ramadhan baejin

729 69 11
                                        


"Adek! ayo bangun sahur!"

"Ntaran deh bu.. baejin masih ngantuk.."

"Kalo ga bangun sekarang ntar keburu imsak loh. Besok harus sekolah, kalo laper disekolah gimana?" ibu masih berusaha membangunkan Jinyoung.

"Ya makan lah bu.."

"Ooh jadi adek gamau puasa?! Yaudah sekalian gausah minta makan dirumah ibu!"

"Eehh.. iya bu, iya ini adek bangun kok."

"Ayo sahurnya dibawah. Ada ayah."

"Ayah udah pulang? Asiik!" baejin berseru senang. Tuan Bae yang notabene nya adalah orang kantoran yang super sibuk hingga berkumpul bersama keluarganya saja jarang itu sekarang akhirnya ikut sahur bersama keluarganya.

Baejin turun ke ruang makan. Ada ayah, ibu, dan kak Irene.

"Loh, kak Binnie mana?" Tanya Jinyoung bingung.

"Tidur, dikamarnya." jawab ibu.

"Masih tidur aja. Adek bangunin ya?"

Baejin membuka pintu kamar Binnie. Ia melihat kakak perempuan nya itu tertidur pulas. Di satu sisi ia merasa ibu pilih kasih karena membiarkan kak Binnie tidur sedangkan ia dipaksa sampai bangun. Namun di sisi lainnya ia kasihan kepada kakaknya itu. Jadwal grup Oh My Girl pasti sangat padat hingga seorang Bae Yoobin itu terlihat sangat kelelahan.

"Kak... bangun sahur yuk!"

"Kakak nggak ikut sahur jin." Balas binnie malas.

"Emang kakak kuat nanti puasanya kalo ga sahur?"

"Iya yaudah sono lu ganggu tidur ajaa!"

"Yah dibangunin sahur bukannya terima kasih malah bentak bentak."

Baejin kesal, seharusnya sejak awal dia jangan sok baik membangunkan kakak perempuan nya yang masih labil itu. Apapun yang ia lakukan dimata yoobin  selalu salah.
Daripada kena omel kakaknya lagi, lebih baik dia sahur dibawah.

"Kak binnie gajadi di bangunin nyoung?" tanya Irene usil.

"Nggak ah. Marah mulu dianya."

Ibu ayah dan Irene hanya tertawa kecil melihat kepolosan si bungsu itu.


***

"Kak kemeja sekolah Jinyoung mana?"

Pagi hari Bae Jinyoung sudah membuat onar rumah dengan berteriak mencari kemeja sekolahnya.

"Tanya kak binnie gih. Dia yang beresin kemarin." jawab Irene yang sedang berkemas. Sepertinya ia akan kembali ke dorm redvelvet.

"KAK BINNIE KEMEJA BAEJIN— LOH KAKAK GA PUASA?!" Baejin terkejut saat melihat kakak perempuannya itu sedang mengoles selai pada roti dengan santai.

"Nggak. Kenapa?"

"Ih kakak mau nambah dosa ya?! Baejin aduin ibu nih!"

"Aduin sono." Binnie makin santai.

"Kakak! Kakak contoh Jinyoung dong! Walaupun masih kecil udah puasa full!"

"Yaelah udah besar juga. Lo mau apa tadi? kemeja? Coba cari di lemari gue, kalo ga ada di lu pasti kebawa ke lemari gue."

"Kakak! Baejin lagi ngomongin puasa!"

"Hadeeh ini apa sih puasa marah marah, masih pagi pula udah ribut aja." Irene turun ke ruang makan setelah mendengar keributan yang dihasilkan kedua adiknya itu.

"Kak, lihat deh kak binnie! Dia makan coba, ga puasa tuh."

"Bae Jinyoung sayang, Kak Binnie emang ga puasa. Jadi sekarang kamu cepet cari kemejanya sana! Udah jam berapa nih, tar kamu telat."

"O iya!" Jinyoung memukul jidatnya. Kenapa ia jadi lupa kalau ia sedang mencari kemeja.



***

"Eh emang puasa puasa gini kita belajar juga ya? Gabosen apa, belajar mulu. Kan laper." Kata nancy. Nancy adalah satu satunya perempuan dalam kelompok bermain Jinyoung. Ia, nancy, renjun, dan sanha.

"Tau tuh. Tapi katanya kita pesantren kilat, gabelajar." Jawab renjun.

"Masa sih? Tau dari mana lo?" tanya sanha.

"Gue denger dari kakak osis."

Jinyoung yang mulai malas dengan percakapan kawan kawannya itu memalingkan wajahnya ke arah lain.
Pandanganya terhenti saat melihat salah satu teman sekelasnya terlihat sedang memakan sesuatu dengan sedikit sembunyi sembunyi.

"Mina! Lo makan?"

"Eh nyong gausa liat! Lo puasa!" Teriak Mina lalu memutar kursi yang didudukinya menghadap ke tembok.

Jinyoung bangun dari tempat duduknya. Ia menghampiri Mina. Masih untung teman temannya tidak terlalu memperhatikan dan melanjutkan percakapan mereka.

"Eh gendut, lo makan mulu ga puasa apa?"

"Gue ga gendut! Dan lo jangan urusin idup gue! Serah gue lah makan atau gak!" Mina kembali mengemas makanannya dan keluar dari kelas. Entah mau kemana, mungkin mencari tempat yang pas untuk makan?

"Lah, tumben amat tu cewe ganas banget. Lagian biasa juga gue manggil dia gendut." Jinyoung berbicara sendiri.

"Kenapa nyong?" Sanha menepuk pundak Jinyoung.

"Nggak. Eh lo bawa motor kan? Tar pulsek anterin gue dorm wanawan."

"Bukannya lo lagi tinggal dirumah?"

"Iya, mau bukber sama wanawan."


***

"Alhamdulillah.. kenyang.." kata jaehwan sambil mengelus elus perut buncitnya.

"Sholat lo! Kafir." Kata Ong yang baru saja pulang dari masjid. Ia memang lebih memilih sholat dulu baru buka.

"Iya nih bang jaehwan. Sholat dulu bang, masa kalah sama bang seongwoo." Kata guanlin yang sedang membereskan piring.

"Halah, si ong mah ke mesjid modus, bukan sholat. Palingan lagi nyari sendal baru nih."

"Mulut lu disaring dulu anjeng." Seongwoo memukul jaehwan menggunakan sarung nya.

Semua tertawa. Melihat seongwoo dan jaehwan bertengkar itu hal yang biasa, tetapi selalu menghibur.

"Hmm, bang dan." Panggil Jinyoung pelan.

"Mm?" Daniel menyauti.

"Mau nanya, emang Mina ga puasa ya?"

"Kenapa tiba tiba nanya gituan?"

"Soalnya tadi gue liat dia makan disekolah."

"Yaalloh tu anak makan disekolah ga sembunyi sembunyi. Bentar, gue marahin." Daniel misuh misuh sambil ngetik hp nya. Jinyoung makin bingung.

"Kok? Maksudnya gimana sih? Lu tau kalo Mina ga puasa bang?"

"Ya iyalah, orang dia lagi dapet."

"Dapet?"

"Yaela masa gatau sih? Terlalu polos apa gimana lu?"

"Maksud nyel itu Mina lagi mens, orang mens gabole puasa." Jelas Ong santai. Padahal dia sendiri lagi makan.

"Ooh gitu. Berarti kak binnie juga ga puasa gara gara mens dong?"

"Ya mana gue tau. Kali aja kakak lu musrik." Jaehwan menyaut.

"Bang jee!!"










_____________________________

Kangen guys.

Gatau kenapa part ramadhan pertama yang dibuat Jinyoung.
Lucu aja gitu baejin dibuat imut imut bego. hehe

vote dan komen beibh

fake instagram; k-idolsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang