarkan pandangan mencari-cari Asep di halaman kampus. Biasanya sih dia nungguin aku setiap hari Rabu, soalnya jam selesai kuliah kita samaan. Aku mengetik whatsapp secara personal ke Asep.

Bhin
Sep, di mana? pulang bareng dong. =D

5 menit, 10 menit, pesan itu nggak berbalas. Yah, ya udah deh aku pulang sendiri aja. Mungkin si Asep lagi sibuk atau entah ngapain. Aku berbalik arah dan menuju kantin, mau beli minuman dulu buat bekal di jalan sama buat ke kamar mandi. Kan nggak lucu kalau di tengah jalan, angkotnya aku suruh berhenti di pinggir jalan buat beli minuman atau bus transjogja berhenti di pom bensin karena aku kebelet pipis.

"Mas, tuku banyu mineral siji yo," kataku pada Mas Bedi yang jual air minum di kantin.

"Yo," jawabnya sambil memberikan satu air mineral. Lalu lanjutnya, "Tumben dhewe. Endi sedulurmu, Bhin?"

Mas Bedi udah pasti menanyakan Asep. Kan kalau kebetulan istirahat bareng atau ngerjain tugas, kita suka duduk di kantin. Abis enak sih, laper tinggal comot. Bayar juga sih, padahal kalau gratis kan lebih enak ya, Hehehe. Oke stop, kenapa aku malah ngelamun.

"Hah? Oh, dia lagi sibuk tuh," jawabku asal.

"Oooo, sibuk kencan yo?" tanya Mas Bedi lagi dengan tampang menyelidik.

Dahiku berkerut. Pacaran? Asep pacaran? Benakku berputar cepat. Ih kenapa dia nggak bilang-bilang kalau pacaran? sama siapa? Aku begitu sibuk berpikir sampai lupa menjawab pertanyaan Mas Bedi. Aku berjalan menuju ke toilet, Ah dari pada mikirin Asep mendingan aku ke toilet terus pulang deh.

Dari kantin menuju toilet, aku harus melewati taman. Banyak sekali mahasiswa yang sedang duduk-duduk di taman. Udara sore memang sedang sejuk-sejuknya. Beberapa terlihat membuka buku dan menulis sesuatu. Tiba-tiba aku mendengar suara orang tertawa-tawa dan teriakan-teriakan. Penasaran, aku memutar tubuh dan ikut ke arah kerumunan.

Di sana ada Asep yang sedang diberikan sesuatu sama seorang perempuan. Lalu, perempuan itu mencium Asep di pipi. Rahangku seolah mau copot melihat itu. Shock berat. Itu perempuan siapa sih? pikirku sambil berjinjit mencoba mencari tau.

 Itu perempuan siapa sih? pikirku sambil berjinjit mencoba mencari tau

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Eh, itu perempuannya siapa sih?" colekku sama laki-laki di sebelahku. Dia tertawa lebar seolah nggak percaya aku nggak tau.

"Masa nggak tau kamu? Itu kan Rasyana, cewek paling cantik di kampus ini." Jawabnya sambil tertawa. Aku nyengir, nggak tau beneran soalnya aku kan sukanya sama cowok jadi fokusnya ke cowok ganteng dong hehe. Oke, back to Asep. Hemm, jadi gini ya kelakuan sepupuku. Katanya mengaku dekat, apa-apa cerita sama aku tapi dia deket sama cewek paling cantik di kampus aku nggak di ceritain, Ck. Aku berpikir nanti di rumah bakal ngorek-ngorek informasi sama Asep.

Perhatianku buyar ketika terdengar suara sedu sedan seorang perempuan di sebelah kiriku. Dia mengusap air matanya sambil mengeluh. Salah satu penggemar Asep tebakku. Aku tertawa, sungguh deh ngapain juga nangisin cowok. Apalagi kalau cowok itu uda punya pacar. Rugi kan, mendingan cari yang lain. (Padahal si Bhin belum pernah punya pacar juga dia, sok tahu banget ya. Hahaha).

Bhinneka Tunggal Family (Completed)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang