cinderella

10.5K 107 0
                                    

Setelah kejadian yang menimpa orang tuaku,kini bibiku lah yang mengurus rumah,lebih tepatnya menjadi nyonya rumah,belum kering makam kedua orang tuaku,kini aku dan nindi sudah di perlakukan tidak adil oleh saudara ibuku beserta kedua anaknya ,

Nindi yang masih kecil pun disuruhnya mencuci pakaian setelah pulang sekolah,dan aku disuruhnya membersihkan rumah,memasak tak jarang pula aku disuruh suruh dan di berlakukan seperti jongos mereka,

Kenapa nasibku berubah derastis,
Bahkan nasibku lebih tragis dari cinderella,ia beruntung memiliki pangeran untuk menyelamatkannya, sedangkan aku?? Aku tak mampu melawan mereka bertiga,bila aku melawan, mereka akan menyiksa nindy dan mengurung kami di gudang tanpa memberikan makanan atau minuman,

Ya tuhan kenapa kau tak sekalian mengambil nyawaku,aku lelah dengan semua ini, aku tertawa melihat nasib kami saat ini,

Potongan bambu itu memukul punggungku,mencetak  warna kemerahan pada punggungku,
Saudaraku ini menghukumku karna melubangi baju kesayangannya,

Jeritan demi jeritan keluar dari mulutku,nindy yang melihat semuat itu menatapku dengan iba hinga butiran air matanya membasahi pipi chubbynya,

Percuma aku memita tolong ataupun berteriak tak akan ada yang membantu kami, para tetangga kami seolah sudah menutup matanya,acuh akan rasa sakit dan derita yang kami tanggung,

100x cambukan bambu telah aku terima,nindy memapahku ke arah gudang tempat kami saat ini tinggal,
Gadis kecil itu membuka bajuku dan mengoleskan alkohol pada lukaku,

Arrghhh....
Teriakku

"Apakah sangat cakit kak?maafkan nindy nggak bisa bantuin kakak,abisnya nindy takut kena hukum juga kaya kakak,nindy..nindy huu..aaa"
Tangisnya seketika pecah

Aku memeluk adik kecilku itu sembari mengatakan" tidak apa apa",
"Semua pasti akan baik baik saja sayang"

Isak tangis nindi membuatku terluka, ia pasti sangat lelah berada di sini begitu juga aku..aku ingin pergi dari sini..

Benar kenapa tidak pergi saja,
Kenapa tidak dari kemarin kemari saja aku kabur dari sini,

Aku mulai menenangkan nindy,dan dengan cepat mengemasi barang barang kami,

"Kakak sedang apa?"
Tanya adikku dengan polos

"Kita akan pergi dari sini sayang,nindy mau ikut kakak?"
Ucapku seadanya

"Nindy mau kak,kemana kakak pergi nindy ikut kakak"ucap nindy
Gadis pintar

Jam di atas nakas sudah menunjukkan pukul 10.00 dini hari,
Aku mengambil dompet mama yang tersimpan di kamar mama,bibi tak pernah tau kalau setelah mama meninggal masih ada dana pensiun yang cair setiap bulannya di rekening mama,

Untung saja mama juga menyimpan sesikit tabungan di bawah tempat tidur untuk jaga jaga kalau suatu saat ada hal mendesak,

Aku tersenyum melihat amplop itu kurasa ini cukup bagiku dan nindy untuk bertahan hidup,

Aku menuntun nindy dan membawa koper kami keluar rumah,aku melihat nindy yang ketakutan,dan sadar akan hal itu tanganku mengeyentuh ujung kepalanya.

"Kakak disini sayang,nindy nggak sendirian",ujarku menenangkannya

Aku melihat pangkalan ojek tak jauh dari tempat kami berdiri,

"Pak tolong antar kami ke terminal bus ya"pintaku pada bapak yang hampir berusia 50 tahunan itu

"Siap neng,.."

Tak berapa lama kami sampai di terminal bus dan memberikan selembar uang lima puluh ribuan pada bapak tadi,

Aku melihat bus yang melintas, sura pria paruh baya yang meneriakkan "jakarta..jakarta..jakarta.." membuyarkan lamunanku
Tulisan bus jakarta-malang dan sebaliknya berhenti di depan kami,aku melangkah masuk ke dalam bus tersebut,

19 jam kami berada di dalam bus antar kota ini,dan tiba di jakarta sekitar pukul 18.15 kami tiba di jakarta setelah turun aku mencari ojek dan mengutarakan tujuanku,sebelum aku naik ojek tiba tiba phonselku berdering ada e-mail yang masuk,

Aku membuka dan menatapnya tak percaya,

Aku di terima di UI lewat jalur bea siswa,sedikit kebahagiaan terasa hangat dalam hatiku,Nindy memperhatikan senyum yang tersemat di bibir manisku,Aku merengkuh nindy yang masih mengamatiku dengan dahi berkerutnya,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Aku di terima di UI lewat jalur bea siswa,sedikit kebahagiaan terasa hangat dalam hatiku,
Nindy memperhatikan senyum yang tersemat di bibir manisku,
Aku merengkuh nindy yang masih mengamatiku dengan dahi berkerutnya,

"Ayo bang jalan,"
ucapku pada tukang ojek itu

Meyda pov.
Aku mulai mengedarkan pendanganku,terpampang rumah susun yang cenderung agak kumuh
Di depan mataku,nindy menarikku ke dalam rumah tersebut,aku mendapatkan rumah ini dengan harga yang lumayan murah sih,

Aku duduk di sofa  rumah ini,
Sembari meregangkan otot otot tubuhku yang kaku,

"Kakak..kakak nindy lapar kak"
Ucapnya sambil memegang perut kecilnya

"Nindy lapar mau kakak buatin roti bakar heumm?"

"Mau..mau..sama susu coklat ya kak"

"Ok..princess,tunggu sebentar ya!!"

Aku memanaskan teflon di atas kompor,oh iya di rumah ini sudah tersedia semua yang kami butuhkan mulai dari alat alat dapur,sofa,tempat tidur dan lain lain,

Aku membolak balikkan roti bakar keju kesukaan nindy,tak perlu berlama lama roti bakar ala mey sudah jadi ,kakiku melangkah ke ruang tamu menemui adikku,
Dan memberi makan cacing di dalam perut adikku yang sedari tadi sudah berteriak minta di isi.

Nindy mencium pipiku dengan sayang sembari berucap terimakasih pada ku,dan tanpa aba aba dia langsung mencomot roti bakar nya dengan rakus,hingga membuat pipi chubby nya itu belepotan mentega
Aku melihatnya dengan tatapan gemas pada nya.

Aouthor pov.
Gadis ramaja itu membolak balikkan koran yang sedari tadi ia pegang sembari mengurut keningnya,
Mencari pekerjaan itu susah apalagi untuk gadis yang hanya memiliki ijazah sma sepertinya,

Jakarta itu kota yang keras,
Kalau ia tak mampu bertahan ia akan tergilas roda kehidupan,
Ia tak ingin kembali jatuh,
Ia akan berusaha sekeras mungkin demi nindy juga dirinya




BAD ANGELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang