Happy Reading 😊
Ada rasa tidak suka saat Jeon Jungkook, perempuan yang luar biasa cerewetnya tersenyum namun bukan dihadapannya seperti biasa, Jeon Jungkook tertawa bersama teman-temannya. Berpegang mesra dengan makhluk bermarga Kim yang lain. Taehyung tak sadar, tangannya sudah terkepal, dua-duanya malah.
Dadanga bergemuruh, ada rasa hilang mengingat biasanya Jungkook sudah rewel dengan rengekan saat ia membaca komik atau berada di kantin, setiap waktu luang bahkan Jeon Jungkook selalu ada di dekatnya. Namun saat ini?
Tepat setelah satu minggu lebih 4 hari, semenjak Jungkook yang pamit pergi. Kini perempuan itu tak lagi gencar mengatakan cinta, seolah-olah tak pernah sesuatu hal terjadi diantara keduanya. Pernah Taehyung ingin bertanya, namun egonya yang tinggi sanggup bertahan, kekeuh di urutan paling atas.
Apalagi melihat Jungkook yang melewatinya begitu saja tanpa sapaan yang biasa ia dapatkan, rasanya Taehyung mencelos. Melihatnya tertawa dengan bebas saat melewatinya, bergandengan tangan dengan Mingyu membuat hatinya panas.
Harusnya, Taehyung lega. Bukankah yang ia harapkan sudah terpenuhi? Jungkook yang menjauh justru membuat hatinya tak tenang. Jungkook yang biasa ia acuhkan, kini tak lagi menjadi pengganggu di waktu makannya. Taehyung merasa kehilangan.
Rasa pongah, kepercayaan diri terhadap Jungkook membuatnya mudah sekali menghancurkan hati seorang Jeon Jungkook, adik kelas yang terlampau polos dibalik topeng begundalnya. Tak pernah terpikirkan dalam benak, jika Jungkook akan pergi menjauh darinya. Tak pernah tahu, jika harinya akan sesepi ini, pucat tak berwarna. Dan ia tak sadar, hatinya itu bergemuruh karena cemburu.
"Jeon, kenapa kau suka sekali tawuran?"
"Arggh, perih sekali kak Tae. Aku tahu kau tidak suka padaku, tapi jangan kau buat aku semakin sakit karena luka ini. Kalau tak berniat mengobatiku tak usah, aku akan pergi ke rumah Mingyu."
Taehyung dan Jungkook, di depan apotik dengan kain perban dan obat merah, jelas untuk mengobati si pelaku tawuran. Saat nama Mingyu terdengar, hatinya semakin panas maka dengan keras ia menggenggam pergelangan tangan Jungkook.
"Maaf, kemari ku obati lukamu Kook, aku janji tidak akan sesakit tadi."
Lemah Taehyung, Jungkook kembali duduk di emperan toko obat yang sepi. Perlahan lukanya di tepuk ringan dengan kapas dan obat merah, Jungkook meringis perih.
"Kuulangi, kenapa kau suka tawuran?"
Taehyung masih mengobati luka di sudut bibir Jungkook. dalam jarak sepersekian inch dan ia baru sadar bahwa Jeon Jungkook memiliki mata yang indah.
"Suka."
Bohong, Jeon Jungkook lalu mengalihkan pandangan. Tidak ingin bersitatap dengan orang yang ia cintai, sampai detik ini.
"Kenapa menjauh?"
Runtuh sudah harga diri Kim Taehyung, keegoisan yang dianutnya telah hilang akan rasa penasaran terhadap Jeon Jungkook yang berpaling.
"Bukankah itu yang kau mau? Aku menuruti semua kemauanmu kak Tae, aku pikir kau menganggapku terlalu rendah, aku kecewa pada diriku sendiri yang tidak bisa berhenti mencintaimu meski kau berulang kali menyakitiku. Bahkan detik ini, jantungku berdetak kencang masih seperti biasa saat menghadapimu. Kau tidak tahu betapa tersiksanya aku?"
Jungkook menatap Taehyung, sorot matanya jelas mengandung rasa cinta yang berbaur dengan kecewa. Netra-nya berkaca-kaca, bibirnya bergetar dan tangan Jeon Jungkook terkepal meremas jaket hitamnya.
"Tidak, bukan begitu Jungkook."
Taehyung meraih tangan Jungkook.
"Aku, aku tidak ingin kau pergi menjauh. Kau tidak boleh pergi disaat aku mulai terbiasa melewati hari, menghabiskan waktu dengan kau yang ada bersamaku."
Jungkook melihat mata Taehyung dalam, tidak ada kebohongan. Kemudian menutup matanya, satu tetes air matanya turun.
"Aku cemburu, Jeon Jungkook. Aku ingin kau yang seperti biasa."
Jelas Taehyung, kemudian menangkup pipi Jungkook. Mengusap pelan luka disudut bibir, memangkas jarak yang dekat menjadi begitu dekat. Pelan, ciuman itu sampai pada belah bibir yang bergetar menangis. Tidak ada lumatan, murni perasaan ingin membagi, tidak ingin Jungkook perih pada lukanya.
"Maafkan aku Jeon Jungkook."
Plakkk
"Aku bukan jalangmu, Kim Taehyung!"
Tbc
Hei, diriku baru update. Niatnya mau siang ternyata acara sampai sore, gasempet buat nulis hehe
Adek uwe dicium seenaknya aja hmmm 😑
Lagi streaming mama, tiap yang ga suka ku nulis wkwk
Congratulation my 7 idiots boys 😘😘😘
Rekomendasiin dong tempat yang asik buat travelling, asal masih di Indonesia aja.
Btw, thanks ya kalian😘😘
Yuk voment
KAMU SEDANG MEMBACA
persígueme ; VKook
Short StoryJeon Jungkook tidak tahu alasan apa yang menjadikannya bersikeras mengejar cinta seorang senior di SMA-nya. Obsesi cinta pertama-kah atau obsesi cinta monyet? karena Taehyung, menganggapnya terlalu naif.
