Pengakuan Yang Pernah Tertunda

14 3 0
                                        

Kondisi Rifky sedikit membaik dibandingkan kemarin . Anis sudah mulai kembali bersekolah . Dan tepat pada jam pulang sekolah, ia menuju rumah sakit ditemani oleh Reni .

"Ky, ini gue bawain bubur , dimakan ya ", ucap Anis

"Iya, lo liat Mamah gue gak ?",tanya Rifky

"Tadi nyokap lo bilang mau pulang dulu ambil baju ganti",ucap Anis

"Lo udah pulih , Ky ?",tanya Reni

"Ya, beginilah",ujar nya sambl tersenyum

"Gue suapin ya , Ky", ucap Anis

Rifky hanya mengangguk

"Ky, udah saat nya lo kasih tau ini",ujar Reni

"Kasih tau apa?",tanya Anis penasaran

"Apa harus sekarang , Ren ?",tanya Rifky

"Iya , Ky , harus , jangan sampe dia ilang lagi ",ucap Reni sambil tersenyum

Rifky menggenggam tangan Anis dan mulai mengungkapkan perasaannya

"Anis, kalo lo pernah nanya , apa gue suka sama lo , jawabannya adalah iya . Kalo lo pernah nanya , apa gue sayang sama lo , jawabannya juga iya . Dulu gue pengen ungkapin perasaan gue ini . Tapi , lo udah naksir Gilang . ", ungkap Rifky

"Kenapa gak hari itu juga lo ungkapin , Ky?",tanya Anis

"Gue pengen banget , Nis . Tapi gue gak pengen maksain seseorang buat cinta sama gue", ujar Rifky

Perkataan Rifky barusan membuat Anis sadar, mengapa ia harus memaksakan agar Gilang mencintainya ?

Anis menangis

"Lo gak boleh nangis",ucap Rifky sembari menghapus air mata Anis

"Apa lo ngerasain apa yang gue rasain ?",tanya Rifky

"Iyaa , dan sekarang ini yang gue rasain ",jawab Anis

"Ternyata gue salah , seharusnya gue gak perlu terobsesi sama Gilang . Orang yang muter balikin fakta dengan bilang dia yang di PHP-in cewe . Gue nyesel , dan tanpa sadar malah lo yang ada dibelakang gue walaupun gue gak pernah natap lo",ujar Anis dengan rasa bersalah

"Gue pengen banget jadiin lo pacar gue hari ini , tapi gue takut kalo gue gak bisa dampingin lo setiap hari , gak bisa ada buat lo lagi",ucap Rifky tersenyum

"Jangan bilang kayak gitu , Ky", ujar Anis , dan air matanya tambah mengalir

"Itu yang gue takutin , Nis . Lo harus tau , gue selalu sayang lo , Nis . Percaya , gak ada lagi yang gue sayang selain lo dan Mamah gue . Gue gak suka , Nis , ngeliat perempuan disakitin , sama aja kaya gue nyakitin Mamah gue , seperti yang ayah gue lakuin ke dia",ujar Rifky menangis

" Gue bakal ngasih hadiah ke lo kalo lo berhasil dapet ranking satu , besokkan pengambilan raport",ujar Rifky tersenyum

"Gue maunya lo , Ky ", ujar Anis menangis

" Kalo lo bisa lulus dengan nilai terbaik nantinya, gue akan kasih lo sesuatu ",ujar Rifky tersenyum

"Gue gak mau , gue maunya lo tetep ada disamping gue! Itu aja!",tangis Anis pecah

"Ada atau nggak nya gue, lo harus bisa jalanin hidup lo , hidup lo masih panjang . Bahagiain orang tua lo selagi mereka masih utuh. Belajar yang bener gue yakin lo bisa sukses . Jangan pernah nangis , gue takut kalo gue gak bisa hapus air mata lo lagi",ujar Rifky

"Lo jangan ngomong gitu",tangis Anis

Rifky hanya tersenyum

"Gue yakin pasti besok lo jadi juara kelas dan gue harap hari besok bukan hari yang buruk buat lo",ujar Rifky

Anis memeluk Rifky dan Rifky mencium keningnya

Where Are You ? Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang