"Akira-san, bisakah kau mengerjakan mengisi daftar laporan itu?"
"Awaya-san dan Denka-kun. Kalian buatlah posternya!"
"Hyu-san, tolong isi lembaran kerja kelompok kita!"
"Fujiwara-kun! Jangan bermalas malasan! Bantu Hyu-san mengisi lembaran kerjanya!"
Ketua kelompok kami terus berteriak sedari tadi. Mulai dari untuk membagi tugas, memerintah, ataupun mengingatkan Fujiwara-kun yang hanya bisa duduk santai di kursi.
Aku? Tch. Masa bodoh. Aku hanya diam di tempat sembari menggambar sesuatu diatas kertas gambarku.
"Mari kubantu membuat..." Ketua kelompok mengalihkan pandangan ke arahku. Seketika dia menepuk dahinya. "Gomennasai¸(L/N)-san! Aku lupa kau ada dikelompok ini!"
Aku tersenyum kecut.
"Ano..ano..." ketua kelompok sepertinya tengah memikirkan tugas apa yang tepat untukku. Iie, lebih tepatnya memikirkan solusi terakhir agar aku dapat jatah kerja.
"Aku bisa membantu Akira-san mengerjakan laporannya, kok"
"Ah, yokatta. Mohon kerja samanya ya, (L/N)-san"
Seseorang yang suka dilupakan, itulah aku. Aku benci hidup seperti ini.
Skippu time~
Aa~ Aku muak mengekori kelompokku kemana mana. Saat istirahat, mereka memang memutuskan untuk pergi ke kantin bersama sama. Aku sebagai bagian dari kelompok tentunya pasti ikut.
Sayangnya, aku hanya terlihat seperti anjing yang mengekori tuannya. Iie, aku terlihat seperti bayangan yang tak terlihat.
Ah, kalau bicara soal bayangan aku jadi teringat Kuroko itu. Sebagai pemain bayangan yang tak dianggap, dia mungkin sudah cukup tabah menerima nasibnya yang seperti itu.
Sedangkan aku sejujurnya benci hidup seperti ini. Aku ingin keberadaanku diketahui orang. Setidaknya, dalam perkumpulan aku bisa ikut mengobrol dengan mereka, berbagi canda dan tawa. Bukannya diperlakukan seperti ini.
Lagi lagi, meskipun berjalan dalam kelompok, biasanya aku hanya diam sembari melamun. Inilah yang dinamakan sendiri dalam keramaian.
Dadaku terasa sesak.
Aku yang berjalan di belakang sontak berbalik dan berjalan cepat menuju suatu tempat. Tak peduli dengan mereka yang masih berjalan. Toh, mereka juga tak menyadari bahwa aku sudah pergi.
Aku berjalan menuju rooftop, tempat favoriku. Aku bisa tiduran disana sembari mengkhayal sesuatu ataupun memikirkan objek apa yang akan kulukis hari ini.
Setidaknya, bisa melukis dengan ditemani semilir angin sepoi sepoi bisa membuatku sedikit merasa tenang.
Duk! Duk! Duk! Aku mendengar suara pantulan basket serta decitan sepatu. Suara suara itu membuat darahku berdesir.
"Hyuuga, shoot!"
"Kiyoshi, rebound!"
"Nice pass, Kuroko!"
Aku terhenti saat melewati gym. Kutatap anak klub basket yang sedang berlatih dengan mata berbinar. Seribu kalipun aku melihat pemandangan ini, seribu kali aku akan terkagum kagum dengan permainan mereka.
Kini, aku memutuskan untuk mengintip latihan anak basket dari lantai atas. Mataku bergerak sigap memerhatikan bola serta pergerakan pemain.
"Aaaaa!!!! Yosha!" aku melihat Kagami yang sedang melakukan dunk sambil berteriak khas.

KAMU SEDANG MEMBACA
Boku wa Koko ni Iru [Kuroko x reader]
FanfictionApalah arti hidup seorang yang sering dilupakan, yang hidup diambang ketidak pastian. (Y/N) tak suka hidup seperti itu, selalu dilupakan dan diacuhkan. Sampai akhirnya seorang pemain keenam bayangan Teiko datang padanya. Seorang teman yang berhasil...