"Ta gue depan rumah lo nih" ternyata itu via teman ku
Aku membuka pintu mengajak via dan aldi masuk ke dalam rumah aku pergi ke dapur mengambil beberapa makanan kecil dan minuman
"Wih gausah repot repot ta gue kesini kan cuma mau bawa zero jalan" ucapnya sambil mengambil makanan yang ada di tanganku
"Basa basi aja lo vi" ku sodorkan makanan ku pada nya
"Haha muka lo kenapa kusut amat ta?" Tanya nya
"Gapapa gue lagi males ngapa ngapain aja nih vi"
"Ga asik lo ta,yakin lo gamau cerita ke gue? Gue tau kalo lo kaya gini pasti bara lagi nih urusannya" sambil memakan makanan yang ada di meja
"Iya gitu lah gue gatau harus gimana sekarang"
"Ngapain sih lo masih mikirin cowok yang jelas jelas udah ga sayang lagi sama lo,mendingan lo cari cowok yang satu sekolah biar bisa di traktir terus hahaha" dia tertawa menghiburku
"Enteng banget lo ngomong" aku sedikit kesal
"Haha sory sory udah ikut ajalah ayo sama kita dari pada lo galau karena cinta" dia mengajak ku pergi keluar
"Yaudalah bentar gue ganti baju dulu,lo bawa zero dulu ada di ruang belakang lo ambil aja ya"
"Nah gitu dong itu baru namanya tata"
Akhirnya aku pergi keluar bersama via aldi dan zero untuk berkumpul bersama teman teman penyuka reptil di kotaku. Tanpa sengaja aku melihat bara membonceng wanita yang tidak aku kenal aku buru buru mengeluarkan ponselku dan mengirimnya pesan
"Apakah kamu benar benar pergi ke bandung hari ini?"
Tak ada balasan satu pun aku sudah tak sabar ingin pulang ke rumah perasaan ku sudah tak enak aku ingin menangis jika memang itu adalah bara pacarku
"Tata lo kenapa?" Tanya via yang menepuk pundak ku
"Via gue kayanya pulang duluan nih"
"Ko pulang ada apa emang nya ta?"
"Gapapa gue ga enak badan vi"
"Bentar lagi dong gaenak nih sama yang lain"
"Gue gabisa vi gue balik duluan ya" aku bergegas pulang dan membawa zero
Sesampai nya di rumah aku hanya menangis dan membayangkan bara yang sedang asik membonceng wanita lain,aku berpikir itu hanya ilusi atau memang itu nyata
Ponselku berbunyi Bip... Bip
"Maaf ta aku baru bales pesanmu aku benar pergi ke bandung ponselku low jadi aku baru mengabarimu" pesan yang aku kirim pukul 14.00 dia balas pukul 21.00
Dia tidak tau bagaimana aku menahan tangis di depan teman temanku,dia tidak tau bagaimana aku menunggu pesan dari nya,tapi dia seenaknya membalas pesanku kapan saja yang dia mau. Aku sedikit tidak percaya aku hanya menangis dan mendiamkan pesannya tanpa aku balas hingga tak sadar aku tertidur dan alarmku berbunyi tepat pukul 06.00 pagi aku bangun dan bergegas mandi
"Nah gitu bangun nya pagi jadi masih bisa sarapan di rumah" sambut ibuku yang senang karena aku bangun pagi
"Hehe iya mah doain aku biar kuping nya bisa denger alarm terus ya"
"Mau ada alarm atau engga kamu bangun nya tetep siang" dengan wajah yang sedikit tersenyum
"Hehe mamah bisa aja aku jadi malu kan"
"Loh loh itu matamu kenapa ko bengkat gitu?" Tanya ibuku
"Gatau mah di kencingin kecoa kali" aku sedikit berbohong
"Ada ada saja yaudah sarapan dulu sebelum saudara kamu menjemput"
Seperti biasa ari sudah menungguku depan rumah dengan motor kesayangan nya namun dengan wajah yang sedikit senang karena aku tepat waktu,aku jalan menghampiri nya
"Tumben nih tuan putri bangun pagi nanti siang bisa hujan badai nih haha" dia mengejekku dengan tawa yang sangat puas
"Apaansi ayo berangkat" aku sedikit kesal
Sesampai nya di sekolah aku temenung dan hanya diam saja selintas bayangan bara kembali muncul di benak ku ponsel ku berdering
Bip.. Bip...
YOU ARE READING
LOVE IS REAL
RomanceBerawal dari aplikasi pesan singkat dan hobi yang sama akhirnya tata kembali percaya bahwa cinta itu ada dan nyata "Kalau gitu kita pacaran yuk"
