"Kamu darimana Lang? Kok,pergi gak bilang-bilang mamah,mamah telpon gak diangkat",ucap Mamah
"Tadi Mamah dikamar mandi yaudah aku langsung jalan aja,main sama temen - temen",jawab Gilang
"Coba deh kamu liat diruang tamu,ada siapa coba?", suruh Mamah
"Siapa ,Mah?",tanya Gilang heran
Mamahnya tidak menjawab ,hanua memberi isyarat dengan kepala.
Gilang mencoba menghampiri orang yang Mamahnya maksud
"Maura",ucap Gilang
"Gilaaaangggggt! Aku kangen banget sama kamu!",teriak Maura senang seraya memeluk Gilang
"Kamu kapan sampe nya?",tanya Gilang
"Sebenernya sih,kemaren. Tapi bru sempet kesini", jawab Maura
"Yeh ,gak ngabarin dulu",ucap Gilang
"Biar surprise! Oiya,kok,kayanya kamu makin ganteng deh",goda Maura
"Dari dulu aku ganteng kan? Wooo,lupa deh", canda Gilang
"Seterah kamuuuuuu...oiya aku kangen banget jalan sama kamu ngedate sama kamu,di apelin kamu",ujar Maura sedih
"Iya aku ngerti Ra,tapi aku bakalan buat kamu kok,kita jalanin semuanya udah lama , jadi kamu folus aja dulu sama sekolah kamu di Bandung",ujar Gilang
"Lang ,jujur yaa,apa kamu pernah tertarik sama cewek lain selama aku jauh dari kamu?",tanya Maura
"Sama sekali ngga Ra,jalan sama cewek lain aja gak pernah",jawab Gilang
Maura memercayai nya begitu saja,sayang dia tidak tahu kalau Gilang berbohong .
Begitu hebatnya Gilang memainkan sandiwaranya . Dengan tenang ia memerankan dua tokoh sekaligus . Pacar yang baik di depan pacarnya dan lelaki bajingan dimata Anis . Ia menjalankan sandiwaranya seakan - akan kedoknya tidak akan terbuka
Dengan seenaknya ia memainkan hati perempuan . Tanpa memikirkan resiko apa yang akan diterimanya
