CHAPTER 5 - IS THIS A DATE?

4K 127 9
                                        

Barcelona, Spanyol

Allena terlelap di atas king size bed yang terletak di tengah kamarnya, dengkuran kecil seringkali terdengar dari gadis itu. Ia baru saja sampai di Barcelona jam 3 dini hari tadi.

Seorang wanita paruh baya mengetuk pintu kamar Allena. Yang bukan lain adalah Maya, pelayan pribadinya di mansion tersebut.

"Ms. Gonzalez, ini sudah jam 9 siang," ucap Maya di balik pintu tersebut.

Allena mengerjapkan kedua matanya yang indah. Manik berwarna hijau keabu-abuan itu membulat dengan sempurna saat mendengar ucapan Maya. Damn! aku akan telat meeting dengan Luciano Management, batin Allena sambil mengumpat dalam hati.

"Yes Maya! Aku sudah bangun!" seru Allena sebelum Ia turun dari tempat tidurnya dan dengan cekatan, Ia berlari kecil menuju kamar mandi.

BRUK!!

Allena meringis kesakitan, bokongnya menyentuh lantai kamar yang dibalut karpet. Kaki jenjangnya tadi tersandung kursi meja rias yang terletak persis di sebelah pintu kamar mandi. Gadis itu langsung buru-buru berdiri dan berjalan tergopoh-gopoh menuju kamar mandi, tanpa memedulikan kakinya yang sekarang membengkak.

***

Allena berjalan turun tangga dibantu oleh Maya, Ia masih saja menghiraukan kakinya yang nyeri dan membengkak demi menghadiri meeting dengan Luciano Management.

"Thank you, Maya." tutur Allena saat mereka berdua sudah mencapai anak tangga terakhir.

"My pleasure, Miss. Apa anda ingin sarapan?"

"Sudah berapa kali aku memintamu untuk memanggilku Allena saja, Maya? Aku sudah menganggapmu seperti temanku, bukan pelayan." ucap Allena, kedua sudut bibirnya terangkat lembut.

"Saya tidak pantas, Miss."

"Yes you do, Maya."

Maya baru saja ingin membalas ucapan Allena namun terhenti ketika dering ponsel Allena berbunyi.

"Halo?" ucap Allena saat Ia mengangkat panggilan tersebut.

"ALLENA! BAGAIMANA BISA KAU MASIH SAJA MAMPU MEMBUATKU MEMARAHIMU KARENA KAU TELAT MEETING DENGAN LUCIANO MANAGEMENT SAAT AKU SEDANG BERADA 622,1 KILO METER JAUH DARIMU?! FOR GOD SAKE, LENA!"  suara Ella yang sedang mengamuk terdengar di seberang telepon, Allena bergidik ngeri.

"KAU DIMANA?! SEGERA KE KANTOR SEKARANG, AKU TIDAK MAU TAHU! CEO LUCIANO MANAGEMENT SUDAH MENUNGGUMU LEBIH DARI SETENGAH JAM!" omel Ella lagi. Tidak lama setelah Ella mengucapkan itu, Ella memutus panggilan itu sepihak.

"Maya! Mobilku ada diluar kan?" seru Allena pada Maya yang saat ini sedang menunduk.

"Miss tidak mau sarapan? Miss tidak mau di supiri saja? Kaki Miss sudah tidak sakit?" tanya Maya panjang lebar.

Allena mengacak rambutnya frustasi, "No, no, and no Maya! Bisa kau tolong ambilkan kunci mobilku? Aku sudah telat meeting!" Maya hanya mengangguk lalu berlari menuju tempat Allena meletakkan kunci mobil.

Setelah mendapatkan kunci mobil, Allena langsung berlari tergopoh-gopoh keluar.

***

Gadis bertubuh mungil bak model itu baru saja sampai di kantor GDC. Ia masih menghiraukan kakinya yang sekarang tambah membengkak dan nyeri.

Marry The DevilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang