Kesedihan itu kembali

176 6 6
                                        

"Ta kamu gapercaya aku kebandung ya? Kenapa Pesanku semalam tidak kamu balas?" Tanya seseorang di balik layar ponselku ya benar itu bara pacarku
"Bandung nya pindah ya bar ko kemarin kita masih satu kota"
"Maksudnya ta?"
"Udahlah bar ngaku aja aku tau kamu kemarin ada disini gapergi ke bandung kan"
"Jadi kamu gapercaya sama aku ta?"
"Terserah kamu ya bar aku cape sekarang"
"Oh kamu cape ta?"
Bel berbunyi tanda pelajaran akan segera di mulai,aku masuk ke kelas dan membiarkan pesan dari bara,tiba tiba temanku monica menghamipiriku dia duduk di sampingku
"Ta gue mau ngasih tau lo,kemarin gue liat bara makan sama cewek gue ga kenal cewek nya siapa" ucap temanku yang meyakinkan ku
"Lo salah liat kali kemarin bara ke bandung" aku meyakinkan temanku bahwa itu bukan bara
"Kalau lo ga percaya nih gue ada foto nya kebetulan gue satu tempat makan sama bara jadi gue sempet fotoin mereka" monica menyodorkan ponsel nya pada ku untuk meyakinkan bahwa itu adalah bara

Seketika aku langsung keluar dari kelas ketika sedang jam pelajaran di mulai aku pergi ke toilet aku menangis ternyata benar dugaan ku bara selingkuh di belakangku dia bohong padaku devi sahabatku datang menghapiriku di toilet
"Ta udah lo jangan nangis masih banyak ko yang mau sama lo udah biarin cowok pengecut kaya bara ga pantes lo tangisn ta" devi memeluk dan menguatkan aku
"Tapi dev gue ga rela kalau cara nya kaya gini kenapa dia ga ngomong kalau dia udah bosen sama gue lo ga rasain gimana sakit nya jadi gue apa salah gue dev apa " aku nangis sejadi jadinya aku memeluk devi hingga air mataku terus menetes
Hingga akhirnya jam pulang tiba aku pulang bersama devi,ternyata selama ini aku telah di bodoh bodohi oleh lelaki pecundang seperti bara setelah pengorbananku berikan untuk nya ternyata hanya sia sia. Sesampainya di rumah aku mengirim pesan pada bara

"Semua sudah jelas adanya bar aku sudah cukup kamu bodohi sudah cukup kamu sakiti selama ini aku telah salah menilai kamu yang ku anggap lelaki yang hebat,namun ternyata kamu pengecut aku memilih untuk berhenti mecintaimu" aku mengirim pesan pada nya sambil menangis terisak isak
Tak lama ponselku berdering aku tau pasti bara membalas pesanku

"Apa yang kamu maksud ta?" Dia membalas pesanku tanpa perasaan bersalah
"Apakah kamu tidak paham dengan apa yang aku jelaskan?"
"Oh aku mengerti,baiklah jika memang itu yang kamu inginkan"

Dengan enteng nya dia membalas pesanku seperti itu,hati ku semakin hancur aku semakin tak karuan lelaki yang selama ini aku cintai ternyata tidak mencintaiku sepenuhnya aku sedih hingga berlarut larut ternyata selama ini aku tidak pernah di hargai tak terasa sudah semakin lama aku bersedih. Waktu berlalu begitu cepat sampai kesedihan itu hilang dan tak terasa ujian sekolah ku akan segera tiba hanya tinggal dua minggu lagi aku harus mempersiapkan diri ku untuk mengikuti ujian nasional

"Ga kerasa nih ujian tinggal dua minggu lagi ya ta" putri berbicara padaku
"Iya put nanti pasti bakalan kangen banget sama putri devi aina rani kangen temen temen yang lain nya juga" sambutku sambil memeluk putri

"Ta lo jangan sedih sedih lagi ya apalagi nanti kita bakalan jarang banget kaya gini" rani yang muncul dari belakang dan ikut memeluk ku
Hari yang di nanti nanti akhirnya datang,ya ujian nasional telah di depan mata,seluruh siswa degdegan luar biasa aku mengerjakan soal satu persatu, hingga tak terasa ujian akan segera berakhir dan kami tinggal menunggu hasil ujian itu.
Hasil ujian telah keluar kami semua lulus dengan nilai yang sempurna kami mulai sibuk mengurusi berkas berkas untuk masuk ke Universitas favorit. Berbeda dengan ku aku hanya santai dan tidak mengurusi berkas seperti teman yang lain nya. Hingga ibu ku menegurku

"Nak ko kamu belum ngasih liat brosur tempat kuliah mu nanti" tanya ibu ku
"Oh itu mah iya nanti aku bawakan lagian aku tidak terlalu berminat masuk PTN " jawabku yang sedikit acuh
"Loh kenapa begitu?"
"Aku bisa bebas memiilih universitas mana saja kan mah?"
"Iya asal jangan yang jauh"
"Nah ini ada satu brosur tata pengen masuk ke universitas ini mah"aku menyodorkan brosur pada ibu ku
"Loh ini kan sekolah tinggi penerbangan,kamu yakin ingin masuk kesini nak?"
"Iya mah tata pengen masuk ke situ saja" pintaku sedikit berharap
"Mamah ga ngizinin kamu masuk sini lagian ini jauh juga bagaimana kalo masuk ke dokteran saja yang dekat dekat sini" ibu merayuku agar aku mau masuk universitas kedokteran yang ibu mau
"Tata ga minat jadi dokter mah,tata gamau" aku sedikit kesal
"Ya kalo begitu kasih opsi yang lain jangan yang jauh jauh"
"Nah kalo ini bagai mana mah?Ini kan deket sama rumah kita yang di bogor" aku sudah yakin ibu pasti mengizinkan ku
"Mamah gamau kamu tinggal disana lagi yang deket deket sini kan univeristas banyak"
Aku pergi ke ruang kerja ayahku dan mengajak ayahku mengobrol bersama aku dan ibu
"Ayah tata mau masuk universitas ini masa sama mamah gaboleh padahalkan ini juga deket yah"
"Turutin saja kata mamah mu nak" ayahku membela ibu ku
Aku pergi masuk ke kamar dengan sedikit kesal karena pilihan kedua dua nya tidak membuahkan hasil. Ku buka ponselku dan membuka salah satu aplikasi chatingku satu pemberitahuan ada satu nama yang ingin menjadi temanku
"Albi Ibrahim ingin mengundang anda untuk mengobrol"
Tanpa pikir panjang aku mengkonfirmasi undangan tadi, tak ada perasaan apapun saat itu pada nama yang mengajak ku mengobrol di aplikasi chating ku
Bip....bip satu notifikasi albi membalas sebuah komentar status BBM ku
"iya bahagia aja susah apalagi tidur"
Aku berpikir " apakah orang ini ingin mengobrol denganku?" Lalu ku balas komentar nya
"iya bahagia itu susah ya" Dari situ kami mulai setiap hari menjalin komunikasi lewat aplikasi pesan singkat itu hingga membahas hobi,kesukaan,pendidikan,pekerjaan, bahkan keluarga kami membahas apa saja yang membuat kami merasa senang

"Ular nya bagus ya" ucapnya lewat BBM
"Makasih,itu waktu zero masih kecil" balasku pada nya
"Aku dulu juga punya ular cuma sudah ku jual"

Ternyata hobi kami sama kami penyuka hewan jenis reptil,tanpa kami sadari kami semakin hari semakin dekat aku sudah merasa nyaman dengan nya entah bagaimana cara dia membuat aku nyaman kembali pada lelaki setelah sekian lama aku tidak ingin lagi dekat dengan lelaki namun tiba tiba dia muncul memberi kehangatan dan kenyamanan yang luar biasa
Bip... Bip suara ponsel ku di meja bergetar
"Hai tata semalem udah tidur nih,aku terbiasa bangun siang soalnya kalau bangun pagi bingung mau ngapain hehe" pesan di balik layar itu adalah albi
Aku sangat senang ku balas pesan nya dengan penuh keceriaan " haha jam segini baru bangun liat jam tuh udah jam 12.00 siang nanti rezeki nya di patok ayam"
"Mana ada rezeki di patok ayam,eh udah siang yah shalat dulu yuk nanti kita bisa lanjut chat lagi" dia mengajku untuk shalat meski tidak langsung
"Oke deh ayok"

LOVE IS REALStories to obsess over. Discover now