delapan.

37 0 0
                                        


" ia tidak pernah dan tidak akan pernah berhenti dengan alasan lelah De"

2 hari telah berlalu.
hari dimana SMA Harapan berulang tahun yang ke 33.
acara ulangtahun sekolah dimulai sore hingga malam hari, di sekolah.

Dea berdiri di depan cermin, memerhatikan seluruh bagian dari dirinya.

ia mengenakan gaun berwarna biru langit, persis seperti gaun yang dikenakan Cinderella, bedanya gaun ini hanya sepanjang lutut dan dengan sedikit sentuhan ajaib dari tangan Dea, gaun ini berhasil disulap jadi Gaun musim dingin nya.

detail pada rok gaun itu sangat menggemaskan, oleh Dea ditempelkan nya banyak pompom putih yang tersebar acak mengelilingi rok nya, seakan salju.

lengan bajunya yang off shoulder, ditambah dengan gerai rambut gelombang hitam Dea membuat ia terlihat sangat cantik.

block heels berwarna putih yang menghias kaki jenjang Dea juga terlihat mengagumkan.

tak luput tiara berwarna perak yang senada dan permata kecil yang menempel didahi nya membuat ia bak permaisuri yang sesungguhnya.

Hari ini Dea diantar papa nya karena sangat merepotkan baginya jika ia harus naik ojek memakai gaun seperti itu

Dea membawa tas jinjing yang isinya baju ganti dan sendal jepit hitam kesukaannya ntuk berjaga-jaga jika nanti gaun ini akan menimbulkan masalah, entah membuatnya gerah,gatal atau bagaimana.

di perjalanan, Dea melihat pesan masuk di hp nya

Byan: " jangan kepanasan ya, nanti salju nya meleleh"

awalnya Dea hanya terkekeh geli karena pesan Byan, tapi kemudian ia bingung darimana Byan tahu kalau ia menggunakan kostum bertema salju. ia tidak memberitahu Byan.

pesan berikutnya masuk

Byan: " nengok ke belakang dong, gue mau dadah-dadah nih"

Dengan sigap Dea memutar badan nya menghadap kaca belakang mobil.
betapa heran nya ia karena Byan sedang mengendarai motornya sambil bermain ponsel dan.. di belakang mobil Dea, sepertinya..

Byan mengikuti Dea.

Astaga manusia ini, batin Dea terheran-heran melihat tingkah teman nya.

karena hari sudah siang, pasti Byan kabur dari sekolahnya.
Byan menggunakan kaus polos hitam dan jaket bomber berwarna biru dongker, disertai celana jeans juga sneakers yang membuat kesan keren bagi penggunanya, Byan.

selama perjalanan, Byan dan Dea terus saling mengirimkan pesan yang sebenarnya tidak terlalu penting.

Byan: " De, pulang acara nya nanti Mcd yuk"

Dea: "enggak ada yang lain apa?"

Byan: " susah sih kalo lidah nya warteg"

baru saja Dea ingin mengutuk Byan, pesan berikutnya muncul.

Byan: "untung cantik."

senyum tak dapat sembunyi dari paras Dea yang cantik.

"kamu kenapa De ketawa-ketawa gitu?", tanya Reza, Papa Dea.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 03, 2019 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ANTARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang