[ Story Blogspot ]
Uzumaki Naruto adalah gadis kecil berusia tujuh tahun, ia di perkirakan masuk ke panti asuhan Ceria Kasih saat usianya enam tahun, dia anak yang ceria dan di sukai banyak orang, ia menyayangi semua saudara-saudara sepantinya lalu saat kabar bahwa pantinya akan di rubuhkan karena di bangun di atas tanah milik pengusaha asal Tokyo, gadis itu mulai menjual korek api agar bisa mengumpulkan uang demi bisa membeli tanah panti tersebut agar ia dan saudara-saudaranya bisa hidup dengan damai, mereka semua bekerja sama mencari uang bahkan pemilik panti pun bekerja keras untuk itu.
Setiap ada perwakilan dari perusahaan yang datang, mereka selalu menolak akan pergi meski pemilik perwakilan itu sudah mengatakan kalau tanah itu akan di bangun resort mewah, perusahaan akan mengganggti rugi namun tidak sesuai, dengan uang sedikit itu mereka tidak akan bisa membeli rumah yang layak untuk anak-anak panti yang jumlahnya banyak.
Lalu beberapa hari kemudian, di saat musim salju terburuk di kota Oto, Naruto tetap keluar rumah untuk berjualan korek api hingga larut malam, ia salah satu anak yang sangat keras menentang keputusan perusahaan itu.
Hingga suatu hari, mereka menemukan tubuh Naruto hangus terbakar di depan panti asuhan, tubuh mungilnya tertimbun salju. Kabar kematian Naruto menggeparkan seluruh kota, dan karena itu pihak panti dan anak-anakpun akhirnya pergi meninggalkan rumah tua mereka untuk mencari aman agar tidak ada lagi korban seperti Naruto.
Pihak perusahaan pun segera menurunkan para pekerja untuk membangun resort, tetapi selalu saja ada halangan, seperti kendaran-kendaraan berat yang rusak tanpa di ketahui sebabnya, dan banyak para pekerja yang merasa panas seperti terbakar saat menyentuh bangunan itu, dan ketika di sore hari menjelang senja, mereka bisa melihat sosok gadis kecil bermantel merah sedang menatap marah kearah mereka.
Karena kejadian itu, pembangunan pun di hentikan dan sampai saat ini bangunan tua itu masih ada tanpa di tinggali siapapun, dan sejak saat itu Naruto selalu keluar disaat musim dingin, menjual korek api untuk menyelamatkan pantinya.
"Naruto... Naruto... Kamu dimana? Aku butuh api..." adalah mantra untuk memanggil roh gadis kecil penjual setangkai korek api dimusim dingin, kau harus membeli setengkai korek apinya jika sudah memanggilnya, jika kau tidak membeli dan malah mengejeknya, maka kau akan mati hangus terbakar api. Tapi, kau bisa memberinya permen, jika kau tidak punya uang.
Jika kau mempunyai nyali yang cukup besar, kau bisa saja menguji nyali dengan memanggilnya dan memberikan apa yang Naruto inginkan, tapi jika kau tidak mempunyai nyali, batalkan saja niatmu yang ingin iseng-iseng memanggil, karena dia benar-benar akan datang dan membunuhmu jika kau tidak memberikan apa yang dia inginkan tapi malah membuatnya menangis.
oOo
Sasuke menutup laptopnya, ia terdiam cukup lama memikirkan semua informasi yang baru saja ia dapatkan, Sasuke yakin jika yang membunuh Naruto pasti dari pihak perusahaan tersebut, namun sayangnya Sasuke tidak berhasil menemukan nama dari perusahaan itu, ingin sekali rasanya Sasuke menuntutnya karena sudah membunuh seorang anak kecil hanya untuk keuntungan mereka tanpa memikirkan anak itu sendiri.
Naruto, pasti gadis itu sangat kesakitan sekali ketika tubuhnya di bakar api, dia pasti menangis histeris meminta tolong. Memikirkannya saja membuat Sasuke rasanya ingin menangis, apakah orang-orang itu tidak memiliki hati?
"Boleh minta permen?"
Sasuke terlonjak kaget hingga berdiri dari kursinya saat melihat Naruto sudah berdiri di sebelahnya seraya mengadahkan tangan ke depan.
Sasuke mengusap-ngusap dadanya karena merasa kaget hingga jantungnya terasa ingin lepas dari tempatnya, entah kenapa ia sedikit merasa takut dengan kehadiran Naruto sekarang padahal dia sudah terbiasa ketika gadis kecil itu mendatanginya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Api Harapan [END Tersedia Versi PDF]
Fanfiction"Naruto... Naruto... Kamu dimana? Aku butuh api..." adalah mantra untuk memanggil roh gadis kecil penjual setangkai korek api dimusim dingin, kau harus membeli setengkai korek apinya jika sudah memanggilnya, jika kau tidak membeli dan malah mengejek...
![Api Harapan [END Tersedia Versi PDF]](https://img.wattpad.com/cover/146300601-64-k941570.jpg)