G30SPKI

333 25 9
                                        

Kami berada di hutan tempat Awal kami bertemu, namun ini masih gelap, penerangan pun redup.
Terlihat seseorang keluar dari truk sambil mendorong Pierre.

"Masuk!" Bentak tentara itu kasar.

Pierre dan ketiga Jendral yang masih hidup pun masuk kedalam gubuk tersebut. Karena penasaran, aku menembus tembok Gubuk itu, tanpa menunggu Elizabeth.

"Ini bukan Nasution! Kalian bodoh atau bagaimana?!" Maki seorang tentara yang menurutku ia adalah Jendral? Atau apapun itu, yang pasti ia adalah dalang dari semua ini.

"Mana Nasution?!" Tanya Salah satu tentara itu sambil mendorong pundak Pierre, dan tentara lain mengikat tangan nasution di tiang kayu yang ada di Gubuk itu.

Kukira Pierre akan menjawab dimana jendral Nasution berada, namun ia malah tetap bungkam.

Beberapa tentara menonjoknya hingga berdarah-darah, namun tidak ada satu katapun yang ia ucapkan, hanya rintihan kesakitan.

Aku menoleh kesegala arah Untuk mencari Elizabeth, namun ternyata ia berdiri dipojok sambil melihati Para tentara itu dengan marah. Aku tau, ada rasa benci yang ada di Hati Elizabeth.

"Masih Belum mau menjawab ya?!" Bentak si tentara itu sambil terus menonjok Pierre sambil membentak-bentaknya dengan kasar.

Aku pergi keluar, aku tidak tahan melihat Lelaki itu disakiti, saat aku keluar, ada Elizabeth tahun 1965 yang sedang mengintip, ia menangis sampai kakinya bergetar.

Aku berusaha memeluknya, namun percuma saja, aku hanyalah bayangan disini. Jadi aku memeluknya seolah-olah aku bisa menyentuhnya.

"Kau ingin seperti mereka ya?! Ayo cepat katakan!" Ucap salah satu tentara itu.

Ada juga teriakan Permohonan untuk berhenti,yang kurasa dari para jendral-jendral Yang lain yang masih hidup. Beberapa detik kemudian, aku melihat 3 jasad Lelaki, ketika kulihat wajahnya, ia seperti Jendral Ahmad Yani. Seketika aku teringat pelajaranku dulu saat SD, Jendral Ahmad yani adalah korban Gerakan 30 september yang dilakukan oleh PKI, apa mungkin... Elizabeth dan Pierre juga mati hari ini?

Aku segera masuk ke dalam, terlihat Elizabeth terdiam, dan berdiri seperti tadi,nnamun air mata selalu keluar dari matanya yang berwarna Coklat itu.

Karena Pierre tidak mau berbicara, ia diseret keluar Kearah pepohonan pepohonan, jasad-jasad yang tadi kulihat juga diseret bagai binatang.  Aku ingin tau, sebenarnya untuk apa mereka melakukan itu? Mengapa harus pada 6 jendral, dan 1 perwira yang tak bersalah ini?
Bahkan mereka sebangsa, satu bangsa Indonesia, namun mengapa seperti ini? Untuk pertama kalinya aku tertarik pada Sejarah, aku mengikuti Pierre yang diikat di pepohonan. Elizabeth berdiri di sampingnya sambil Menangis, namun tetap berdiri seperti keadaan tadi.

"Masih tidak mau berbicara ya?"

DOR! DOR! DOR! DOR!

DOR! DOR!

"PIERRE!"

Teriakan Elizabeth 1965 membuat semua orang kaget dan menoleh kearahnya, begitu pula denganku, kecuali Elizabeth yang masih melihat Pierre sambil menangis tanpa melihat bayangan dirinya sendiri.

"Tangkap dia!" Perintah Ketua yang tadi memarahi anak buahnya.

Elizabeth pun ditangkap lalu diikat di pohon dekat Pierre, ia menangis, ia bahkan harus duduk karena ia tidak kuat berdiri.

Begitu juga pierre, ia Menoleh kearah Elizabeth sambil menggeleng kuat kuat seolah-olah Mengatakan bahwa ia baik baik saja.

Elizabeth (asli) berjalan kesampingku.

Past (Short Story)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang