Em

1 0 0
                                        


"sayang" seseorang dari belakang tiba2 saja memeluk Jin Ah sontak itu membuat Henry terkagett dan menatapnya dengan serius



"sumbae" Jin Ah tersenyum yang terlihat berbeda dari yang dilihatnya dikelas sebelum nya



"ke kantin kenapa tidak mengabariku" pria itu duduk didepan Jin Ah dan meminum minumannya



"tadi handphoneku terjatuh di kelas karena seseorang jadi tak sempat menghidupkannya karena sudah ditarik kesni" Jin Ah menatap nana sadis



"Mian sumbae, tadi aku hanya bercanda dengannya" nana tersenyum memohon takut2 diserang pria ini



"iyasudah, aku juga menemani mereka membeli minuman. Aku balik kekelas dulu. Ntar aku hubungi iya? Nana jngan macam2" sumbae itu tersenyum dan meninggalkan meja kami



"nuguya? Apa itu pacarmu Jin Ahssi?" Henry menannyakan itu setelah pria itu pergi



"kau mau tau?" Jin Ah menatap kesamping karena Henry duduk disebelahnya



"nde" henry semangat



"aku saja yang jawab" nana menunjuk dirinya



"iya, ada yang lebih tau dariku" Jin Ah menaikkan alisnya



"hahahhaha,,, memang siapa dia" henry menambah tingkat penasarannya



"dia senior disekolah ini yang menyukai Jin Ah namun lihatlah teman kita yang satu ini tak pernah menganggapnya serius sehingga jadilah begini. Dia selalu mengikuti dan memantau sih jin Ah" nana menjelaskan secara rinci




Hari itu pun berlalu. Jin Ah mulai menerima kedatangan Henry dalam pertemanannya. Jin ah juga mulai tersenyum seperti biasa dan mengurangi kadar dinginnya. Mereka bertiga sering menghabiskan waktu bersama baik itu disekolah maupun diluar sekolah. Jin Ah mulai merasakan hal nyaman yang pernah ia rasakan sebelumnya... iya seperti sepuluh tahun yang lalu...



Dia kembali teringat hal2 kecil tersebut. Boneka yang diberikan Min Soo pun masih tersimpan canti dilemarinya. Dia selalu tersenyum melihatnya. Ada hal yang sampai sekarang tak terpecahkan olehnya kenapa dia tak mengingat kepergian Min Soo sama sekali. Dia mencoba terus memecahkannya. Namun, 5 bulan terakhir dia lupa karena Henry mulai menggantikan posisi itu.



Henry selalu menghubunginya dan bercerita dengannya. Dia tak pernah meninggalkan Jin Ah sendirian. Jin Ah pun Mulai terbiasa dengan itu. Hari ini Jin Ah dan Nana diajak kerumah Henry nttuk mengerjakan tugas bersama.



"hey... apa aku terlambat?" jin ah baru sampai setelah setengah jam terlewati olehnya



"heoL sepertinya kau terlalu cepat datang" nana menyindir Jin Ah



"Mian, aku tadi mebeli buku ntuk referensi makalah" Jin Ah memujuk nana



"well, karena kau terlambat. Kau dihukum ntuk membuat minuman ntuk kami. Bagaimana?" henry membuat kesepakatan



"cool" jawabnya cepat dan dibalas senyum dari dua orang yang membuat rencana



"tapi bantu aku,,, karena aku tak tau dapurmu" jin ah keluar dari kmar bersama dengan henry



"tunggu disni. Aku akan membawakan beberapa buah dari halaman belakang" henry memiliki kebun sendiri dibelakang rumahnya karena eommanya sangat menyukai berkebun



"baiklah" jin ah pun menunggu di tempat yang d perintahkan. Dia melihat kesekeliling isi rumah tersebut. Terlihat foto2 henry saat SMp dulu dengan kaca mata tebalnya. Dia terlihat cupu. Namun Jin Ah tak melihat foto kecilnya henry sama sekali. Dan yang terlihat mobil2an yang sama persis dengan mobil Min Soo namun Jin Ah mengabaikannya karena mobil itu tak mungkin hanya dijual dalam satu buah saja.



"apa yang kau lihat disana?" henry datang dengan buah2an ditangannya

My Princess MomoWhere stories live. Discover now