CHAPTER 4 : DREAM

1.3K 53 5
                                        

Andai ku tak bertemu denganmu

Ku tak kan pernah merasakan rasa sakit yang menyayat hati ini

Tapi...

Andai ku tak bertemu denganmu

Ku tak kan pernah merasakan lagi apa itu rasanya dicintai maupun mencintai

Kau membuat hidupku berwarna layaknya pelangi

Kau menerangi duniaku layaknya matahari

Kau segalanya bagiku

Ku kan terus mencintaimu sampai maut menjemputku

-Audrey Carrington Esmond-

____________________
_________________________________

Part ini khusus Audrey dulu ya! Bang Darrelnya part selanjutnya.
Sabar aja ya

😋😋
Maafkan author yang terlalu lama update.
Yang rindu author angkat kaki, eh tangan maksudnya.
(Apaan sih receh banget :v)

___________________________________
________________


Audrey Pov

06.00 pagi

Kriing.... kriing..

Bunyi alarmku mulai terdengar. Aku segera membuka mataku. Walaupun rasanya aku masih sangat lelah. Aku pun langsung bangkit menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.

Saat aku menatap pantulan diriku di cermin, rasanya bibirku sedikit bengkak. Tiba-tiba aku teringat dengan mimpiku semalam. Pipiku pun mulai merona.

"Mana mungkin Darrel datang dan menciumku"

"Audrey, kau pasti sudah gila. Sampai-sampai kau memimpikan dirinya."

Aku menggelengkan kepalaku


"Itu hanya mimpi, Drey. Iya hanya mimpi" kataku meyakinkan diriku

Aku pun melanjutkan aktivitasku memasak kemudian sarapan. Pukul 06.45 pagi aku bergegas mandi. Hari ini aku memiliki jadwal kuliah pukul 8 pagi. Tepat pukul 07.30 aku berangkat kuliah.

Perjalanan dari apartemen ke tempat kuliahku hanya membutuhkan 10 menit dengan menggunakan bis kota.

"AUDREY!" teriak Eveline

Seluruh mahasiswa yang mendengarnya memegang telinganya yang terasa nyeri.

"Bisa nggak sih? Nggak usah teriak-teriak. Bisa-bisa gendang telingaku pecah setiap hari mendengar teriakanmu." kataku dengan kesal

"Ups... Maaf" kata Eve dengan cengirannya

Aku memutar mataku malas.

"Kau sudah meminta maaf berulang kali, Ev. Dan kau selalu melakukan kesalahan yang sama. Untuk apa kata maaf jika kau selalu mengulang kesalahan yang sama." kataku dengan panjang lebar.

"Aduh, Audrey. Jangan marah dong. Aku janji deh. Maafin aku ya?" Eve merajuk padaku, dia memanyun-manyunkan bibirnya. Dia mengeluarkan jurus puppy eyes nya yang sangat imut.

You're My DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang