CHAPTER 3 : KISS

1.6K 53 4
                                        

Kau tahu?
Kau adalah anugerah terindah untukku

Saat ku terluka
Kau perlahan memelukku

Saat ku terjatuh dan tak bisa bangkit
Kau mengulurkan tanganmu

Saat ku tak sanggup berlari
Kau menjadi kaki untukku berlari

Kau napasku dan
Kau jantungku
Kau segalanya untukku

-Audrey Carrington Esmond-

____________________
_______________________________

Author Pov

Darrel menuju kembali ke kantornya dan Audrey langsung pulang ke rumahnya. Ia harus mengerjakan dan menandatangani beberapa dokumen yang harus diserahkannya besok pagi. Ia mengerjakan dengan semangat sembari membayangkan mate nya, Audrey.

Tok...tok...tok...

Seseorang mengetuk pintu ruang kerja Darrel.

"Masuk, Ab" perintahnya dengan suara tegas

"Baik, Tuan"

"Bukankah aku sudah bilang jangan bicara formal ketika hanya ada kita berdua?" tersirat nada tidak sukanya

"Baiklah, Darrel." pasrah Abraham

"Ada apa?" tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop

"Aku ingin menyerahkan informasi seseorang yang kau minta dari pengawalmu."

Darrel pun tersenyum tipis. Kemudian berjalan ke arah Abraham dan langsung merebut dokumen yang berisi informasi seseorang yang sangat dia inginkan.

Darrel pun membaca dokumen tersebut dengan teliti

'ini menarik' batinnya

"Informasi milik siapa itu?" tanya Abraham tiba-tiba.

"mate ku" jawabnya dengan menyeringai senang.

"Benarkah? Siapa dia? Dimana ia tinggal? Apakah dia manusia?Bolehkah aku bertemu dengannya?" tanya Abraham tanpa jeda.

Darrel pun kembali duduk dan memandang sinis ke arah Abraham.

"Kau sudah bertemu dengannya, Ab" jawab Darrel dengan sinis dan tajam.

"Huh, Kapan?"

"Kau bahkan memandangnya dengan tatapan lapar hingga bola matamu akan keluar" kata Darrel menggertakan giginya.

Darrel pun kembali teringat dengan kejadian tadi. Ia mulai tersulut emosi. Dia sangat tidak suka jika ada yang memandangi milikinya. Hanya dia yang boleh memandangnya seperti. Ya, hanya dia tak boleh ada yang lain.

"Huh. Kapan aku memandang seorang wanita dengan tatapan lap..." Abraham pun mulai teringat kejadian saat ia menatap lapar seorang model.

'Oh God, jangan-jangan model tadi sore. Jika benar, aku akan mati.' batin Abraham dengan rasa was-was

"Apakah model tadi sor..." tanya Abraham dengan hati-hati, tapi belum selesai bertanya Darrel sudah memotongnya.

"Ya, kau benar. Ia model tadi sore. Audrey Carrington Esmond, MATE KU" jawab Darrel dengan tajam dan penuh penekanan.

"Mmm... maafkan aku Darrel. Jika aku tahu itu adalah mate mu aku tak akan memandangnya seperti itu." jawab Abraham dengan alasan dan tatapan bersalah.

You're My DestinyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang