Kalau boleh milih, sejujurnya Bundanya Bima pingin punya anak perempuan aja. Biar bisa bantu-bantu di rumah, apalagi kalau lagi puasa kayak gini. Seengaknya ada yang bantu ini itu apalagi bantuin masak. Subhanallah banget kata Bundanya Bima.
Tapi sayangnya Bundanya Bima masih belum beruntung. Soalnya sama Allah dikasih anak yang bentukannya kayak Abinaya Bima Basupati.
Padahal itu anak baru aja sembuh dan di bolehin pulang dari rumah sakit. Mana udah abis biaya lumayan banyak biar cepet sembuh dan cepet masuk sekolah. Eeehhh pas di kasih sembuh sama yang di atas malah di salah gunain gini sama Bima.
Nggak peduli sama teriakan Bundanya yang kenceng banget, itu anak udah lari sambil bawa uang hasil jualan Bundanya hari ini. Niatnya sih mau pergi ke rumah Bobby terus ngajakin anak bermata sipit itu buat beli petasan. Nggak tau deh, Bobby bakalan mau apa enggak.
Sesampainya di rumah Bobby, Bima langsung di tanya ini itu sama Mamanya Bobby. Soalnya ya heran aja gitu, kayak nggak ada apa-apa. Semacam sakit yang kemarin itu cuman pura-pura padahal mah sakit beneran. ya pada intinya, Mamanya Bobby nggak habis pikir sama Bima. Tingkahnya itu loh nggak pernah masuk di akal.
Bima cuman bisa nyengir aja sambil nengok ke kanan-ke kiri memastikan apakah Aldebaran Bobby Pradipta lagi ada di rumah.
Mamanya Bobby buru-buru manggil Bobby yang lagi main games sama Kakaknya. Bukan Bobby kalau nggak langsung lari nemuin Bima. Itu anak langsung nurutin Bima waktu di suruh balik masuk ke rumah buat minta uang ke Mamanya.
Mamanya Bobby mah baik banget, apa aja di kasih ke Bobby. Bahkan Bobby ga sebut minta berapa udah di kasih aja dua lembar sepuluh ribuan.
Bima yang diceritain Bobby seketika itu juga merasa menjadi anak yang paling tidak beruntung di dunia.
Dasar lebay!
Dua menit kemudian Bobby dan Bima udah gabung sama beberapa anak laki-laki yang lagi ngumpul di depan Mas-Mas jualan petasan. Bobby sama Bima nggak mau ngantre padahal mah yang lain udah nungguin giliran dari sebelum mereka datang. Tapi bukan Bima kalau nggak bikin orang lain kesel sama dia. Buktinya Mas-Mas yang jualan sampai kelepasan misuh sama Bima.
Nggak salah Masnya sih, kan Bima gamau ngantre terus ngedorong beberapa anak laki-laki yang ada di depannya. Sampai ada salah satu anak yang tangannya pegangan sama tempat gantungan petasan terus gara-gara Bima petasannya jadi jatuh semua.
si Masnya nggak mau ambil resiko, kalau dia marahin Bima takutnya nanti Bundanya atau warga sekitar berpikiran yang enggak-enggak sama dia. jadinya yaudah si Masnya ngalah. Dan ngelayani Bobby sama Bima baru kemudian anak-anak yang lainnya.
Setelah dapat petasan, Bobby sama Bima cepat-cepat lari ke lapangan yang lumayan dekat sama rumah mereka. Nggak dekat-dekat banget sih, ya pokoknya gitu deh.
Tapi sebelum ke lapangan, Bobby tadi diam-diam pulang ke rumah terus ngambil korek api punya Mamanya. Padahal itu korek api yang biasanya di pake buat nyalain lilin kalau lagi lampu padam.
Oke balik ke Bobby dan petasannya, Bobby kan udah pegang korek api terus Bima yang pegang petasannya.
Dua anak itu saling bertatap muka kemudian menganggukkan kepala dan seketika itu juga percikan api langsung mengenai petasan yang di pegang sama Bima. Bima dengan cepat melempar petasan itu ke tanah dan saat itu juga bisa di bayangkan betapa bahagianya mereka berdua.
Kini giliran si jagoan kadang penakut juga, Aldebaran Bobby Pradipta. Bobby mulai mengikuti jejak Bima buat jadi pelaku yang pegang petasan sementara Bima kini yang menyalakan dengan korek api Mamanya Bobby.
Setelah saling bertatap dan mengganggukkan kepala sama seperti sebelumnya, Bobby mulai melempar petasan itu ke tanah. Keduanya kembali tertawa bahagia namun sayangnya tidak bertahan lama.
Salah satu warga yang kebetulan lagi bakar-bakar sampah di dekat lapangan itu secara nggak sengaja lihat kelakuan Bobby sama Bima.
Terus nggak pakai pikir lama-lama, warganya yang kebetulan Ibu-ibu itu langsung datangin Bobby sama Bima dan marahin mereka. Sampai-sampai di ancam buat di bilangin ke orang tuanya kalau mereka berdua nggak mau ngebuang semua petasannya.
Nggak mau situasi semakin rumit, akhirnya Bima langsung ambil semua petasan yang di letakan di tanah terus dia tarik lengan Bobby dan lari sekencang-kencangnya.
Bobby sama Bima udah sampai di tempat kedua dan lagi-lagi persiapan buat nyalain petasan yang selanjutnya. Tapi ini cuman kembang api yang keluar asap berwarna-warni. Meski begitu tetap aja, siapa tau kena sial terus jadinya berbahaya. Nasib orang gada yang tau yakan??
Tapi emang dua anak itu nggak bisa di kasih tau, tapi kalau di kasih tempe....gatau deh mau apa enggak.
KAMU SEDANG MEMBACA
double b✔
Humorintip lika-liku persahabatan antara Bobby dan Bima, si Double B.
