"Begini saja tidak becus!" Maki gadis kecil itu kasar, wajahnya mirip seperti orang orang bule, namun kerasa Bukan belanda.
"Maaf non,Saya-"
"Sudah! Jadi babu tidak usah banyak omong! Gara-gara kamu,saya jadi kehilangan Nafsu makan saya!" Bentak gadis itu kasar, sambil ingin menampar nenek tua itu.
Namun, seorang bocah lelaki berumur kira kira 12 tahun menahan tangannya.
Gadis kecil itu menoleh kaget.
"Siapa kamu?!" Tanya gadis itu kasar, namun bocah itu masih terdiam dingin, tanpa ekspresi.
Gadis kecil itu mencoba melepaskan tangannya kasar dari anak laki-laki itu, anak itu melepaskan tangan gadis kecil itu.
"Kamu budheg* ya! Saya tanya,siapa kamu! Kamu tidak tau siapa saya?! Saya anak Jendral-"
*Budheg (Bahasa Jawa) : Tuli
"Saya tau kamu. Kamu Elizabeth. Maafkan saya, nama saya Pierre Tendean, tetanggamu," Ucap bocah itu sopan sambil membungkuk.
2 fakta yang kuketahui sekarang,adalah,bahwa Gadis ini adalah Elizabeth Versi kecilnya,namun... Mengapa Elizabeth ada pada tahun ini? Dan Bocah lelaki itu adalah Pierre Tendean. Namun aku masih tidak tau apa hubungan mereka sampai sampai Elizabeth masih mengenang namanya sambil menangis,apakah lelaki ini meninggal?
"Ia adalah aku niall... Ia Elizabeth tahun 1951,umurnya 8 tahun. Dan bocah lelaki itu.. Pierre Tendean,ia 12 tahun" Ucap Elizabeth sambil tersenyum ketika menyebut Kata "Pierre Tendean"
"Lalu... Apa hubungan pierre denganku? Sampa kau memanggilku dengan nama Pierre? Dan dimana ini?" Tanyaku penasaran.
Ia hanya tersenyum mengejek tanpa Menatapku.
"Kamu Penasaran sekali ya?" Tanyanya sambil merobek Daun yang selalu ia bawa, ia merobeknya Kecil.
Setelah itu,semuanya Berubah,terlihat Elizabeth remaja,dan Pierre yang juga sudah remaja.
"Kau akan membawaku kemana hari ini Pierre?" Tanya Elizabeth remaja sambil melingkarkan tangannya ke Tangan Pierre.
"Kesini," Ucap pierre hangat.
Mereka duduk di tanah yang beralaskan Kain lebar berwarna Hijau.
Elizabeth remaja duduk disebelah pierre yang sedang duduk menatap Laut didepan mereka.
"Mengapa kau mengajakku kesini Tuan Tendean?" Tanya Elizabeth remaja itu sambil sedikit Bercanda.
Elizabeth (Asli) berjalan mendekati Pierre, ia duduk disebelah Pierre dan menyentuh tangan Pierre seolah olah ia memohon agar Pierre menatapnya. Namun sebaliknya, Pierre Sama sekali tidak merespon Elizabeth karena disini Elizabeth dan Aku hanyalah bayangan.
"Bisakah saya menceritakan sesuatu El?" Tanya Pierre ke Elizabeth Remaja.
Gadis itu mengangguk penasaran.
"Ada apa Pierre? Mengapa mukamu sedih seperti itu? Kamu bisa cerita ke saya," Ucap Elizabeth remaja itu sambil Menggenggam tangan Pierre.
"Apapun itu,saya akan dengarkan. Hanya kita berdua disini,jangan gelisah," Ucap Elizabeth remaja sambil mengusap-ngusap tangan Pierre yang sedang gelisah.
"Sepertinya, kita tidak bisa berada di 1 Pekerjaan," Ungkap Pierre tanpa memandang Elizabeth remaja.
"Ada apa? Keluargamu ingin kamu menjadi dokter atau insinyur kan?" Tanya Elizabeth remaja menahan pertanyaannya, ia benar-benar penasaran. Padahal dulunya Pierre bilang ia akan menjadi dokter, tapi kenapa sekarang malah berubah? Padahal Elizabeth sudah menekuni Ilmu Pengetahuan Alam agar bisa satu pekerjaan dengan Pierre.
"Saya ingin menjadi tentara angkatan darat El, tapi saya takut. Keluarga saya akan kecewa nantinya," Kata Pierre sedih.
"Pierre,kamu dengarkan saya. Saya, dan keluargamu akan selalu mendukung apapun itu keputusanmu, kami tidak memaksa. Apapun yang ingin kamu lakukan, lakukan saja... Keluargamu dan saya ingin kamu bahagia, saya tidak apa apa bila kamu tidak ingin menjadi dokter. Apapun yang kamu lakukan, saya bangga kepadamu," Ucap Elizabeth sambil memeluk sahabatnya itu.
"Terimakasih Elizabeth,Terimakasih..." Ucap Pierre senang.
To be continued
KAMU SEDANG MEMBACA
Past (Short Story)
FanfictionNamaku Niall Horan,umurku 22 tahun, dan aku tinggal di Indonesia. Semuanya baik baik saja, sampai aku bertemu dengan gadis aneh. Gadis itu memakai baju yang lusuh, ia berpakaian Kebaya, bisa kau bayangkan? KEBAYA!! Maksudku, mana ada wanita cantik s...
