Karena berbagi adalah kebutuhan dasar manusia.
Jangan berharap tulisan frontal, kritikan pedas, atau sindir menyindir. Shirei hanya ingin mendokumentasikan EYD trivia yang ada di Novel One Step yang tersebar di setiap bab nya [mulai chapter 5], d...
Copas dari FB karena ternyata plagiasi gini nggak cuma kena Shirei, tapi korbannya banyak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Plagiasi dalam Novel 2
Sudah pernah Shirei bahas di BAB 74
Tapi, kali ini mau bahas yang tipe 'Frankenstein'.
Apaan tuh?
Misal bab 1-3 diambil dari novel A bab 10-13. Lalu bab 4-7 diambil dari novel B bab 1-3, dst.
Kok repot amat?
Biasanya sih supaya nggak mudah terdeteksi dan bisa menjadi karya baru yang WOW.
Dalam kurun seminggu sudah ada 3 status FB kalau karyanya dijiplak cara ini [include Shirei].
Masih ga paham? See this.
💖 Original Novel : 💖
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
💘 Fanfic buatan Shirei yang CUMA REWRITE 💘
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sudah paham?
Meski TEXT NYA BEDA, NAMA KARAKTER BEDA, TAPI ALUR SAMPE BEBERAPA ADEGAN SAMA, ITU NIRU.
Kita tetap bisa kena tuntut lho.... (Harusnya)
Makanya masuknya rewrite alias parafrase. Bukan original story.
Lha terus kenapa Shirei niru? Itu Fanfic cuuy! Nggak ngaku original dan full credit tertulis. Nggak diperjualbelikan juga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Duh, Shirei ngerti kok kalau proses peniruan itu adalah proses belajar. Shirei dulu awal gambar niru pose terus. Lalu ke belakang selalu niru pose doll atau foto diri.
Tapi yang nggak bisa berubah adalah ngambil pallet color orang. Akibatnya sampai sebelum pensiun gambar, Shirei sama sekali nggak kreatif dalam meramu warna. Selalu bergantung karya orang.
Sedih? IYA!
Harusnya Shirei nggak boleh menjadikan partial color-blind Shirei sebagai alasan, atau ketakutan dalam mengambil warna karena yang Shirei lihat beda dengan yang orang lain lihat.
Balik ke nulis. Umumnya yang melakukan plagiasi karena TAKUT JELEK, TAKUT SALAH, TAKUT NGGAK ADA YANG BACA.
Tapi, kalau terus menerus niru punya orang, jadinya nggak berkembang. Kita akan stuck di tempat. Hanya akan bisa berkarya kalau meniru.
Yuk ah, lepaskan semua belenggu dan mulai menciptakan karya sendiri. Biarpun jelek, biarpun belum ada yang baca, meskipun belum sempurna, yang penting mulai dari sekarang.
Terus membaca, lalu mulailah menulis!
Memang nggak akan ada sesuatu yang baru di dunia.
Hanya saja, berusahalah semaksimal mungkin agar nggak meniru. Kalau memang terinspirasi, katakan dengan jelas agar nggak terjadi salah paham.
Kita fokus ke karya fiksi, ya. Bukan pembuatan artikel, apalagi skripsi.
Dan buat Shirei, daripada nyari siapa yang plagiatin karya kita, keep focus buat nulis.
Ntar juga muncul sendiri kok kalau memang diplagiat. Entah ada yang lapor, entah kebetulan Tuhan kasih tunjuk.
Setelah itu, terserah kebijakan masing-masing penulis. Mau dibilangin baik2, disebar, diteror, dituntut, atau diabaikan. Bebas.
#SelfReminder
3 Februari 2018
Berkutat sendirian di fandom PENDEKAR PEDANGTUAN MUDA KETIGA. Help.... Kejeblos bareng doong. Ahahah