Fragile

388 39 21
                                    

Challenge : Deeply Sadly
[Story by JeonRuu]

Thx to luvlymel udah ngadain challenge ini.
#deeplysadlychallenge

#deeplysadlychallenge

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

----

 “Bagaimana rasanya mati bunuh diri?”

Jimin terkekeh sembari menyemburkan asap rokok ke udara. Irisnya melirik Yoojung yang duduk di ayunan sebelahnya. Gadis itu memainkan kakinya di tanah membuat goresan-goresan abstrak dari sepatunya.

“Kenapa tanya aku? Aku belum pernah mencoba untuk mati. Coba saja sendiri, jika sudah beritahu aku bagaimana rasanya.”

“Sialan.”

Di tengah dinginnya malam musim dingin, sembari merapatkan mantel yang mereka kenakan, mereka berdua melepas tawa bersama. Setidaknya itu adalah satu-satunya momen membahagiakan meskipun kedinginan berada di luar rumah, hawa di rumah akan lebih dingin dari ini. Pastinya dingin dengan konteks yang berbeda.

Park Jimin itu pesakitan. Kawan satu-satunya yang Yoojung miliki. Entah sampai kapan Jimin dapat bertahan untuk terus di sisinya, namun Yoojung memaksa. Jantung Jimin sudah rusak sejak lama dan kian tahun memburuk, namun Yoojung tak peduli. Pokoknya Jimin harus tetap hidup dan hanya dirinyalah yang boleh mati duluan.

Intinya, Yoojung tak ingin Jimin menghilang dari hidupnya.

“Dia memukulimu lagi?”

“Lebih buruk lagi.”

Jimin menoleh sembari mengernyitkan dahi. Apa yang lebih buruk dari dipukuli                 kakak laki-laki Yoojung?
Yojung menoleh membalas tatapan Jimin. “Boleh aku tidur di rumahmu malam ini?”

---

Jimin merapikan ranjangnya agar Yoojung dapat tidur dengan nyaman disana. Ia akan tidur di ruang tamu malam ini. Ini adalah pertama kalinya Yoojung menginap di rumahnya. Tak ada yang perlu dikhawatirkan karena dirinya memang telah hidup sendiri sejak 3  tahun yang lalu. Satu yang perlu dikhawatirkan adalah gairah lelakinya.

Tebak apa yang dapat Jimin lakukan pada seorang gadis yang menginap di rumahnya hanya berdua? Jika kalian mau tahu, Jimin bukan lelaki baik juga. Perokok berat, tukang mabuk, senang berkelahi, pengedar narkoba. Bayangkanlah betapa rusak dirinya. Dan Tuhan menghukumnya dengan penyakit jantung yang sebentar lagi akan merenggut nyawanya.

“Tidurlah bersamaku.” Ujar Yoojung menghentikan langkah Jimin yang hendak menutup pintu kamar.

“Aku bisa menerkammu. Sudah sana tidur, jangan berharap banyak.”

Yoojung masih menatap Jimin sedang lampu kamar telah dipadamkan. “Aku serius.”

Jimin menghela nafas panjang, menipiskan bibirnya untuk berpikir sejenak. Irisnya menatap dalam mata Yoojung  mencari kepastian bahwa gadis itu benar-benar tak ingin tidur sendirian.

DEEPLY SADLYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang