3

35 5 0
                                        

Mereka makan disalah satu kedai yang ada di mall. Setelah pesan makanan mereka ngobrol ini itu sembari menunggu makanan datang. Namun pandangan Aleta beralih pada laki-laki di meja pojok nomor 12 bersama dengan gadis seumurannya.

Cowok itu,batin Aleta dan mengingat-ngingat kembali

"Kak Rian" panggil Aleta lirih

Iya memang Aleta sudah tau namanya dari stalking diakun instagram miliknya,namanya Adrian Ramadhan

Anya dan Shindy menengok Aleta yang menyebutkan nama Rian secara lirih tadi dan melihat Aleta aneh kemudian mengikuti arah pandang Aleta.

"Kenapa sih" tanya Shindy

"Kamu liatin apa sih Leta?"sambung Anya

"Hah apa enggak kok gak liat apa-apa"

Aleta langsung mengalihkan pandangannya agar tidak ketahuan Shindy dan Anya. Memang Aleta belum cerita soal Adrian kepada mereka karena takut mereka akan menyebar-nyebarkannya soalnya mereka ember dan ceplos ceplos ngomongnya gak tanggung- tanggung.

Sejak kejadian tadi Aleta jadi lebih banyak diam,dia masih bertanya-tanya dalam hati siapa yang bersaman Rian tadi mungkin adiknya?saudaranya?atau bahakan pacarnya?

"Ya mana mungkin cowok seganteng dan sekeren kak Rian gak punya pacar,mungkin tadi pacarnya kali ya,kok aku jadi gini sihh" batin Aleta

Aleta sudah sampai rumah. Mereka memutuskan untuk pulang melihat Aleta seperti itu dua sahabatnya memahami apa yang terjadi mereka tidak memaksa Aleta untuk menceritakannya.

Memang setelah kejadian itu Rian seperti biasa jika berpapas dengan Aleta seakan-akan tidak pernah terjadi apa-apa diantara mereka. Memang tidak ada kejadian yang besar diantara mereka tapi menurut Aleta tidak,kejadian itu sangat berarti untuknya . Ucapan Rian itu telah membuat Aleta berusaha untuk tidak meneteskan air matanya lagi. Dari kata yang hanya satu kalimat itu mampu membuat perubahan dihidupnya mesti tidak sama sekali berpengaruh pada Rian.

Dan sapu tangan itu masih berada di tangan Aleta. Ia tidak mempunyai keberanian untuk menemuinya dan mengembalikan sapu tangan itu.

Beberapa kali Aleta selalu melihat Rian bersama teman-temannya tertawa lepas tanpa menyadari kehadiran Aleta disekitarnya. Tapi bagi Aleta melihat Rian bisa tersenyum membuat hati Aleta sedikit lega

Mungkin kejadian saat itu hanya kebetulan saja mungkin Rian hanya merasa kasian melihat Aleta menangis.

"Kita hanya ditakdirkan untuk bertemu bukan bersatu dan aku hanya akan menjadi penikmat senyummu bukan alasanmu tersenyum" batin Aleta

Setelah kejadian di mall itu membuat Aleta sadar bahwa Aleta tidak mungkin bersama dengan Rian. Bukannya Aleta tidak mau berjuang tapi Aleta tahu diri. Sekarang Aleta berusaha untuk menjalani hari-hari seperti biasa menganggap semua itu tidak pernah terjadi.

"Selamat pagi semua" Aleta masuk ke kelas dengan wajah ceria

"Tumbeh wajah kamu berseri-seri biasanya juga murung" tanya Shindy

"Iya tuh kemarin-kemarin kenapa?" Lanjut Anya

"Udah lah angap aja yang kemarin itu lagi pms,haha" mereka semua ketawa bersyukur Aleta tidak seperti kemarin-kemarin

Hari-hari telah dilewati mati-matian Aleta untuk bersikap biasa saja saat melihat Rian. Walau hatinya masih ingin tinggal tapi apa yang bisa ia lakukan.

Pelangi diatas AwanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang