Cinta itu tumbuh karena terbiasa bukan dipaksakan.
Cinta membuatmu merasakan kebahagiaan sekaligus kesedihan.
Cinta itu bagaikan pedang bermata dua.
Dapat melindungi maupun menyakiti.
-Audrey Carrington Esmond-
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Audrey Pov
Namaku Audrey Carrington Esmond. Biasa dipanggil Drey. Umurku sekarang 18 tahun. Semenjak orang tuaku meninggal lima tahun yang lalu karena kecelakaan mobil, aku tinggal sendirian di apartemen yang besar ini. Aku sekarang kuliah di jurusan Hubungan Internasional di salah satu universitas terkenal di Inggris. Dengan harta warisan orang tuaku aku bisa melanjutkan pendidikanku ditambah dengan uang hasil kerja paruh waktuku. Di universitasku aku termasuk siswa yang pintar dan teman-temanku mengatakan aku yang paling cantik. Entahlah, bagaimana mereka bisa menilaiku seperti itu.
"Drey, tunggu aku" teriak Evelline sahabatku.
Evelline Robert Lee, keturunan Korea - Inggris. Aku mengenalnya sejak umurku 12 tahun. Dia mengetahui segalanya mengenai diriku. Aku sangat menyayanginya, dia segalanya untukku.
"Kau sangat lambat, Ev." tatapku kesal
"Hehehe... maaf." jawab Eve dengan watadosnya
Aku memutar bola mataku jengah.
"Ayo, cepat masuk ke kelas, jangan sampai kita terlambat. Kau tahu kan, dosen pagi ini sangat kejam." Eve menyeret tanganku
"Kau pikir ini salah siapa, Huh." dengusku kesal
"Udahlah nggak usah dibahas lagi, yang lalu biarlah berlalu." kata Eve (Eaa... masalalu biarlah berlalu :v)
Akhirnya, kami sampai di kelas dan untungnya kami tidak terlambat. Bayangkan saja, jika kami terlambat. Mampus dah dihukum sama si dosen yang killer banget.
Ting...Tong...
Bel pun berbunyi dan pelajaran pun berakhir. Aku dan Eve hanya ada kelas pagi.
"Drey, hang out yuk! Bosen aku di rumah terus, gabut. Kayak ayam ngeremin telur tahu nggak." ajak Eve
"Enggak bisa, Ev. Aku ada kerja part time." elakku
"Ayolah, Drey. Sebentar saja, aku mohon." Ev menunjukkan puppy eyes nya
"Mmm...Gimana ya Ev, aku harus kerja" tatapku sendu
"Kau kerja jam berapa?" tanya Eve
"Jam dua siang" jawabku
"Ok, sekarang jam 11 pagi. Temani aku dua jam saja. Aku mohon banget, Drey. Temani aku ya." rengek Eve
"Baiklah" putusku
"Wahhh, makasih, Drey. Kau sahabatku yang terbaik." Eve tersenyum gembira. Melihat Eve yang tersenyum, aku pun ikut tersenyum.
*****
Jam 12 siang. Setelah lelah berjalan-jalan mengelilingi mall, kami pun beristirahat di sebuah kafe yang pengunjungnya lumayan ramai.
"Drey, kau tahu tidak"
"Tidak" potongku
"Ihh... aku belum selesai bicara" Ev menjitak kepalaku dan menatapku dengan kesal
"Aduh, sakit, Ev. Baiklah lanjutkan." perintahku sambil memegang dahiku.
"Kau tahu" lanjut Eve
"Tidak" potongku lagi
KAMU SEDANG MEMBACA
You're My Destiny
Vampiros[Mature-Romance] Kau bagaikan canduku. Sentuhanmu, suaramu, dan tatapanmu membuatku terjatuh dalam pesonamu Aku berjanji akan melindungimu Jiwa dan ragaku hanya untukmu. Kau segalanya untukku Tanpa dirimu aku hancur dan mati. Aku akan menjadikan di...
