Mengapa kakiku terasa sakit dan berat. Apa yang telah terjadi padaku. Lalu seketika suasana berubah menjadi mencekam dan menyeramkan. Aku berada di tengah pemakaman yang penuh batu nisan. Aku ingin berlari tetapi kakiku terasa sangat berat untuk digerakkan. Dari belakang aku mendengar suara kerangka tulang. Ketika aku menoleh, sekumpulan tulang yang berbentuk seperti manusia berjalan ke arahku. Karena aku tidak bisa bergerak, aku hanya berdiam pasrah saja hingga akhirnya sekelompok tulang itu membuatku terjatuh dan mereka menimpa diriku sampai membentuk gunung kecil.
---
"Sukunnn.... Jangan tidur di atas badan kakak" (aku mendorong dia sampai terjatuh dari kasur).
Ternyata kakiku kaku karena adikku yang menimpaku dan sekarang dia menangis karena aku mendorongnya hingga terjatuh. Aku cukup bahagia bisa mendorongnya tetapi aku lagi yang dimarah oleh mamah.
Hari ini aku bangun tepat pada waktunya dan berhasil untuk membawa semua kebutuhan sekolah tanpa telat hadir. Sepertinya hari ini akan menjadi hari keberuntunganku.
---
Hari terakhir MOS sangatlah menyenangkan karena masa-masa kakak OSIS jutek yang berkuasa itu akan berakhir. Hari ini aku sangatlah patuh kepada semua peraturan. Walaupun banyak hal yang menjengkelkan berada disini. Aku mencoba bersabar seharian ini. Sampai acara berakhir, aku berhasil menahan sabar. Diakhir acara, semua OSIS meminta maaf kalau pernah salah bahkan si jutek pun ikut meminta maaf tetapi hanya secara keseluruhan, tidak dikhususkan kepadaku.
---
Saat pulang sekolah, aku sudah janjian dengan kak Adam kalau kita akan nongkrong di Cafe Plastik lagi. Sama seperti kemarin, dia menungguku di kantin. Beberapa hari ini aku berpikir, mengapa kakak ini sangatlah baik kepadaku. Padahal aku saja tidak mengenalnya dengan dekat. Dan dia juga sabar menungguku pulang supaya pulang bersama walaupun aku tahu apa alasannya.
Hari ini di Cafe Plastik dia menceritakan keluarganya yang sangat peduli dengannya. Dia mempunyai seorang kakak perempuan. Namun tidak memiliki adik. Dia tahu bahwa mungkin itu akan mustahil terjadi. Tetapi dia ingin sekali mempunyai seorang adik laki-laki. Setiap dia pulang malam, orang tuanya selalu mengkhawatirkannya. Berbeda sekali denganku yang jika aku tidak pulang, mereka mungkin tidak akan tahu. Keluargaku juga kurang peduli kepadaku. Mungkin karena anaknya banyak atau lain hal yang membuat aku tidak diperdulikan. Lalu kak Adam mengatakan bahwa ketika masih duduk di bangku SMP, dia melihatku seakan aku adiknya. Namun, tidak pernah ada keberanian untuk mengenalku lebih dekat. Baru saat ini dia berani mengungkapkannya. Dia belum mengucapkan mengapa harus aku yang dia inginkan menjadi adiknya. Tetapi dia bercerita bahwa sewaktu kelas delapan SMP, temannya ada yang suka sama aku, lalu dia lah yang mencari tahu tentang aku. Namun, aku selalu menghindar kalau ditanya-tanya karena aku malas berkomunikasi dengan kakak kelas. Setelah semakin lama mencari tahu tentangku, akhirnya temannya menyerah untuk mendapatkan aku. Lalu dia terpikirkan bahwa sepertinya enak mempunyai adik seperti diriku. Dia tahu kalau aku mungkin tidak akan mau menjadi adiknya tetapi dia ingin aku menjadi teman dekatnya yang bisa dijadikan teman main dan curhat. Walaupun sebenarnya aku ingin berada di keluarganya yang peduli terhadap sesama tetapi aku belum begitu mengenalnya jadi aku mengizinkan dia menjadi temanku. Karena dia juga sudah menjadi teman yang baik selama tiga hari ini.
Tiba-tiba saja dia bangkit dari kursi dan menarik tanganku sambil menunjukkan sebuah pohon.
"Lo tahu itu pohon apa?"
"Nggak tahu kak. Memang itu pohon apa?"
"Itu pohon ivy (dipetik sebuah daun) karena lo mau jadi teman dekat gue sekarang kita harus mengikrarkan sebuah janji"
"Janji apaan kak? Pakai janji segala temenan aja"
"Ikutin kata-kata gue ya 'Dengan ini kita berteman sampai kapanpun dalam suka maupun duka yang disaksikan daun ivy ini dan berjanji kalau kita berpisah jauh, kita akan tetap berteman' " (sambil memegang daun ivy).
"Kenapa harus daun ivy kak?"
"Karena daun ivy melambangakan persahabatan. Daun ini selalu kuat ketika musim panas maupun hujan. Jadi seperti sebuah hubungan yang kuat baik saat kebahagiaan maupun kesedihan yang datang"Entah kenapa aku senang aja melakukan janji daun ivy seperti itu. Belum pernah aku berteman sampai mengucap janji dengan daun sebagai objeknya. Setelah itu kami makan roti bakar dan kali ini aku yang membayarnya karena sesuai janji kemarin. Tidak lama kemudian kak Adam ditelepon oleh ibunya bahwa kakeknya sakit dan ibunya harus menginap untuk merawat kakeknya. Bapaknya sedang dinas keluar kota dan kakaknya sedang berlibur ke Puncak. Jadi dia harus menjaga rumah sendirian hari ini. Melihat kondisi rumahku yang selalu berantakan dan membosankan, aku meminta izin ke kak Adam bahwa aku ingin menemaninya dengan menginap di rumahnya. Dengan begitu aku tidak akan bermimpi buruk dan diganggu oleh adikku. Dia pun dengan senang hati mengizinkan aku untuk menginap.
Setelah makan dan berbincang dengan waktu yang cukup lama, kami pergi ke rumahku untuk meminta izin dan mengambil baju. Setelah itu kami berangkat ke rumahnya kak Adam. Rumahnya cukup jauh dari rumahku. Padahal dia berkata bahwa rumahnya searah dengan rumahku tetapi ternyata malahan lebih jauh. Berarti dia benar-benar niat untuk mengantarku pulang selama tiga hari ini.
---
Sesampainya di rumah kak Adam, dia membereskan rumah dan menyiapkan makan malam. Ternyata dia lumayan jago memasak walaupun terkadang rasanya keasinan. Aku memutuskan untuk mandi terlebih dahulu karena dari pagi beraktifitas badan ini sudah lengket sekali.
"Dra... Makan dulu yuk, sudah matang nih"
"Iya kak gue lagi ganti baju, sebentar ya"Disini aku berasa seperti di rumah sendiri. Tetapi bedanya kalau disini untuk makan saja dipanggil, berbeda dengan di rumah yang kalau mau makan, aku harus menyiapkannya sendiri.
Setelah selesai makan, aku membantunya mencuci piring karena tidak enak kalau hanya berdiam diri saja. Sambil menunggu malam, kami bermain monopoly. Ini adalah permainan yang dari dulu kak Adam ingin mainkan tetapi tidak ada yang mau bermain. Kami asik bermain sampai jam sembilan malam. Bagiku ini belum malam tetapi bagi kak Adam ini sudah larut malam dan harus segera tidur. Dia menetapkan bahwa tidur haruslah delapan jam sehari, jadi aku juga mengikutinya ke kamar dan kami tidur bersama. Tadinya dia mau tidur di kamar kakaknya tetapi aku bosan kalau tidur sendiri. Mungkin karena setiap hari adikku selalu tidur bersamaku. Saat dia tertidur pulas, aku tidak bisa tidur. Aku bangun dan menuju dapur mencari makanan. Tiba-tiba kak Adam menghampiriku dengan mata sayup-sayup.
"Mau ngapain lo malem-malem di dapur?"
"Laper kak nggak bisa tidur, kali aja ada makanan ringan disini"
"Ohh... Itu di lemari es ada kue, dimakan saja. Kalau sudah diletakkan kembali ya lalu gosok gigi dan tidur. Gue balik tidur lagi"Aku terkesan melihatnya mengatakan itu. Ketiga kakakku belum pernah sepeduli ini sama aku. Apa mungkin dia cocok jadi kakakku ya.
Setelah makan aku kembali ke tempat tidur. Aku berharap bisa bermimpi indah kali ini karena tidak ada yang menggangguku. Semoga besok terbangun di hari yang indah dengan mimpi yang indah juga. Selamat tidur kak.
---
Yuk dibaca episode selanjutnya hanya di Wattpad @evander_naufal
Ikuti mini stories di Highlight Instagram @evandernaufal
Jangan lupa untuk memberikan rate dan ulasan pada www.goodreads.com

KAMU SEDANG MEMBACA
Janji Daun Ivy
Ficção AdolescenteSebuah persahabatan, sebuah percintaan, sebuah perdebatan, dan sebuah janji. Nama aku Samudra. Aku terlahir sebagai anak ke empat dari lima bersaudara. Hidup ini sangatlah sulit. Namun, sejak mempunyai seorang kakak baru, hidupku sedikit lebih baik...