"Cowok yang sempurna nggak butuh cewek yang sempurna juga, karna yang dia cari bukan kecantikan materi, tapi kecantikan hati."
-Noval Adrian-
.
.
.
.
Jangan lupa vote dan comment yaa
Happy Reading!
* * *
Sorakan para kaum hawa meledak di seisi lapangan basket. Bukan karena tim basket baru menang, tapi karena satu orang—Noval—sedang berlari mengelilingi lapangan hanya dengan kaos dalam polos.
Keringat membasahi kain tipis itu, menempel di kulitnya, mempertegas bentuk tubuhnya yang atletis dan otot perut six-pack yang tampak jelas.
"Noval ganteng banget, gila!"
"Anunya six-pack parah!"
"Subhanallah, kapan lagi bisa liat ciptaan-Mu ini?"
Noval tersenyum tipis, lalu menggeleng pelan. Dia tak benar-benar mengerti apa yang membuat orang begitu terpikat.
Wajahnya? Badannya? Itu semua hanya fisik.
Apa-apa lihatnya materi, bukan hati, batinnya.
Begitu putaran terakhir selesai, dia berjalan ke pinggir lapangan untuk mengambil kemejanya yang tergeletak di kaki ring. Dia baru saja duduk untuk mengatur napas ketika dua gadis berpenampilan feminin menghampirinya.
"Noval..." panggil salah satunya.
Noval mendongak, mengusap keringat di pelipisnya. "Kenapa?"
Gadis itu tersenyum manis sambil menyodorkan sesuatu.
"Buat kamu," ujarnya, menyerahkan sebotol minuman dingin dan sepotong roti.
Noval menatap sebentar, lalu menggeleng. "Sorry, gue nggak bisa."
Kening gadis itu berkerut. "Loh, kenapa?"
"Nggak usah tanya. Lo tau kan kenapa gue nolak?" ucap Noval santai.
Gadis itu melirik temannya, saling bertukar pandang, sebelum akhirnya mengangguk ragu. "I... iya."
"Udah, kapan-kapan aja ngobrolnya," kata Noval sambil berdiri, lalu berjalan ke ruang loker untuk berganti baju. Hari ini, dia berencana menemui Risa di kantin.
Entah Risa, entah tuh cewek barusan... sama-sama suka nyari masalah sama gue, gumamnya dalam hati.
* * *
"Sumpah ya, tadi tuh Noval body goals banget!" seru Fay, matanya berbinar-binar seperti habis menemukan harta karun.
"Lu kira badan cewek, body goals," sahut Dara, mengangkat sebelah alis sambil melirik temannya itu.
Fay hanya terkekeh. "Sama aja, Bun. Badannya bagus."
Selama menunggu pesanan mie ayam bakso dan es teh manis datang, Fay tak berhenti berceloteh panjang lebar. Suaranya yang penuh semangat membuat suasana meja mereka cukup mencolok dibandingkan meja lain di kantin.
Agita dan Dara, yang duduk berhadapan dengannya, hanya bisa saling pandang lalu menghela napas. Mereka sudah terlalu sering melihat tingkah Fay seperti ini sejak masuk tingkat atas.
Namun kali ini, perhatian Fay beralih ke gadis di sebelahnya Risa yang sedari tadi diam seperti tak terganggu sama sekali oleh ocehan heboh itu.
"Ris," panggil Fay sambil menyikut pelan lengan temannya, "masa lo nggak klepek-klepek sih sama dia?"
Risa mengangkat wajahnya. "Dia?" tanyanya singkat.
"Ya Noval lah, Ris. Emang siapa lagi?" Fay memutar bola matanya, seolah jawaban itu sudah jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
CLOSED HEART (COMPLETED)
Novela Juvenil#3 SMA (05/06/2022) Clarissa Anindya dikenal sebagai gadis cerdas, pendiam, dan keras kepala-terutama soal urusan hati. Ia membangun dinding setinggi langit untuk menjauh dari segala bentuk perasaan, terutama yang datang dari laki-laki. Tapi Noval A...
