01| Lelaki Itu Lagi

3.1K 261 183
                                        

"Percuma ganteng, kalo cuma buat tebar pesona doang."
-Clarissa Anindya-
.
.
.
Jangan lupa vote komennya
Happy Reading!

* * *

Clarissa Anindya, biasa dipanggil Risa oleh teman-teman sekelasnya. Dia adalah tipe gadis yang lebih memilih diam ketimbang ribut tanpa arah. Sifatnya dikenal cuek, pendiam, dan sayangnya... ceroboh.

Seringkali teman-temannya dibuat geleng-geleng kepala karena ulahnya yang tidak terduga, apalagi di kelas XI IPS 1, tempat dia duduk sekarang.

Bel masuk sudah berbunyi beberapa menit lalu. Seperti biasa, program literasi pagi dimulai. Semua siswa mulai membuka buku nonpelajaran masing-masing. Suara halaman dibalik, bisik-bisik kecil, dan aroma kertas buku memenuhi kelas.

Kecuali satu orang.

Dengan santainya, Risa menelungkupkan wajah di atas meja, kedua lengannya menjadi bantal sementara pikirannya masih separuh terbang di antara kantuk dan dunia nyata.

Semalam, dia baru tidur lewat pukul satu dini hari karena terlalu larut membaca cerita di Wattpad. Kebiasaan buruk yang selalu berulang tapi tak pernah dia pernah sesali walaupun tanpa sadar kantung matanya masih keliatan menghitam meski menggunakan polesan sedikit makeup untuk ditutupi.

"Ris?" Suara lembut tapi tergesa itu menyapa dari samping.

"Risa..." Nada suara itu lebih tegas.

"Hmm," gumam Risa malas, masih enggan membuka mata.

"Tugas sejarah lo udah belum?"

Dengan malas, Risa mengangkat wajahnya. Setengah kesal karena diganggu, tapi tak cukup energi untuk marah.

"Udah," jawabnya singkat.

"Coba liat dong, gue mau nyamain," kata Dara, teman sebangkunya—sembari menyengir.

Risa mendesah. Masih mengantuk, tapi tidak tega jika menolak. Dia duduk lebih tegak dan menguap sambil menutup mulutnya, lalu berbalik untuk meraih tas di belakang kursi. Tangannya mulai mengacak-acak isinya... lalu terhenti.

Matanya membulat.

Buku gue mana?!

Panik menyergap seketika. Dia mengaduk lagi isi tasnya, membuka semua resleting, bahkan melongok ke kolong meja. Nihil.

Dara memicingkan mata, bingung melihat gelagat aneh Risa. "Lo kenapa?" tanyanya.

"Buku gue... buku gue ketinggalan," cicit Risa pelan.

Dara mengeluh keras, "Ya ampun Ris! Lo tuh ceroboh banget sih. Pake segala ketinggalan. Kalo Bu Widia udah masuk gimana—"

"Selamat pagi, anak-anak." Suara yang mereka takuti datang tepat waktu.

Dara langsung membungkam dirinya, sementara seluruh kelas XI IPS 1 otomatis duduk tegak dan mengarahkan pandangan ke papan tulis.

"Pagi, Bu," sahut serempak.

"Tugas sejarahnya dikumpulkan, ya!"

Suasana kelas dipenuhi suara kursi bergeser dan tas dibuka. Semua siswa mulai beranjak ke meja guru untuk mengumpulkan catatan mereka.

Semua... kecuali Risa.

Dia masih duduk diam di bangkunya, menunduk. Matanya terpaku pada buku paket sejarah, berpura-pura sibuk membuka halaman seolah sedang membaca sesuatu yang penting. Padahal dalam hatinya, dia sudah pasrah. Kali ini dia akan kena.

CLOSED HEART (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang