Andai ku tak bertemu denganmu
Ku tak kan pernah merasakan rasa sakit yang menyayat hati ini
Tapi...
Andai ku tak bertemu denganmu
Ku tak kan pernah merasakan lagi apa itu rasanya dicintai maupun mencintai
Kau membuat hidupku berwarna layaknya pelangi
Kau menerangi duniaku layaknya matahari
Kau segalanya bagiku
Ku kan terus mencintaimu sampai maut menjemputku
-Audrey Carrington Esmond-
____________________
_________________________________
Part ini khusus Audrey dulu ya! Bang Darrelnya part selanjutnya.
Sabar aja ya
😋😋
Maafkan author yang terlalu lama update.
Yang rindu author angkat kaki, eh tangan maksudnya.
(Apaan sih receh banget :v)
___________________________________
________________
Audrey Pov
06.00 pagi
Kriing.... kriing..
Bunyi alarmku mulai terdengar. Aku segera membuka mataku. Walaupun rasanya aku masih sangat lelah. Aku pun langsung bangkit menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok gigi.
Saat aku menatap pantulan diriku di cermin, rasanya bibirku sedikit bengkak. Tiba-tiba aku teringat dengan mimpiku semalam. Pipiku pun mulai merona.
"Mana mungkin Darrel datang dan menciumku"
"Audrey, kau pasti sudah gila. Sampai-sampai kau memimpikan dirinya."
Aku menggelengkan kepalaku
"Itu hanya mimpi, Drey. Iya hanya mimpi" kataku meyakinkan diriku
Aku pun melanjutkan aktivitasku memasak kemudian sarapan. Pukul 06.45 pagi aku bergegas mandi. Hari ini aku memiliki jadwal kuliah pukul 8 pagi. Tepat pukul 07.30 aku berangkat kuliah.
Perjalanan dari apartemen ke tempat kuliahku hanya membutuhkan 10 menit dengan menggunakan bis kota.
"AUDREY!" teriak Eveline
Seluruh mahasiswa yang mendengarnya memegang telinganya yang terasa nyeri.
"Bisa nggak sih? Nggak usah teriak-teriak. Bisa-bisa gendang telingaku pecah setiap hari mendengar teriakanmu." kataku dengan kesal
"Ups... Maaf" kata Eve dengan cengirannya
Aku memutar mataku malas.
"Kau sudah meminta maaf berulang kali, Ev. Dan kau selalu melakukan kesalahan yang sama. Untuk apa kata maaf jika kau selalu mengulang kesalahan yang sama." kataku dengan panjang lebar.
"Aduh, Audrey. Jangan marah dong. Aku janji deh. Maafin aku ya?" Eve merajuk padaku, dia memanyun-manyunkan bibirnya. Dia mengeluarkan jurus puppy eyes nya yang sangat imut.
KAMU SEDANG MEMBACA
You're My Destiny
Vampiros[Mature-Romance] Kau bagaikan canduku. Sentuhanmu, suaramu, dan tatapanmu membuatku terjatuh dalam pesonamu Aku berjanji akan melindungimu Jiwa dan ragaku hanya untukmu. Kau segalanya untukku Tanpa dirimu aku hancur dan mati. Aku akan menjadikan di...
