Li

1 0 0
                                        

"apa yang kau lihat disana?" henry datang dengan buah2an ditangannya



"aku melihat foto2mu namun aku tak melihat fotomu saat kecil dulu" jin Ah kembali ketempat Henry meletakkan buah tersebut



"aku tak sempat berfoto waktu kecil karena aku mengalami cedera yang cukup parah sehingga tak memiliki muka yang pantas ntuk difoto" henry tersenyum dengan mata yang berkaca2



"kwencana? Mian karena menanyakan hal yang tak pantas" jin ah merasa bersalah



"ani, aku tidak apa2 lagian itu hanya masa lalu. Lagian semuanya sudah kembali seperti semula karena tekadku ntuk bertemu seseorang" henry menatap Jin Ah dengan perasaan yang benar2 dalam



"seseorang?" jin ah penasaran sambil memotong2 buah tersebut



"nde, dia teman masa kecilku. Dia selalu berada dimana aku berada. Eomma lebih menyayanginya dari padaku berlaku juga sebaliknya. Dia terlihat manis saat menginkan barang2ku. Namun semuanya menghilang saat aku pergi" henry tak sengaja meneteskan airmatanya dan langsung menghapusnya



"kenapa kau pergi?" Jin Ah menambah tingkat penasarannya



"waktu itu aku sedang bermain dengannya. Namun disaat yang sama orang tuaku bertengkar sehingga aku dan dirinya hanya bisa menatap orang tuaku dari ruangan atas. Saat itu appa dengan emosi yang cukup tinggi sehingga tak sengaja memukul eommaku. Namun refleks kami berdua ingin berdiri bersama namun aku terpeleset dan jatuh dari lantai dua ke lantai pertama. Awalnya aku hanya menggantung karena seseorang tersebut menahanku namun dia juga mulai tertari kebawah jadi aku melepaskan pegangannya dan .... yang terdengar hanya jeritan dari mereka bertiga dan lama kelamaan semuanya gelap dan menghilang" henry menerawang dengan air mata yang terus membanjirinya yang tak dapat ditahannya lagi



"separah itukah?" Jin ah memeluk henry dan ikut menangis



"dan saat aku terbangun ternyata aku sudah berada di rumah sakitt LA dengan badan yang penuh balutan perban. Terlihat wajah eomma yang mulai menua dan kelelahan yang ternyata aku sudah koma selama 2 tahun. Tapi aku tak melihatnya dan appaku. Ternyata eomma meminta cerai dengan appaku karena kejadianku dan eomma melarikan diri ke LA." Henry mulai tenang dan jin ah menggenggam tangan Henry



"(tarikan nafas panjang) bagaimana kau bisa melewati semua itu" jin ah tetap mengelus tangan henry



" (dalam hati "karena kau semangatku ntuk bertahan hidup") setelah aku bangun, aku mendapatkan rehabilitasi ntuk mengatasi trauma dan segala sesuatunya hingga aku mengikuti pelajaran yang instan hingga aku samapi kemari dengan wajah yang tampan" henry kembali merasa kepedean ntuk membuat jin ah tersenyum



"kau ini" jin ah melepaskan tangan yang tadi digenggamnya dan hendak melanjutkannya



"jangan lepaskan. Tangan ni membuatku selalu nyaman dan hangat" henry mengambil tangan jin ah namun di tepis jin ah dan membalikkan tubuhnya karena ada sesuatu didalam hatinya yang aneh



"mian aku tadi ..." sebelum henry menyelesaikan kata2nya yang tiba2 terhenti

My Princess MomoWhere stories live. Discover now