1.8

8 1 0
                                    

"Hyemi ga masuk?" Jekey bertanya kepada Ara saat cewek itu hendak ke kantin bersama Airin.

"Ga. Bolos dia. Parah, kan?"

"Ha? Serius lu?"

"Dua rius. Gue laper, Jey. Duluan."

Jekey mengangguk lalu mengeluarkan hpnya mencari kontak Hyemi.

"Ya?"

"Lu bolos?"

"Kaga."

"Kaga apaan yang kaga. Lu aja ga masuk kelas. Absen lu alfa, Mii."

"Oh."

"Lu kenapa sih? Ada masalah? Lu block line gue?"

"Ga papa, Jey. Lu sekolah sono."

"Kan, mulai dah. Kalo lu bilang gapapa, ada masalah. Pasti itu. Ntar gue ke rumah lu."

"JANGAN DEMI KUTIL KUDA. JANGAN KE RUMAH GUE."

"Lah?"

"Gue baik baik aja. Percaya atau ga, serah."

Tut..

Telfon dimatikan sepihak oleh Hyemi. Jekey menatap layar hpnya bingung. Ia lalu mengetik pesan kepada Hyemi.

To: Hyemi

Unblock line gue. Pulsa gue ga banyak untuk nelfon dan sms lu :)

Send.

•••

Hyemi sekarang hanya tidur-tiduran di kasurnya. Dia ga ada niat untuk membuka sms Jekey dan membuka block-an line cowok itu. Dia cuma takut abangnya tambah marah :(

Hyemi sudah berkali-kali menelepon abangnya. Dari via line, nomor telfon, whatsapp, sampai ia mencoba video call melalui skype. Meskipun mustahil Seokjin memakai skype saat ini. Kenapa? Karena dia udah jarang pake aplikasi itu.

"ARGH.. ABANG GUE MARAH GINI AMAT SIH."

Yakz. Hyemi mulai frustasi, gais.

Lima detik setelah teriakan Hyemi, pintu rumah diketuk. Hyemi curiga kalau itu tetangganya yang merasa terganggu oleh teriakannya barusan. Hyemi langsung berlari menuju ruang tamu dan membuka pintu rumah.

"Seok–"

"LU?"

Yang datang bukan tetangga Hyemi, tapi Gita. Yakz, cewek yang dibenci Hyemi karena beribu alasan.

"Gue kira lu sekolah. Ada Seokjin? Gue mau ngedate sama dia hari ini."

Hyemi kaget dong. Sejak kapan ada acara date date an antara abangnya dan tante, maksudnya cewek ini.

"Nge date? Lu? Sama abang gue? Ini udah agak siangan. Masih mimpi ae lu, mba."

"Cih, kaga percaya? Liat aja noh. Seokjin yang chat gue."

Gita melihatkan layar hpnya yang berisi chat-an ia bersama Seokjin kepada Hyemi.

"Lu jomblo banget kalo harus bikin fake chat kayak gini."

"Heh. Lu bikin gue kesel aja. Sekarang, mana abang lu? Banyak bacot ni bocah."

"APA LU BILANG? BOCAH? GUE UDAH SMA YA. Emang lu, tante-tante?!"

"Minta dicocolin micin ya lu!"

"Udah, pulang sana! Ganggu aja."

"Gue ke sini nyari Seokjin alias pacar gue. PACAR."

Hyemi terdiam. Ia berdiri mematung sampai sebuah mobil sport memasuki perkarangan rumah. ia tau, itu mobil abangnya.

"Lah? Gita? Ngapain ke sini?"

"Mau jemput lu. Kita jadi ngedate hari ini, kan, babe?"

Kalau bisa dibilang, muka Hyemi sudah semerah tomat sekarang. Menahan marah, sedih, kesal, dan bingung. Dia ga tau mau berbuat apa. Jadi, ia hanya berdiri menyaksikan 'drama' itu.

Seokjin menatap Hyemi sebentar. Cuma 3 detik. Lalu, ia kembali menatap Gita.

"Iya. Gue ganti baju dulu."

Gita tersenyum. Seokjin berjalan masuk ke dalam rumah, melewati Hyemi begitu saja.

"Sekarang lu udah percaya?"

Gita tersenyum miring ke arah Hyemi.

"Gue mau betulin tirai jendela."

Hyemi langsung masuk ke dalam rumah dan berlari menuju kamarnya. Ya kali dia niat betulin tirai jendela.

Setelah mengunci pintu kamar, Hyemi menyetel musik melalui speakernya dengan volume keras. Dia ga mau diganggu siapa pun. Hyemi butuh waktu sendiri untuk memahami drama yang baru saja terjadi.

Seokjin yang hendak keluar rumah ketika melewati kamar adiknya, ia melihat pintu kamar itu dengan tatapan datar. Suara musik terdengar olehnya. Seokjin paham perasaan Hyemi. Sangat paham. Tapi, Hyemi yang ga paham perasaannya.

Seokjin lalu melangkah menuju teras dan tak lupa menutup pintu rumah.

"Yuk, Git."

Gita tersenyuk senang. Dia langsung mengaitkan tangannya di lengan Seokjin.

"Kita naik mobil, ga jalan. Lepasin dulu."

Gita jadi salah tingkah. Ia melepas kaitannya dan berjalan menuju mobil sport Seokjin.

"Adik lu, ga suka sama gue, ya?" tanya Gita ketika mereka sudah berada di dalam mobil.

"Keliatannya?"

"Padahal gue pengen banget deket sama adik lu. Pengen ngerasain punya adik cewek kaya gimana."

Gita tersenyum kecil. Seokjin fokus menyetir dengan tatapan lurus ke depan cem anak PBB.

Huh, blsht.

💦

Bro ; ksjTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang