Waktu itu senja menyapa, aku duduk di beranda
Sementara kau masih asyik dengan mimpi - mimpi buaya
Matahari itu semakin memerah, marah
Dan kau masih tenang duduk di berandamu
Dan aku, di berandaku
Senja kala itu hangat membasuh rinduku
Sementara aku tahu kau tidak pernah mampu
Jadi aku duduk saja,
di beranda
Ribuan senja kemudian berlalu
Sendirian tanpa sapaanmu.
Hanya ada kopi dan sendu
Ya, itu
Debu - debu pun tertiup angin senja
Namun mereka tak pernah sirna
Debu - debu senja,
akan kukirim sendiri ke neraka.
7.07 pm
29.11.17|One Month Ago.
