Kau ingat? Dulu kita sering sekali berdua.
Kau ingat? Dulu senyummu sangat hangat kepadaku.
Kau ingat? Saat kau mengorbankan waktumu untukku.
Kau ingat? Saat kau berkata kepadaku agar berhati-hati dalam cinta.
Kau ingat? Saat kau mengkhawatirkan aku jika aku sakit hati.
Semua hal itu membuatku senang kala itu. Membuatku merasa spesial.
Namun, apa kau ingat?
Saat kita sibuk dengan urusan masing-masing.
Saat entah sejak kapan kau menjaga jarak denganku.
Saat entah bagaimana dan mengapa, kau pergi dengannya yang katamu kau cintai.
Tidak. Aku tidak marah. Sama sekali tidak.
Aku hanya... rindu.
Ya. Aku rindu kamu yang sekarang sudah bersama orang lain.
Jika ditanya sedih atau senang, aku pasti akan menjawab senang.
Ya. Aku senang kau sudah menemukan kebahagiaanmu bersama orang lain. Bukan dengan aku yang memberikan kepastian saja tidak bisa.
Tidak. Aku tidak akan menangis. Aku sedang tersenyum sekarang kalau kau ingin tahu. Tapi entah kenapa bulir air mata memaksa keluar dari mataku.
Aku bilang tidak. Aku tidak menangis.
Sudah cukup bertanya dan berpikir tentang aku.
Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku rindu. Itu saja.
Tidak. Tidak perlu membalas rasa rindu ini.
Kau hanya perlu tahu bahwa setiap malam, setiap bulan menampakkan wajahnya, aku selalu teringat denganmu. Itu saja.
Sudah dulu ya. Bulan sudah menyuruhku tidur. Katanya kalau aku tidak tidur nanti aku sakit. Dan kalau aku sakit aku tidak bisa merindukanmu lagi. Dan aku tidak mau itu terjadi.
Kamu juga tidur ya. Nanti kamu sakit kalau tidur malam-malam. Kalau kamu sakit, aku harus merindu
