Chapter 5

228 15 2
                                    

Jangan datang lalu pergi, jangan berbahagia lalu menyakiti

*****

Acara terakhir, dansa. Aku yang biasanya berdansa dengan ali, sudah 3 tahun aku hanya berdiam diri. Sambil melihat semua pasangan berdansa, aku memutuskan untuk mengirim pesan pada ali " Ali, makasih atas kadonya. Oiya, bolehkah aku mengirim pesan padamu setiap aku melakukan sesuatu? Aku rindu pada kenangan yang dulu, dimana aku selalu bercerita padamu tentang apa yang kualami, tak apa kau tak membalas pesanku, yang penting kau membacanya. Aku hanya ingin bercerita padamu ali. Ali, tahukah kamu? Kemarin aku bertemu Dimas. Sudah 2 tahun aku tak pernah mengunjungi tama aprill karena aku takut akan teringat dirimu. Dimas sekarang berumur 7 tahun, dia masih ingat pada kita. Dia selalu menanyakan kabarmu dan keberadaanmu. Dia ku undang di hari ulangtahunku. Dia moodboster ku saat ini. Cepetlah kembali ali, aku rindu padamu. Aku mencintaimu"

"Kak prilly kok gak dansa??" Tanya dimas yang melihatku berdiam diri di kursi hanya memainkan ponselku.

"Eh dimas, lagi mau disini aja" jawabku.

"Gaada bang ali ya? Sebenarnya bang ali kemana sih? Tanya dimas dengan polosnya.

"Ke amerika sayang, nih kamu mau ngomong gak sama bang ali? Sms dia nih" ucapku menghibur dimas sekaligus menghibur diriku sendiri. Ku berikan ponselku pada dimas dan ku cantumkan nomer telfonnya. Dimas sibuk mengetik pesan pada ali. "Bang aliii ini aku dimaaasss.. bang ali kapan balik kesini? Aku kangen sama abang. Kasian bang kak prilly diam terus aku liat. Dia aja gak ikut dansa, cuma ngeliatin doang. Kak prilly kayak bukan kak prilly yang dulu aku liat, yang selalu ceria. Kak prilly keliatan kesepian walaupun dia gak nunjukin perasaan itu" setelah mengirimnya untuk ali, dimas mengembalikan ponselku. Karna penasaran apa yang dimas kirim, aku membuka pesan tersebut. Aku tersenyum sambil menahan air mataku agar tidak keluar. Dimas tau perasaanku, walaupun aku selalu berusaha ceria di depanya. Aku tak bisa berbohong ke anak kecil. "Kak prilly jangan nangis dong.. isi sms ku salah ya? Maaf kak. Dari pada sedih, dansa yuk sama aku??" Tanya dimas menarik tanganku.

Saat ini aku sangat tak ingin berdansa, tapi apa daya aku tak bisa menolak permintaan Dimas. Akupun berjalan denganya ke tengah area dansa.

Selama berdansa,aku hanya memikirkan ali, sampai-sampai saat Dimas memanggilku, aku tak sadar. Dimas menyadari sikap ku yang aneh, walaupun dia masih kecil, Dimas tau kalau aku sedang memikirkan ali dan Dimas tau apa yang harus dia lakukan untuk menghiburku. "Kakk prillyy... Ke taman aprill yuk" ajaknya sambil menarik tanganku. Aku hanya menuruti permintaanya tanpa menjawab satu kata pun. Dimas berjalan menarik tanganku dan menyuruhku duduk ditempat yang biasanya aku dan ali duduki.

"Kita mau ngapain?" tanyaku yang berusaha ceria didepan Dimas.

"Kakak tutup mata deh" ucapnya, aku sedang tak mood untuk diajak bermain, tapi aku menuruti permintaanya.

"Udah"jawabku. Dimas menyuruhku menghitung sampai hitungan kelima, saat hitungan kelima mereka menyuruhku membuka mata. Saat kubuka mataku terlihat beberapa taburan bunga mawar dan kain putih bertuliskan " HAPPY BIRTHDAY KAK PRILLY". Suprise ini Dimas rencanakan bersama temannya, dan dia putar lagu yang berjudul You And I- One Direction yang aku cover bersama ali. Lagu itu membuatku teringat akan ali. Dimas yang berdiri disampingku dan siap untuk kupeluk. Akupun memeluknya dan berkata "makasih dimmas..... Adikku tersayang".

Saat aku sedang memeluk Dimas, tiba-tiba rasa ngantuk menyerangku. Akupun mengantar Dimas pulang dan aku kembali kerumah untuk membereskan bekas party dan segera tidur.

Dikamar seperti biasa, sebelum tidur aku memandangi foto ali yang kutaruh di lemari sebelah kasur. Aku meraih ponselku dan berniat untuk mengirim pesan pada ali. " Ali, kau tau?Dimas memberi kejutan padaku ditaman aprill, dia sama kreatifnya denganmu saat memberi suprise untukku. Dia memutar lagu cover You and I yang kita nyanyiin ditaman aprill. Cepatlah kembali sayang!" pesan singkat yang kukirim kepada ali. Aku memejamkan mataku dan tertidur pulas.

Pagi hari aku terbangun karena kepalaku terasa pusing,aku berkaca dan tepat sekali, mataku sembab karena kemarin aku menangis. Kalau habis menangis, kepalaku akan terasa pusing. Aku merebahkan diriku untuk meredakan rasa pusing ini. Ada motif whatsapp yang ponselku terima, saat aku ingin membuka lockscreen terlihat fotoku dan ali yang memang kujadikan wallpeper. Aku tersenyum melihatnya dan membuka whattsapp dari gritte.

"Prill PIM yukk, gue bosen nih. Lu gaada kuliah kan?" tanya gritte.

"Ayokk, gue juga bosen. Berdua ajaa??" tanyaku yang menerima tawaran dari gritte walaupun kepalaku sedikit pusing. Mungkin dengan berjalan-jalan pusingku akan hilang.

"Ajak kevin dehh, kasian tuh anak lagi gabutt dirumah katanya hahahaha" balas gritte.

Setelah chat dengan gritte, aku segera bersiap untuk pergi ke PIM. Gritte yang akan menjemputku.

1 Jam kemudiann aku sudah bersiap dan menunggu gritte sambil menonton tv "Diiinn" bunyi klakson mobil gritte terdengar didepan pintu gerbang. Aku pamit kepada mama dan berlari kecil ke mobil gritte. Di dalam sudah ada kevin yang menyetir. Selama diperjalanan kevin berhasil membuat keadaan di mobil penuh dengan canda tawa. Kevin, sahabat ali yang memang lucu dan mampu membuat semua orang tertawa.

Sesampainya di PIM, kita mencari makan dan berencana untuk nonton "Guardians Of The Galaxy"°SKIP°

*****

Hello gaiss:)
Jangan lupa selalu tinggalin jejak berupa Vote dan Comment :)

Maaf ya gais sekarang aku jarang next karena banyak tugas. Tapi aku janji bakalan next ya sampe 50Chapter!!
Bantu doa yaa:v

Can You See MeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang