Bab 4 - Party, Ketika Oma Bertasbih

172 4 0
                                    

oke sedikit promosi cerita sebelah yang masih acakadut Paparazzi Target ceritanya seorang artis ganteng yang dikenai kutukan, baca aja sendiri ye meskipun masih prolog dan bab 1 hahaha

dan juga buat DeLiCious, masih prolog dan bab 2, ini ceritanya si Ekehm dan Ekehm ahay

sekalin buat ngevote dan komen kalo bisa ye jeng '-' yuk capcus

@jackson94m [twitter]

disana kalian bisa bincang2 ama gue sendiri untuk lebih intinya. sekalian kalo ada yang mau nyaranin cerita ke gue boleh sok mangga pisang jambu

oke tanpa banyak bacot langsung aja kita kembali ke nerd kita tercinta satu ini

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Mulmed : Gilang

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Dion POV

"Jadi ini Dion cewe yang mau kamu kenalin ke Oma?"tanya oma gue penuh harap ke cucu bungsunya ini.

"Emm Om-"

"Iya Oma. Kenalin nama saya Mila"potong si Mila.

"Oh Mila anaknya Januar sama Dila itu kan?"tanya Oma antusias.

"Iya Oma"jawabnya yang kini mengalihkan perhatian oma ke gue, thanks Mila dan gue harap lu gak akan nyesel dengan keputusan yang lu bikin sekarang barusan.

"Udah yuk Mil masuk, Oma mau ngobrol banyak sama kamu nih sayang"ajak oma yang spontan diangguki oleh sang lawan bicaranya

"Dion kamu ke kumpulan cowo yang disana tuh acaranya bentar lagi mulai, Oma mau ngobrol banyak sama Mila"

"Iya Oma"jawab gue pasrah yang kini beranjak ke kumpulan pria yang sedang berbincang. Lu tau kalo gue udah disini bawa'anya canggung banget kaya kambing congek kaga di kasih makan 5 taun

"eh ini lu Dion kan?"tanya seorang anak lelaki yang gue ketahui namanya Delon ini. Sang calon dokter yang kini sudah menginjak semester 2 di UI.

"Iya"jawab gue singkat.

"Sumpah lu ketularan setan apaan jadi kaya gini man !"ucapnya.

"Revolusi dari Nerd ke Cogan nih"sahut si Kunyuk Hendri.

"Lu pada mau wawancarain gue ya?"tanya gue yang kini masang muka bete.

"Ye gitu aja sensi tapi kaga apa lu tambah cakep kalo ini bray"balas si Delon.

"Udah ah gue ke abang gue dulu kali aja cincinya bisa digadein"pamit gue yang sontak toyoran dari mereka nemplok di kepala kece gue sekarang.

"gimana? kapan mulainya nih acara!"sahut gue ke bang Rian yang sibuk mondar-mandir gak jelas.

"Tunggu si Dania dateng ya, ada sedikit trouble katanya"jawabnya dengan nada resah.

"ya udah kalo bisa cepetan tamu-tamu udah ngedumel kaya kucing garong soalnya"jawab gue yang kini melengos ke arah bang Brian dan pacarnya itu.

"Oke thanks dek"jawab abang gue dengan nada sedihnya

Menunggu emang acara yang paling nyebelin didunia. Nunggu acara ginian aja ampe 30 menit hadeh, niat tunangan apa kaga sih si orang

"Maaf para hadirin sekalian, pertunangan ini dibatalkan"ucal seseorang dengan suara Bassnya yang gak asing. Bang Rian

Para tamu udah pada ngedumel sendiri, sampai akhirnya riuh menjadi sunyi. Para tamu sudah pada pulang sekarang. Hingga tersisa gue satu-satunya orang disini.

Brother in LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang