CHAPTER 03 - Old Green
"aduhh.. sensasi apa ini ?"
Rey bingung merasakan sesuatu yang nyaman menyelimuti seluruh tubuhnya. dia bingung melihat sekeliling dan menemukan sebuah benda kecil enam segi berwarna putih di antara sisa sisa tubuh beruang. benda itu hampir sebesar telapak tangan.
"mungkinkah.. mungkinkah ini yang di sebut inti binatang buas, mereka bilang binatang yang memiliki inti mempunyai kandungan spiritual pada daging mereka. ohh itu berarti apakah aku juga bisa menjadi ahli bela diri spiritual ?"
Dalam ingatannya, rey tak bisa menemukan apapun mengenai bela diri dunia ini. itu juga karena tubuh yang lemah rey selalu di manjakan dan di perhatikan keras.
Rey bersila dalam keadaan meditasi untuk merasakan dengan jelas rasa spiritual yang masuk ke tubuhnya mulai mengembun ke darah dan dagingnya.
"ahh.. betapa nyaman,,, andai saja aku bisa mendapatkan lebih,,"
Karena saat ini rey tak dapat melakukan apapun mengenai inti binatang, maka dia akan menyimpannya untuk nanti setelah kembali.
Mungkin karena rasa spiritual, kini fikirannya menjadi jelas dan lebih jelas. dia mulai mempertimbangkan semua hal dan membuat keputusan tentang apa yang akan terjadi setelah ini, namu yang terpenting saat ini dia harus keluar hutan dan memulihkan tubuhnya terlebih dahulu.
Setelah memastikan semua vaik baik saja, rey dengan cepat berlari ke arah rumahnya. setelah beberapa saat dia keluar dari hutan, tak jauh dia melihat sebuah desa kecil.
Desa ini cukup ramai, tapi kebanyakan dari mereka adalah pemburu dan pedagang. karena desa ini paling dekat dengan hutan, maka pemburu ataupun pedagang adalah pekerjaan paling baik.
Rey memasuki desa dengan baju tak beraturannya. setelah berjalan sedikit, rey memasuki restoran kecil. restoran ini cukup ramai, banyak pemburu menghabiskan waktunya untuk bersantai.
Saat rey masuk banyak dari mereka menoleh dan mengamatinya sedikit, setelah melihat keadaan rey saat ini mereka menoleh dengan jijik dan kembali melakukan aktivitas mereka masing - masing.
Rey melangkah ke meja terdekat dan memesan satu botol anggur dan beberapa remah roti. meskipun makanan di dunia ini tidak lebih baik daripada di bumi, tapi tetap saja beberapa makanan juga tidak terlalu buruk.
Setelah menghabiskan makanannya dan bersiap untuk pergi, rey melihat orang tua berjenggot putih menghampirinya, di tangan kanannya ada tongkat panjang untuk menopang berat badannya yang rapuh.
"tunggu.. tunggu.. ayolah temani kakek ini minum.. tunggu nak, berapa umurmu ?"
"eh ?"
Rey terkejut, dia bahkan lupa bahwa di adalah anak berusia 6 tahun saat ini. rey menunduk malu sebelum menatap ke orang tua dan kembali duduk di kursinya.
"duduklah orang tua, pelayan.. tolong dua anggur lagi"
orang tua itu tersenyum sebelum mengambil kursi dan duduk di samping rey.
"sebut saja aku green tua, siapa namamu nak ?"
orang tua itu menatap rey dan tubuh compang - campignya dengan senyum lebar.
"rey, green tua.. apa yang kau perlukan untukku ?"
Rey menatap green tua dengan curiga.
"hahaha ,, ayolah nak jangan terlalu serius. ayo kita nikmati anggur yng lezat ini"
"green tua, aku tidak punya waktu untuk bermain, aku harus cepat kembali sekarang. maaf, bukannya aku ingin tak sopan tapi aku harus buru - buru sekarang"
Mata green tua menatap rey dengan lembut sebelum berubah serius.
"nak, apa menurutmu kau akan hidup hari ini jika bukan karena orang tua ini ?"
"apa maksudmu ?"
Rey terkejut dengan pernyataan green tua, mungkinkah rey di dunia ini dan green tua pernah bertemu sebelumnya. tapi bagaimana bisa rey tak mengingat apapun mengenai green tua ataukah mungkin dia punya hubungan dengan orang tuanya.
"haha nak.. jangan bingung sendiri.. apa menurutmu kaki seorang anak laki - laki yang bahkan terluka bisa membuat seekor beruang sebesar orang dewasa kembali seperti itu, bahkan itu hanya akan menggelitik".
Rey kembali terkejut, memang benar bahwa rey juga meragukan hal itu sebelumnya. tapi tidak ada gunanya memikirkan hal itu lebih lanjut jika seudah terjadi.
Green tua tersenyum kembali dan melanjutkan.
"saat aku berjalan - jalan aku melihatmu berlari sekuat tenaga saat di kejar oleh seekor beruang. tapi aku terkejut dengan keberanianmu, kau cukup tangguh dan tegas pada dirimu sendiri. aku yakin ini adalah pengalaman pertamamu"
Green tua itu berdiri dan mengeluarkan sebuah buku dari sakunya sebelum menyerahkan pada rey yang masih terkejut.
"ini adalah salah satu rahasia green tua ini, bawalah dan pelajari saat kau punya waktu. tubuhmu saat ini terlalu lemah untuk hidup di dunia ini, kau harus lebih kuat sebelum berdiri tegak di atas dua kakimu. hahaha"
Rey berdiri mengambil buku dan membungkuk.
"terima kasih senior, terima kasih"
Green tua tersenyum dan melangkah pergi.
"ada sesuatu yang harus orang tua ini lakukan, jaga dirimu nak"
Setelah keluar dari restoran dan sampai di tempat yang sepi, green tua menegakkan tubuhnya dan membuang tongkat panjang di tangannya. meakipun jenggot putihnya masih ada, tapi tubuh tegap perkasanya bahkan rey sendiri tak akan mempercayai hal itu.
Green tua tersenyum sebelum menggumamkan beberapa kata dan menghilang tanpa jejak.
"Anak yang menarik"
To Be Continued ....
KAMU SEDANG MEMBACA
Otherworldly Lovely Man
FantasíaGenre : Action, Adventure, Harem, Martial Arts, Romance, Tragedy Country : Indonesia Writted by : Roni Febriyanto ( Lords Ronnie ) Sinopsis : Dia yang gagal cinta menyebrang ke tubuh seorang anak berusia 6 tahun. "aku menyebrang hanya untuk menjadi...
