8. They're Kissing?!

10.1K 1.2K 627
                                        

Sebelum benar-benar masuk ke dalam kamar, Taehyung mengintip keluar. Melihat Jungkook yang malah berbalik kembali ke sofa dan memakan cemilan miliknya.

"Huh."

Mendengus kesal, Taehyung pun menutup pintu.

"Ck, seharusnya dia pulang." Omel Taehyung lalu melihat Jimin yang sedang memperhatikan kamar Taehyung.

"Kau duduk disini." Mendorong Jimin untuk duduk di kasurnya, Taehyung pun melirik kesana dan kemari.

"Kau ingin menyiapkan kompresannya?" Tanya Jimin melihat Taehyung yang sedikit kebingungan.

Menepuk tangannya Taehyung mengangguk, "kau benar. Aku melupakannya. Tunggu sebentar."

Taehyung kembali keluar, lalu memastikan bahwa pintu telah ditutup rapat. Mengambil air hangat dan sebuah handuk kecil, sebelum masuk ia menghampiri Jungkook.

"Yak, pulanglah." Usir Taehyung.

Jungkook yang tengah asik menonton itu pura-pura tak mendengar. "Tidak sebelum kau tanding denganku."

"Ck, kau ini." Geram Taehyung, ia yang membawa air hangat itu hampir saja ingin menuangkan air tersebut ke kepala Jungkook saking kesalnya.

"Jangan terganggu saja jika Jimin mendesah." Peringatnya, lalu berbalik pergi menuju kamar.

"Ah, satu lagi. Jangan bergabung kalau kau horny." Lanjutnya sebelum benar-benar masuk.

Jungkook yang mendengarnya hanya memutar bola mata lalu kembali menonton.

Blam!

Taehyung mendorong pintu menggunakan kaki kanannya dengan kuat, sedangkan Jimin langsung menoleh kaget dan membantu Taehyung yang membawa wadah kecil berisi air hangat lalu menaruhnya di nakas.

"Duduklah." Pinta Jimin.

Mengangguk, Taehyung pun duduk lalu membuka jas serta kancing kemeja sekolahnya. Jimin yang tak nyaman karena Taehyung membuka kemeja menghadap kearahnya segera menoleh ke samping.

"Sudah."

"Berbaliklah."

Mengikuti apa yang dikatakan Jimin, Taehyung memperlihatkan punggungnya.

"Warnanya sudah tidak sebiru kemarin-kemarin. Kau merawatnya dengan baik." Ujar Jimin ketika melihat punggung kanan atas Taehyung.

"Ah benar, warnanya berubah jadi kehijauan. Kenapa ya." Respon Taehyung.

Jimin mengambil handuk lalu memeras air hangat tersebut dan mulai mengompres. "Sekitar hari kelima atau keenam, warna memar di kulit berubah kehijauan. Setahuku itu menandakan bahwa hemoglobin yang terdapat dalam darah mulai terurai. Seharusnya pada tahap ini kau sudah tak lagi merasakan sakit seperti sebelumnya karena memarmu ini sudah masuk ke tahap penyembuhan."

Jimin ternyata tau kalau ia seharusnya sudah tak merasakan sakit lagi, meneguk ludahnya Taehyung pun berdehem. "Yeah, memang sedikit berkurang rasa sakitnya."

"Hm, tapi lumayan aneh. Aku masih menyarankan dirimu untuk ke rumah sakit kalau rasanya masih sakit."

Menggeleng cepat, Taehyung segera menoleh ke arah Jimin sehingga kompresan pada punggungnya terlepas sejenak. "Jangan pernah menyarankannya lagi padaku, Jim." Ujar Taehyung dan lagi-lagi melakukan kontak fisik dengan cara menyentuh pergelangan tangan Jimin.

Menarik cepat tangan yang dipegang, Jimin pun tersenyum kikuk. "Baiklah lagi pula setelah ini memarmu akan berwarna kuning pucat dan berangsur sembuh sepenuhnya jika kau rajin minum Vitamin C. Ah, apa kau minum Vitamin C seperti yang kusarankan?"

Fallacy [OPEN ORDER!]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang