"Mi, sampai kapan lu galau ga jelas gini?" tanya Airin.
Ara dan Airin sudah ada di rumah Hyemui lima menit yang lalu. Sepulang sekolah, kedua sohib Hyemi itu langsung tancap gas ke rumah Hyemi karena feeling mereka cewek itu dalam keadaan yang tidak baik.
"Abang gue kenapa sih? Gue deket sama Jekey ga boleh. Eh, dia deket sama Gita gue ga bolehin tetep nyosor. ANEH BAT GILA!"
Ara dan Airin hanya diam.
"Gue kabur aja ke rumah lu, Rin. Kayak dulu."
"Gila lu. Ntar abang lu tambah marah."
"Gue peduli?"
"Siapa tau omongan abang lu bener, Mi."
"Lu belain dia, Ra? Oke. Semua berpihak sama dia."
"Bukan gitu , Mi."
"Hyemi."
Tiba-tiba Jekey nongol di pintu kamar Hyemi cem di sinetron. Bikin kaget emang.
"Kan. Lu kenapa dateng? Pusing gue."
"Gue cuma mau nganterin buah. Gue kira lu sakit."
Hyemi ga peduli.
"Mi, dimakan buahnya. Senin udah usek. Jaga kesehatan lu. Gue pamit."
Hyemi tetep diem. Setelah Jekey pergi, dia menutup semua tubuhnya dengan selimut. Mungkin kali ini dia sakit. Sakit hati :')
Jekey baru saja hendak melajukan motornya keluar dari perkarangan rumah Hyemi ketika mobil sport milik Seokjin masuk ke perkarangan.
Jekey mengurungkan niatnya dan menunggu Seokjin keluar dari dalam mobil.
"Bang." -jk
"Ngapain lu di sini?" -ksj
"Jenguk Hyemi. Dia ga masuk, gue kira dia sakit." -jk
"Jangan deketin adek gua bisa?" -ksj
"Lah? Kenapa bang?"
"Lu ga inget, terakhir kali lu deketin cewe nasibnya gimana? Lu suka nyakitin cewe, bro. Itu udah jadi hobi lu." -ksj
"Bang, itu udah dua tahun yang lalu. Ga usah diungkit lagi." -jk
"Tapi gua belum liat perubahan lu." -ksj
"Terserah lu, bang. Gue cuma mau temenan sama Hyemi." -jk
"Cih, sekarang aja Hyemi ga masuk gara-gara mikirin lu. SADAR GA LU TUH?" -ksj
Seokjin murka gais (/ω\)
"Maaf, setau gue, Hyemi sedih dan ga masuk gara-gara mikirin lu sama Gita." -jk
"Lu tau darimana soal Gita?" -ksj
"Hyemi cerita ke gue." -jk
"Cih." -ksj
"Gini bang. Bukan gue ikut campur. Tapi lu harus jauhin Gita. Gita ga baik buat lu, bang. Dia juga ga baik buat Hyemi." -ksj
"Bacod banget sih. Lu masih sma. Ga tau apa-apa." -ksj
"Ga tau apa-apa? Kalau gue tau Gita suka mabuk dan punya banyak cowo, gimana? Kalau gue tau perasaan Hyemi saat liat lu sama Gita gimana? Lu salah nilai orang, bang." -jk
Sebelum Seokjin tambah murka, Jekey langsung menghidupkan mesin motor dan melajukannya meninggalkan rumah Hyemi.
"Mi, abang lu udah at home." Airin heboh sendiri.
"Peduli gue?"
"Gue balik dul–"
"Dek, gue beliin ayam goreng. Makan."
ITU SUARA SEOKJIN!1!
"Cih, masih inget dia punya adek."
"Ihh, Mimi lu ga boleh gitu. Abang lu masih sayang sama lu itu."
"Diem, Ra. Lu mau pulang kan? Sono, gih."
"Lah, gue diusir."
"Besok ijinin gue. Senin gue baru masuk skul."
"Heh, masuk besok! Senin usek bego."
"Yaudin iya iya. Ribet bat sih kalian. Sana gihh, tiati di jalan."
Airin dan Ara buru-buru keluar dari kamar Hyemi.
Lima menit setelah kedua sobatnya pulang, Hyemi berniat untuk keluar kamar. Bukan ga ada alasan, tapi cewek itu haus.
Baru lima langkah memasuki ruang makan, Hyemi kaget mendengar suara Seokjin. Dia suka ngagetin sih orangnya.
"HYEMIII!"
"Ga usah teriak. Gue ga budeg."
"Lah? Nih, gue beliin ayam kesukaan lu. Seneng ga?"
Hyemi melirik abangnya sebentar lalu berjalan mengambil gelas.
"Yah, cogan di kacangin."
"Lu ga usah sok asik sama gue. Toh ntar lu bakal marah lagi."
"Maapin abang soal kemarin. Khilap."
"Gue heran. Lu kesambet apa jadi kek gini?"
"Yaudah, gue dingin kek kemarin aja."
"EHHH, jangan, bang."
"Napa?"
"Ntar gue kangen lawakan lu yang garing kalau lu dingin gitu."
"Sa ae lu kuping panci."
Semudah apa mereka bertengkar, semudah itu juga mereka baikan. Aneh emang.
💦

KAMU SEDANG MEMBACA
Bro ; ksj
Fanfiction"Gue adeknya Kim Seokjin. Mau apa lo?" - Kim Hyemi . . . . . Just a fanfict. Jangan baper. update > jumat