Ia menuju ke kelasnya , berjalan dengan pelan dan langkahnya kaku . Seperti layaknya orang yang tidak memiliki semangat hidup . Ya benar saja , penyemangatnya baru saja tiada .
Ia melintasi kelas Rifky dan terdiam sejenak , dengan langkah yang gontai ia berjalan menuju bangku Rifky . Disana terdapat Jeje . Jeje memang rajin datang pagi .
Anis mencoba menduduki bangku itu dan lagi lagi ia menangis . Ia menenggelamkan wajahnya ke meja dengan ditopang oleh kedua tangannya yang dilipat . Jeje yang sedari tadi memperhatikannya , langsung menghampiri Anis ketika ia menangis .
"Anis , kenapa nangis?",tanya Jeje
Namun , Anis tidak menjawab pertanyaan Jeje
"Udah dong , Nis . Ikhlasin Rifky , kasian Rifky kalo liat Anis nangis terus",ujar Jeje sambil mengelus rambut Anis dengan tingkah manja
Ucapan Jeje membuat ia mendongakkan wajahnya kearah Jeje
"Udah ya jangan nangis . Harus jadi wanita kuat dong kaya Jeje",ujar Jeje yang menyebut dirinya 'wanita' , ih !
"Gimana bisa gue lupain dia ", tangis Anis
"Emangnya Anis cinta ya sama Rifky?",tanya Jeje
"Iya Je . Gue sayang sama Rifky . Gue cinta sama Rifky , tapi semua udah terlambat Je",jawab Anis
"Hm , oiya coba liat deh , Nih dimeja Jeje , ayo ke meja Jeje ",ucap Jeje seperti ingin menunjukkan sesuatu
"Coba baca",perintah Jeje
"Anisca Revinna , I love you so much " , ucap Anis membaca sebuah tulisan disertai emoticon love yang berada dimeja Jeje
"Siapa yang nulis coba?",tanya Jeje
"Elo lah , kan ada dimeja lo",jawab Anis
"Bukan , nek . Jadi tuh ya , waktu itu Jeje lagi nulis , nah si Rifky gangguin Jeje mulu. Sampe Jeje gregetan banget . Nah , akhirnya dia anteng juga akhirnya . Terus dia bilang " Je , lo tau gak kalo gue suka sama cewek disekolah ini", ujar Jeje
"Terus Je?",tanya Anis penasaran
"Jeje tanya , emang dia suka sama siapa , eh dia langsung nulis nama Anis disitu",ucap Jeje
"Andai dulu gue peka ya , Je ! Gue bodoh banget",isak Anis
"Udah Aniskuh jangan nyalahin diri sendiri , kan siapapun pilihan Anis , yang penting bagi Rifky , Anis bisa bahagia",ucap Jeje
"Tapi sedangkan dia nggak Je . Kenapa tuhan ngambil dia ? Kenapa bukan gue aja Je! Dia lebih berhak bahagia daripada gue",tangis Anis
"Gak ada yang perlu disesali sayy . Emang dengan cara Anis nangis Rifky bisa balik ? Ayolah sayyyy ngerti Rifky tuh gak pengen liat yey nangis",ucap Jeje
"Mendingan Anis cusss aja ke kelas , jangan lama-lama disindang , ntar malah flashback mulu",sambung Jeje
Tanpa menjawab ucapan Jeje , ia segera beranjak pergi dan menuju kelasnya .
Harus berapa lama gue terpuruk ? Tapi gue gak pernah bisa berenti dari segala hal tentang Rifky . Ya tuhan betapa indahnya cobaan ini . Andai saja aku meminta dikirimkan seseorang yang begitu benar - benar mencintaiku dengan tulus , bukan hanya sekedar mengisi hari - hariku semata. Kenapa harus ada takdir seburuk ini tuhan? Kenapa bukan orang lain saja yang kau uji. Jangan aku tuhan , aku benar-benar tidak kuat untuk ini.
Batinnya bergumam , tetes demi tetes pun mengalir dari mata indahnya.
Ada seseorang yang menyodorkan sapu tangan padanya , Reni sudah datang .
