hilang?

29 3 0
                                    

Alfaro masuk ke dalam sebuah kamar inap bertuliskan 102.kamar VVIP

membuka kenop nya secara perlahan-lahan.dan menarik kursi disebelah ranjang seorang wanita paruh baya dengan berbagai alat medis sebagai penompang hidup nya
"apa kabar ma?mama lagi mimpi apa sih?kok kayak seru gitu"

hening

"mama tahu gak?....papa jahat ma..dia mau jadiin mama boneka...tapi alfaro janji sama mama gak bakal biarin itu terjadi"kata alfaro sambil menggegam erat tangan putih dan dingin itu

hening

hanya alat pendeteksi jantung yang menjawab itu semua

"mama kapan bangun?udah 1 tahun ma...mama gak capek tidur terus?"
itu adalah mama alfaro-yarisa.
ia mengalami koma setelah kecelakaan beberapa tahun silam.dokter sudah mengatakan bahwa kemungkinan kecil ia bisa selamat.tetapi alfaro tiada henti nya memohon kepada sang maha pencipta untuk tidak mengambil mama nya

"mama...alfaro capek ma...papa jahat!"alfaro menangis.ia tak kuasa membendung semua nya sendiri.
dulu mama nya selalu ada untuk menguatkan nya

"ma...bangun ma..alfaro janji akan lindungi mama
kalau bukan karena mama alfaro gak mau jadi boneka nya papa"alfaro mencium tangan yang digenggam nya.

"Alfaro cuma pingin mama bangun..apa mama mau biarin alfaro sendirian?"air mata alfaro semakin berlinang menatap wajah cantik yang pucat itu

hening

alat pendeteksi jantung yang menjawab

masih sama seperti sebelum-belum nya tapi tak pernah membuat alfaro berhenti untuk menjenguk dan mengajak mama nya berbicara selama 1 tahun ini.walau ia tahu ia akan seperti ber monolog

alfaro membenamkan wajah nya disamping tubuh yang lemah itu.
ia menangis sesunggukan.
bahunya bergetar.
tiada yang tahu seorang afhan yarits alfaro menyimpan seribu luka menyakitkan.

--------

"pagi tha"ucap bunda larisa melihat billa menuruni anak tangga dengan seragam sekolah yang lengkap dan rambut yang dikucir kuda ke atas

"pagi juga bun...ayah mana?"balas billa sambil duduk dikursi meja makan sebelah zain

"masih di singapura sayang"kata bunda larisa yang masih sibuk di dapur.memang ayah nya adalah pembisnis super sibuk.tetapi billa tahu bahwa yang ayah nya lakukan demi keluarga nya

"yeyyyyy nasi goreng"pekik zain saat melihat larisa membawa dua piring nasi goreng
karena makanan kesukaan zain adalah nasgor buatan bunda.dengan berbagai macam toping.sosis,bakso dan telur.yummy.

"itu apa bun?"tanya billa saat melihat bunda nya manaruh toples di sebuah tas kecil

"ini bunda buat kue untuk alfaro sebagai ucapan terima kasih buat dia..kamu pasti belum bilang makasih kan?"kata larisa menerangkan membuat billa tersedak seketika.

"uhuk...uhukk"billa mengambil air putih lalu meneguk nya dengan rakus

"kalau makan pelan-pelan dong tha"kata larisa melihat anak nya sampai tersedak

setelah dirasa mereda di tenggorokan.billa pun menatap bunda nya
"jangan bilang bunda nyuruh aku buat ngasihin ke dia...bunda itu berlebihan tau gak?"billa menatap bunda yang sangat ia cintai itu dengan kesal

"emang apa salah nya sih jalin silaturahmi yang baik?apalagi sama caman"kata larisa terkekeh

"caman itu apa bun?"tanya zain polos yang memakai seragam tk bermotif kotak-kotak itu

"caman itu calon mantu"larisa semakin puas melihat wajah billa yang merah

"bunda!!!!!"pekik billa kesal.bunda larisa memang hobi menggoda nya

Because LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang