"Hiks... Kenapa Ayah harus pergi?"
"Bunda, nggak boleh nangis. Kan, Bunda sendiri yang bilang kalau kepingin nonton konser Justin Bieber. Jadi, Ayah harus kerja dulu biar dapat..."
"...uang banyak"
"Duh, pinter banget sih istrinya Ayah~"
Pada sudah paham kan, ini keluarga siapa?
Ayah Sehun dan Bunda Luhan, jawabannya.Kayak biasa, hari itu waktu semua pada sibuk sama kegiatannya masing-masing. Ada yang lagi bersihin kandang bebek, juga ada yang lagi akh-akh. Ada yang lagi benerin ban helikopter, juga ada yang lagi berantem gara-gara si seme masih molor. Warna-warni macam pelangi.
Peristiwa ini terjadi di depan rumah merah jambu penuh haru, Bunda Luhan berdiri ayu. Maklum, kan Bunda Luhan itu manly.
Ia sedang melepas Ayah Sehun buat pergi kerja, diiringi isakan anggun ala Bunda Luhan. Selalu kayak gini, tapi bukannya marah-marah, Ayah Sehun malah memeluk sang uke tercinta. Hah~ jadi pengin juga :)
Enggak heran, kalau Bunda Luhan sangat amat mencintai sekali si Ayah.
Ingat!
Jangan pada iri!"Ayah, pulangnya harus cepet ya! Nggak boleh keluyuran lagi, nggak boleh makan diluar, nggak boleh main, nggak boleh nongkrong, nggak boleh..."
Ampuni saya :(
"Ke hati Bunda aja, boleh?"
Ekhem.
Bunda Luhan kicep, pipinya memerah. Tersipu, yeorobun. Ckck."Ayaaaaaahhhhhh"
Untung Ayah sabar punya uke sejenis Bunda Luhan. Bayangkan, misalnya Bunda nikah sama Papih Wu. Wooo, ya sudah diketekin beneran sama Papih.
Sama Daddy Chanyeol? Jadi botak si Daddy nanti. Papsky Kai? Halah, terjang langsung enggak kasih ampun. Kalau sama Chen Appa, ya lebih baik kalau Appa tidur sambil ngeloni bebek kesayangannya lah. Jangan ditanya sama kandidat seme terakhir, nyambung deh kayaknya ya?
Jadi, jangan coba-coba dibayangkan. Nanti kamu sendiri yang bingung menuju oleng.
Kamu?
Iyaaa~ kamu. g."Ayah~" Bunda Luhan masih dipelukan Ayah, kalau yang ini namanya bukan kesempatan. Tapi keberuntungan.
"Iyaa, Bun?" Ayah Sehun mengelus pelan punggung Bunda Luhan.
"Ayah, tadi Bunda liat ada film baru. Yang main ganteng, tapi masih gantengan Ayah~" Cerita Bunda Luhan manja-manja manis.
INI KODE!
"Bunda mau nonton? Oke, nanti kita nonton ya? Setelah Ayah pulang kerja, gimana?" Ucapkan syukur, karena Ayah Sehun selain sabar dan romantis. Ia juga peka terhadap rangsangan.
Bunda Luhan yang denger omongan Ayah, riang tiada terkira. Tuh kan, kurang apalagi coba Ayah Sehun?
Ganteng? Kayak beginian masih ditanyain!
Romantis? PASTI.
Tajir? Masih tajiran Papih Wu sih.
Peka? IYALAH. Jangan dibandingin sama 69 Squad (re: Papih, Daddy, dan Papsky)."Makasih Ayah~" CHUP.
Tenang, jangan goyang. Itu suara kecupan dari Bunda untuk Ayah di pipi.
"Kalau gitu Ayah berangkat dulu ya Bun? Ayah udah kesiangan" CHUP.
Tenang, jangan goyang pt 2. Kecupan di kening Bunda, dari Ayah Sehun.

KAMU SEDANG MEMBACA
SEME-SEME TAKUT UKE -the seriest
AcakCollab Project between @Arni_Girsang with @Pikachu-Lu Length : Chaptered | Genre : Comedy Rated : T+ DLDR! bxb, yaoi, typo(s) So, enjoy it! P R E S E N T