Allena POV
Mata Allena yang berwarna abu abu kehijauan itu membaca dengan cermat satu persatu kalimat dalam dokumen persetujuan kontrak yang Ia bicarakan dengan Alano Chrsitian Vasquez kemarin,
"Why do I feel like I know you, Mr. Vasquez? Es solo mi sentimiento o es la verdad?"
Tanpa sadar gadis itu bergumam pelan dalam ketenggelamannya dalam dokumen yang diajukan Alano kemarin.
"So? Ada apa dengan Mr. Vasquez ini, Lena? Kau tahu bahwa aku sahabatmu dan sahabat tidak seharusnya menyimpan rahasia terhadap satu sama lain, bukan?" Ternyata sedari Allena mengamati dokume itu, Ella diam diam mendengar apa yang Allena ucapkan barusan.
Allena langsung mengangkat kepalanya yang semula menunduk menjadi tegap.
"Apa yang kau lakukan disini Ella? Bukannya kau harus mencari tiket untukku pulang ke Madrid minggu depan?" Allena berusaha tidak menjawab pertanyaan Ella tadi karena Ia tahu ujungnya akan seperti apa.
"Come on, Lena. Kau tahu bahwa kau bisa menaiki private jet milikmu itu kapanpun, untuk apa aku mencarikanmu tiket untuk pulang ke Madrid jika kau mempunyai private jet lengkap dengan pilotnya dan lain lain?" Jawab Ella yang langsung membuat Allena hanya terdiam. Ella yang merasa aneh dengan acara diam diaman itu pun mulai membuka suara lagi.
"Bagaimana jika aku menemanimu ke Madrid? You know, I haven't seen Marcus in a long time, I think it'll be nice if I come to Madrid with you." ujar Ella yang diikuti senyuman manis dari bibirnya itu.
"Sure, that's a great idea!" sahut Allena yang juga diikuti senyuman termanis yang mampu gadis itu berikan.
***
Hampa. Itu yang setiap hari Allena rasakan dalam hidupnya. Allena sendiri tidak mengerti mengapa Ia merasa seperti itu karena jika dilihat, Allena mempunyai hidup yang sempurna. Keluarganya yang dikenal oleh hampir seluruh pebisnis di dunia, Hubungan Ayah dan Ibunya yang makin hari makin membaik setelah kejadian 12 tahun lalu. Wajah dan badan yang cantik bak model juga dimiliki oleh gadis itu, tidak ada kekurangan dalam hidupnya yang sekarang.
Hanya satu hal yang dari dulu tidak pernah Allena rasakan, cinta. Ayahnya selalu bertanya kapan Ia akan jatuh cinta dan menikahi seseorang agar bisa memberi Ayah dan Ibunya itu cucu. Setiap kali Ayah menanyakan hal itu padanya, Ia hanya menjawab dengan sekedar 'masih ingin aktif bekerja,papí.' atau 'Your little girl is not ready, papí.'
Kenyataannya, Allena Rosalia Gonzalez's worst fear is falling in love with the wrong person. Or, just falling in love in general. Allena selalu menghindari yang namanya cinta dari dulu. Bukannya tidak laku, jika Allena sewaktu waktu siap untuk jatuh cinta, Ia hanya tinggal memilih pria dari deretan kelas atas sampai kelas bawah. Dan bukannya tidak percaya dengan cinta, Ia percaya dengan cinta. Hanya saja, Ia takut.
Allena takut jika suatu saat Ia memberikan hatinya kepada seseorang lalu tiba tiba seseorang itu berbalik meninggalkan Allena dengan hatinya begitu saja, Ia takut. Seumur hidup Allena, sumber cinta yang Allena milikki adalah Ayahnya-Marcus dan Ibunya-Lorena.
Bunyi ponsel Allena membuat Allena tersadar dari lamunannya,
"Hola, Allena" ucap pria diseberang sana dengan senyuman licik khasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Marry The Devil
Romance"Don't you ever come near me, devil. Aku membencimu dan aku yakin kau tahu itu!" ucap Allena setengah berteriak. "I am the devil and you are the devil's lover, My Allena." bisik Alano di telinga Allena. "No, in your wildest dream. I will never be th...
