CHAPTER 6 : WAR

1.6K 64 14
                                        

Akhirnya update, biasakan Vote & Comment ya guys
😘😘😘

_____________________________________

"Baiklah.. Waktunya pertunjukkan dimulai." senyum miring tercetak jelas di wajah tampan Darrel.

*******

Author Pov

Darrel tersenyum sinis, ia meremehkan Zayn. Melihat hal itu Zayn sangat marah. 

"Kurang ajar! Beraninya kau meremehkanku. Lihat saja sebentar lagi kau akan hancur. " Zayn menyeringai

Zayn langsung mengangkat tangannya memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Abraham juga memerintahkan pasukannya tetapi ditahan oleh Darrel.

"Bukankah sudah kuberitahu bahwa aku yang akan menanganinya. Kalian tidak usah ikut campur. " kata Darrel dingin, sorot matanya bertambah kejam.

"Tapi pangeran jika anda terluka bagaimana.  Melindungi anda adalah kewajiban kami. Jadi biarkan kami membantu." Abraham membujuk Darrel,  ia ingin membantunya begitu juga para pengawal yang membenarkan perkataan Abraham.

"Aku tidak akan terluka, Ab.  Diam dan perhatikan saja. Jangan ada yang membantuku. " Perkataan Darrel menjadi lebih dingin.

Abraham dan para pengawal yang merasa tertekan oleh aura dingin Darrel lebih memilih diam.

Melihat hal itu, Darrel langsung maju menghadapi pasukan pemberontak. Ia dikepung oleh pasukan pemberontak. Zayn yang melihatnya tertawa meremehkan.

"Hmm... Baiklah akan kulayani kalian." Darrel menyeringai dingin, semua yang melihat seringainya bergidik ngeri. Beberapa pasukan pemberontak ada yang ketakutan.

Para pemberontak pun langsung menyerang Darrel secara membabi-buta. Darrel yang diserang hanya menampakkan wajah datar dan dinginnya.  Ia selalu menghindar dari setiap serangan yang diberikan.

"Hahaha... Dasar pecundang,  kau hanya bisa menghindar saja" Zayn tertawa. Ia mengejek Darrel yang selalu menghindari serangan pasukannya.

'Dasar bodoh, aku hanya ingin bermain-main dahulu' batin Darrel dalam hati.

'Jangan bermain-main, Dar. Kau hanya membuang-buang waktu. Cepat selesaikan, aku sangat merindukan mateku.' kata Max, wolf Darrel.

'Baiklah, Dasar wolf berisik.' Darrel menggerutu

Darrel langsung menarik pedangnya. Pedang itu berwarna hitam legam dengan batu berwarna merah menyala dipegangannya.

Para pemberontak yang menyerangnya langsung ia tebas dan mereka seketika berubah menjadi abu. Para pemberontak yang melihatnya langsung berlarian ketakutan.

Darrel pun tak tinggal diam,  ia mengejar para pemberontak. Matanya yang semula hitam entah sejak kapan sudah berubah menjadi merah.

Suara jeritan memohon ampun dan kesakitan memenuhi medan pertempuran ini. Abraham yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Beginilah jika ada yang berani macam-macam dengan Darrel, nyawa adalah taruhannya.

Zayn marah besar melihat pasukannya dihancurkan dengan mudah. Ia semakin benci pada Darrel. Ia bersumpah akan membalas Darrel seratus kali lebih menyakitkan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 20, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

You're My DestinyCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang