EPILOG

2.7K 185 44
                                        

Jihoon memandangi woojin yang sibuk menggendong dan menenangkan jinhoo dalam pelukannya, jinhoo begitu menempel pada ayahnya sejak woojin kembali.

"Ssst.... Tidur ya sayang... Papa disini tidak kemana-mana... " Woojin menepuk nepuk pelan punggung jinhoo masih berjalan kesana kemari menenangkannya.

Tangan kecil jinhoo mengeratkan cengkeraman nya pada kain pakaian woojin. Seakan tak ingin melepaskannya.

Jihoon menikmatinya sebagai pemandangan yang sangat menarik.

"Woojin, tidurkan dia disini saja... " Tegur jihoon menepuk ruang kosong di sebelahnya berbaring, benar saja tempat tidur mereka cukup besar bahkan untuk empat orang skalipun.

"Tidak, aku akan membuatnya terlelap terlebih dahulu, kau juga terbiasa melakukan ini sendiri selama tidak ada aku kan?"

"Sudah tidak sih,biasanya aku membacakannya cerita mungkin jinhoo masih ingin bermanja-manja padamu"

Jihoon memandang sang suami dan anak dengan tatapan terhangatnya yang sempat meredup selama dua tahun kepergian woojin.

Selama dua tahun berlalu ia terbiasa melakukan segalanya seorang diri, ia hampir saja putus aj menanti kepulangan woojin karena tak pernah sepucuk suratpun memberinya kabar tentang kondisi suami yang disayanginya.

Flashback 2tahun lalu

Jihoon menangis terisak dipelukan mama, menggenggam sepucuk surat yang baru saja datang dari utusan militer yang berisi panggilan wajib militer atas nama park woojin. Ia bahkan telah memohon penundaan untuk Woojin sampai wisuda kelulusannya.

Yang hanya kurang dari 2minggu lagi.....

Dan itu benar-benar sangat menjadi pukulan berat bagi jihoon mengingat usia jinhoo ditahun keduanya yang masih terlalu kecil dan kesibukannya terkadang membuatnya dan woojin harus bergantian meluangkan waktu untuk jinhoo sementara berjibaku dengan rutinitas kuliah dan kegiatan paruh waktunya.

"Jihoonie, aku tak ingin pergi sekarang.... Jinhoo sedang sakit"

"Pergilah woojin, lakukan kewajibanmu sebagai warga negara yang baik, tidakkah kau ingin membuat jinhoo dan bangsa ini bangga padamu??semua untuk negaramu sendiri ,aku sudah menundanya sampai besok"

"Tapi kau dan jinhoo.... "

"Banyak yang membantuku disini.... Jangan khawatirkan kami, jinhoo juga akan segera baik-baik saja"

"Jihoon... " Woojin menyentuh pipi jihoon yang mulai basah karena tak mampu lagi membendung emosionalnya.

"Tidak ada tapi lagi woojin,kalau harus jujur aku juga tak ingin melepasmu jauh-jauh dariku lagi"

"Selama dua tahun aku wajib militer, apakah jinhoo akan mengingatku saat kepulanganku nanti?? " Gumam woojin tertunduk.

"Kau juga akan baik-baik saja? " Woojin menangkup kedua pipi chubby jihoon.berulangkali menghapus air bening yang terus saja mengalir tanpa habis.

"Aku akan baik-baik saja, karena aku tahu kau akan melakukan yang terbaik disana... Janji kau kembali dalam keadaan sehat "jihoon menutup jarak diantara keduanya dengan ciuman panjang yang seakan tak ingin dilepaskannya.

" Sudah jihoon jangan menangis terus....kau akan membuatku makin berat melepaskanmu "

"Jihoon ...., bisakah kau hari ini libur?? " Tanya woojin dengan tatapan memohonnya.

"Berikan aku momen terindah sebelum aku pergi,aku akan merindukannya"

Jihoon mengangguk saja ketika woojin mulai membawanya ke tempat tidur.

My Guardian Angel ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang